TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal insiden tewasnya tiga pekerja proyek pemasangan pipa air bersih di dalam gorong-gorong kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur pada Kamis (9/7/2026) kemarin.
Dari laporan yang diterimanya, Pramono menyebut, satu di antara ketiga korban itu merupakan Warga Negara Asing (WNA).
“Mengenai tiga pekerja yang meninggal dunia, saya juga sudah menerima laporan. Memang benar ada tiga korban, satu di antaranya merupakan warga negara asing,” ucapnya di Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).
Orang nomor satu di Jakarta ini juga menerangkan bahwa proyek tersebut bukan merupakan pekerjaan yang dikerjakan langsung oleh PAM Jaya.
“Peristiwa tersebut terjadi bukan di PAM Jaya, melainkan di pihak sub kontraktor yang sedang melaksanakan pekerjaan,” ujarnya.
“Saat ini seluruh penanganan terhadap para korban telah dilakukan. Jadi, informasi tersebut benar adanya,” sambungnya.
Sebagai informasi tanbahan, insiden nahas itu terjadi di Jalan Pintu 3 Keong Mas, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur pada Kamis kemarin.
Ketiga pekerja ditemukan meninggal dunia setelah terjebak saat mengerjakan pemasangan pipa air bersih di dalam gorong-gorong.
Pramono tidak merinci penyebab kecelakaan kerja tersebut maupun identitas para korban.
Namun, ia memastikan satu dari tiga korban merupakan warga negara asing (WNA).
Sementara itu, Kapolsek Cipayung Kompol Saut Parulian Tobing mengatakan salah satu korban merupakan warga negara China.
“Ada orang asing, warga negara Cina (meninggal),” kata Saut.
Berdasarkan data Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, laporan awal diterima petugas pada pukul 09.49 WIB dari instansi lain.
Kepala Seksi Operasi Sudin Gulkarmat Jakarta Timur Abdul Wahid menjelaskan, insiden bermula ketika seorang pekerja masuk ke dalam gorong-gorong lalu pingsan.
Dua rekannya kemudian berusaha memberikan pertolongan, namun ikut kehilangan kesadaran.
“Pekerja proyek PAM sedang masuk gorong-gorong, lalu setengah tangga, dia pingsan, temannya menolong untuk membantu, namun ikut pingsan juga, lalu masuk 1 orang, pingsan lagi,” kata Abdul Wahid.
Petugas Pos TMII kemudian mengerahkan dua unit mobil penyelamat beserta 12 personel dan tiba di lokasi pada pukul 09.55 WIB.
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan baru selesai hampir dua jam kemudian, tepatnya pukul 11.55 WIB.
Berdasarkan laporan Gulkarmat, ketiga korban diduga mengalami keracunan gas di dalam gorong-gorong sebelum akhirnya meninggal dunia.
Hingga kini, penyebab pasti adanya gas di dalam gorong-gorong tersebut masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Baca juga: Tenggelam di Kali Banjir Kanal Barat, Ahmad Suwandi Ditemukan Meninggal Radius 2 KM dari TKP
Baca juga: Dekkson Hadirkan Smart Digital Lock Terbaru untuk Keamanan Hunian di IndoBuildTech 2026
Baca juga: Aksi Bang Jago Rusak Spion di Sunter Berakhir di Polda Metro: Korban Rugi Rp 50 Juta, Motif Terkuak