TRIBUNJAKARTA.COM, CILANDAK - Tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya masih terus mengusut korupsi tiga kasus besar.
Sejumlah lokasi telah digeledah. Terbaru, penggeledahan dilakukan tim gabungan di sebuah ruko yang berada di Jalan Asem 2, Cipete Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan pada Kamis (9/7/2026) malam sampai Jumat (10/7/2026) dini hari.
Ruko tiga lantai itu menjadi lokasi ke-13 dalam rangkaian penggeledahan tim gabungan.
Hilman (21), karyawan Tjolo Koffie yang berada tepat di sebelah ruko tersebut, mengatakan ruko yang digeledah merupakan kantor sebuah yayasan.
"Setahu saya itu kantor yayasan dan beraktivitas setiap hari. Sabtu-Minggu juga kadang-kadang ada orang," ujar Hilman kepada TribunJakarta.com, Jumat (10/7/2026).
Namun, menurut Hilman, suasana kantor mendadak berubah beberapa hari sebelum penggeledahan dilakukan.
Biasanya area parkir dipenuhi kendaraan, tetapi dua hingga tiga hari terakhir sebelum polisi datang, jumlah kendaraan yang terparkir jauh berkurang.
"Beberapa hari biasanya sudah sepi. Biasanya mobil banyak, tapi dua atau tiga hari terakhir cuma ada satu atau dua mobil," katanya.
Bahkan, pada Kamis (10/7/2026), yayasan itu sama sekali tak beroperasi dan dikunci dari luar.
"Kalau kemarin itu emang tutup seharian. Ternyata digembok dari luar juga jadinya polisi yang mau geledah itu baru bisa masuk setelah buka pakai gerinda," ujarnya.
Hilman mengaku tidak mengetahui apakah kendaraan yang biasa terparkir merupakan milik karyawan atau tamu.
Namun, ada satu mobil yang paling sering ia lihat berada di lokasi.
"Yang sering saya lihat itu Fortuner warna hitam. Itu yang paling sering ada di sini. Kalau mobil lainnya ganti-ganti," ujarnya.
Ia juga mengaku tidak mengetahui jumlah orang yang bekerja di kantor tersebut karena baru sekitar enam bulan bekerja di kedai kopi tersebut.
"Saya baru enam bulan kerja di sini. Waktu saya masuk, kantor itu sudah ada. Dan karyawannya juga suka ngopi di sini," katanya.
Saat proses penggeledahan berlangsung pada Kamis (9/7/2026) malam hingga Jumat dini hari, Hilman sempat dimintai keterangan oleh polisi.
Ia mengaku diperlihatkan sejumlah foto untuk memastikan apakah pernah melihat orang-orang tersebut datang ke kantor yayasan.
"Saya cuma ditanya, 'Ini kenal enggak? Pernah lihat enggak?' Saya jawab yang pernah saya lihat ya saya bilang pernah lihat. Kalau yang enggak ya enggak," katanya.
Meski mengaku mengenali wajah beberapa orang, Hilman tidak mengetahui identitas maupun jabatan mereka.
Ia hanya mengetahui satu sosok yang kerap datang ke kantor tersebut dipanggil dengan sebutan "Pak Haji".
"Kalau namanya saya enggak tahu. Saya cuma tahu mukanya doang. Yang saya tahu itu dipanggilnya Pak Haji," ujar Hilman.
Hilman mengatakan, penggeledahan berlangsung hingga menjelang subuh.
Menurut Hilman, suasana penggeledahan berlangsung kondusif tanpa ketegangan lantaran tak ada perwakilan ruko yang datang.
Polisi kemudian membawa beberapa boks yang diduga berisi barang bukti dari dalam ruko.
"Saya lihat dibawa dua boks, tapi isinya dokumen atau apa saya enggak tahu," tuturnya.
Baca juga: Geledah Ruko di Cipete Usut Kasus Korupsi, Polisi Sita Dokumen dan Komputer
Baca juga: Sudah 13 Titik Digeledah Kortas Tipidkor, Polisi Isyaratkan Masih Ada Lokasi Lain
Baca juga: Tengah Malam Kortas Tipidkor Geledah Ruko di Cipete, Bawa 3 Bus Polisi hingga Datangkan Ahli Kunci