Renungan Harian Kristen Sabtu 11 Juli 2026, Mengajarkan Berulang-Ulang 
Oby Lewanmeru July 10, 2026 05:19 PM

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Renungan Harian Kristen Sabtu 11 Juli 2026, dengan judul Mengajarkan Berulang-Ulang. 

Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya. 

Renungan Harian Kristen ini merujuk pada KITAB ULANGAN 6:7-9.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Jumat 10 Juli 2026, Mendidik Anak Tidaklah Mudah

Isi buku renungan ini berdasarkan Alkitab dan ajaran iman Kristen sesuai tradisi Calvinis yang bersumber dari Alkitab - LAI Terjemahan Baru Edisi 2 (TB2).

POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari Pdt. Yudith A. Nunuhitu Follabessy, M.Si, anggota Tim Penyusun Renungan Harian Suluh Injil edisi Juli 2026.

Renungan Harian Bulan Juli 2026 ini mengambil judul Pendidikan yang Memerdekakan - Menghidupi Hikmat Allah dalam Keseharian.

Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen. 

Anak-anak  adalah  peniru. Mereka  meniru  orang  tua dalam  cara  berpikir,  cara berespons atau bereaksi, dan cara bertindak sehari-hari.

Hari ini kita melanjutkan renungan dari teks bacaan yang sama di hari Minggu tentang sistem pendidikan yang benar dalam keluarga.

Tuhan ingin memastikan setiap anak-anak dalam keluarga menjadi  pewaris kebenaran  yang  bersumber  dari  Tuhan  Allah  sendiri.

Apakah keluarga kita sudah mengerjakan bagian kita?

Pengajaran yang Utuh 

Metode pendidikan yang benar dalam keluarga adalah repetisi, “ajarkan berulang-ulang” (7) melalui perintah dan ketaatan. Perintah Tuhan yang ditaati dan dilakukan berulang  dan  terus-menerus  akan  membentuk kebiasaan,  bahkan  menciptakan ekosistem peniru dan pewaris yang konsisten.

Adakalanya orang tua tidak sabar dan berhenti  mengajar, ketika  anak-anak  belum memahami,  lupa,  atau melakukan kesalahan.

Metode repetisi merupakan kehendak Allah.

Anak-anak berhak diajarkan berulang dan konsisten.

Berhenti mendidik anak, dengan alasan apapun bukan hanya merugikan anak, tetapi merupakan sikap egois, tidak taat, dan tidak mengasihi Allah, serta memberi contoh yang buruk.

Amsal mengingatkan anak yang tidak dididik dengan benar dalam takut akan Tuhan akan menerima cemooh.

Area latihan terbaik dan paling efektif bagi seorang anak sebelum terjun ke lingkungan yang lebih luas di luar rumah adalah area keluarga di rumah.

Musa menyebut “pintu rumah” lebih dahulu, baru kemudian “pintu gerbang”.

Seorang anak wajib diperlengkapi di dalam rumah, supaya ketika ia melangkah keluar dari pintu rumah menuju ke pintu gerbang kota, ia sudah siap. Kehidupan di luar rumah akan menakutkan jika anak-anak tidak dipersiapkan dengan benar.

Perintah Tuhan ini merupakan keharusan yang wajib dijalankan. Kata “haruslah” muncul  sebanyak  lima  kali. 

Haruslah  engkau  perhatikan; haruslah  engkau mengajarkannya  berulang-ulang  kepada  anak-anakmu; 
haruslah  engkau mengikatkannya sebagai tanda di tanganmu; 
haruslah itu menjadi lambang di dahimu; dan haruslah menuliskan pada  tiang pintu rumah.

Kelima  kalimat “haruslah” ini memanggil dan mengutus setiap keluarga untuk terbeban memuliakan Nama Tuhan melalui misi pembentukan karakter dan integritas yang meliputi kepala (pikiran), hati (perasaan), dan tangan (tindakan).

Inilah pengajaran yang utuh.

Pokok Doa

Mintalah anugerah Tuhan bagi setiap orang tua untuk menjadi pendidik yang taat dan mengasihi Tuhan, sehiditiria layak ditiru oleh anak-anaknya. Amin! (*) 

Komunitas Suluh Injil Sekretariat : Jl.  Seruni No. 8 Naikoten, Kota Kupang

Telp : +62 8113828074, +62 85239108328.

Email : bethseba0906@gmail.com.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.