Harga Tiket Masuk dan Makanan Mahal, Menonton Konser Satu-satunya Alasan Datang ke PRSU 
Eti Wahyuni July 10, 2026 10:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kegiatan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) sepi pengunjung karena tiket yang mahal viral di sosial media. Mengetahui hal itu, Tribun Medan mencoba mengunjungi PRSU di Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (10/7/2026).

Pantauan  Tribun Medan, sejumlah pengunjung yang datang menggunakan idcard atau undangan resmi dari mereka yang memiliki stan di PRSU. Mereka yang masuk ke PRSU, terlihat dikoordinir dengan membagi-bagikan idcard di leher.

Untuk anak-anak sekolah juga hadir, namun bukan menggunakan tiket masuk, melainkan idcard yang tergantung di leher mereka masing-masing. Tulisan idcard itu, diantaranya visitor dari berbagai kabupaten. Mereka yang hadir juga terlihat berpakaian batik bak orang yang sedang bekerja di pemerintahan.

Tampak dari depan, tempat pembelian tiket terlihat sepi. Hanya hitungan jari masyarakat membeli tiket tersebut. Dari parkiran di area pintu masuk PRSU untuk kendaraan roda dua, dikenakan biaya Rp 5.000 sedangkan kendaraan roda empat Rp 10 ribu.

Sementara untuk masuk ke dalam PRSU, masyarakat harus membayar Rp 35 ribu untuk kategori nonkonser. Sementara untuk yang konser membayar Rp 75 ribu.

Seorang pengunjung yang berasal dari Medan Tembung, Sri Lestari mengatakan, untuk biaya masuk ke PRSU Rp 80 ribu beserta uang parkir.

Baca juga: Paviliun Kota Siantar di PRSU 2026 Hadirkan Wajah Budaya, Produk Lokal dan Industrial

"Kalau enggak karena ada Bang Raim Laode (penyanyi ibu kota yang bakal tampil) kami enggak akan mau ke sini. Karena semua mahal," jelasnya kepada Tribun Medan, Jumat (10/7/2026).

Dijelaskannya, ia sengaja datang lebih awal untuk mencari posisi yang pas menyaksikan penyanyi favoritnya.

"Sekalian mau keliling aja dulu. Takutnya feeling sore rame, karena ada Bang Raim. Jujur kalau enggak ada konser keknya PRSU sepi. Tadi aja nggak nyangka, kita kira bakal antre beli tiket rupanya masih sepi sekali," jelasnya.

Disinggung soal harga kuliner, Sri mengatakan, terbilang cukup mahal dengan porsi yang kecil.

"Tadi kami makan satu orang habis Rp 70 ribu. Padahal yang kami pesan standard ayam penyet nasi plus satu minuman dingin," jelasnya.

Dikatakannya, untuk harga tiket Rp 75 ribu, tidak sepadan dengan apa yang dihadirkan di sini.

"Menurutku tidak sepadan. Karena harga tiket konser Rp 75 ribu di acara konser kita sudah dapat menyaksikan beberapa penampilan artis ibu kota biasanya. Tapi ini, cuma Bang Raim dan penyanyi di Kota Medan. Tapi karena ini pertama kali Bang Raim tampil di Medan sepertinya, dan sesuka itu sama lagunya makanya kami ke sini. Kalau enggak, kayaknya enggak mau ke sini," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan, Anggita Siregar warga Medan Kota yang sudah tiba di PRSU untuk menyaksikan penampilan Raim Laode.

"Kita kira sekarang sudah ramai yang beli. Rupanya masih sepi kali.  Tapi memang untuk harga tiket ini terbilang mahal. Apalagi, artis ibu kota yang mau dilihat cuma satu. Cuma karena ngefans, kita gas lah ke sini sama kawan-kawan," jelasnya.

Dikatakannya, ia  belum bisa memastikan harga makanan di PRSU.  

"Kita sudah dapat kabar, katanya mahal makanan di sini. Jadi inilah mau lihat dulu. Tapi untungnya udah makan tadi sebelum ke sini. Jadi paling kalau mahal kali, beli minum saja atau makannya bagi-bagi sama kawan-kawan," ucapnya.

Menanggapi harga tiket yang mahal, Gubernur Sumut Bobby Nasution merespon singkat. Dikatakannya, kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

"PRSU kali ini yang mengadakan pihak BUMD. Untuk teknis (harga tiket mahal dan lain-lain) tanya ke Dirutnya langsung," singkatnya.

Pengelola Bantah Sepi Pengunjung 

Direktur Utama BUMD bidang Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Sumut Ferry Indra mengatakan, untuk kegiatan PRSU kali ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sumut.

Dijelaskannya, kegiatan PRSU kali ini berbeda dengan PRSU pada dua tahun sebelumnya. Pihaknya lagi mencoba untuk transformasi yang lebih baru lagi.

Ia juga menepis pengunjung yang sepi. Per Kamis (9/7) sudah ada 25.400 pengunjung yang hadir di PRSU.

"Tapi perlu diketahui, event ini non-APBD. Jadi kita melibatkan kolaborasi semua pihak. Soal parkiran, tanggung jawab kita hanya di area PRSU. Kalau di luar kita serahkan penjagaannya  ke Dishub dan Satpol PP," ucapnya.

Menurutnya, harga Rp 35.000 dan Rp 75.000 itu bukan semata-mata untuk menambah PAD Sumut. Tetapi, yang ditampilkan pada acara ini cukup sepadan dengan harga tersebut.

"Tiket yang dibilang mahal Rp 35.000 dan Rp 75.000 itu, jadi masukan kami. Namun balik lagi kami menyuguhkan yang terbaik. Karena yang hadir di PRSU ini kebanyakan anak-anak muda," jelasnya.

Ia pun membeberkan, harga tersebut sesuai dengan seluruh komunitas di Sumut dberi panggung di acara PRSU. Mulai dari yang difabel hingga lainnya.

"Berbagai perlombaan yang dihadirkan, juri-juri yang diundang adalah juri nasional. Di sini kita beri mereka pengalaman yang cukup berharga," ucapnya.

Meski begitu, ia mengakui kegiatan ini masih banyak plus dan minusnya. Namun, ia belum bisa memastikan, apakah ke depan ada  pengurangan harga atau seperti apa.

"Soal penurunan harga semua ada di pihak event organizer. Nanti ada lagi program dari EO. Makanya kita tunggu saja penyelenggaraannya. Kami bukan cari keuntungan tapi bagaimana bakat anak-anak Sumut bisa tampil di panggung nasional dan tetap ini jadi bahan evaluasi kami," jelasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.