TRIBUNNEWS.COM - Pebulu tangkis tunggal putra Jepang, Kodai Naraoka, bersiap menghadapi tantangan berat di Japan Open 2026.
Ia menyadari perjalanannya menuju gelar juara Japan Open 2026 tidak akan mudah.
Ditambah lagi, Naraoka memikul harapan besar sebagai salah satu wakil tuan rumah untuk bisa mempersembahkan gelar juara di turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut.
Ditanya soal persiapannya, Naraoka mengaku bahwa kondisi fisiknya semakin membaik setelah sebelumnya sempat mengalami cedera yang mengganggu performanya sejak Indonesia Open 2027.
Japan Open 2026 nantinya bakal berlangsung di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Jepang, pada 14-19 Juli pekan depan.
"Kesehatan saya jauh lebih baik sekarang. Saya rasa area tempat saya mengalami cedera ringan berangsur-angsur membaik," ujar Naraoka, dikutip dari Badminton Spirit.
Baca juga: BWF Rilis Kalender World Tour 2027-2028: Jeda Diperpanjang, Turnamen Indonesia Kena Dampak
Di babak 32 besar Japan Open 2026, Naraoka akan menghadapi wakil Taiwan, Lin Chun-Yi.
Lin Chun-Yi bukan pemain sembarangan, ia sebelumnya sempat membuat kejutan dengan keberhasilannya menjuarai All England Open 2026.
Namun, performa Lin dalam beberapa turnamen terakhir mengalami penurunan.
Situasi tersebut membuka peluang bagi Naraoka untuk mengamankan kemenangan yang membawanya lolos ke babak 16 besar Japan Open 2026.
Jika mampu melewati rintangan pertama, Naraoka berpeluang menghadapi wakil Indonesia, Jonatan Christie alias Jojo.
Jojo akan lebih dulu melakoni babak 32 besar Japan Open 2026 melawan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul.
Masih dikutip dari sumber yang sama, Naraoka turut menyinggung soal peluangnya bertemu Jojo di babak 16 besar Japan Open 2026.
Naraoka secara terus terang menyebut bahwa undiannya sulit. Namun ia tidak menyerah dan akan menampilkan performa terbaik.
"Undiannya cukup sulit, tetapi saya ingin terus mencoba dan tidak menyerah."
"Saya sudah beberapa kali bertarung melawan Lin Chun-Yi. Lawan selanjutnya mungkin Jonathan Christie (Indonesia) atau petarung Thailand (Panichakon Teerarasakul). Petarung Thailand itu juga cukup kuat."
"Namun saya tidak terlalu memikirkan terlalu jauh ke depan, saya ingin mengingat hal itu seiring berjalannya waktu," tambah Naraoka.
Naraoka berharap Japan Open 2026 bisa menjadi momentum kebangkitannya.
Mengingat dalam beberapa turnamen BWF World Tour terakhir, ia belum mampu menembus babak semifinal.
Selain itu, Naraoka juga dihadapkan dengan persaingan tunggal putra Jepang yang semakin ketat.
Jika Naraoka tidak bisa menunjukkan kebangkitan, bukan tidak mungkin ia akan digeser pemain muda seperti Yushi Tanaka, Koki Watanabe, hingga Yudai Okimoto yang mulai menunjukkan perkembangan positif.
"Saya sangat ingin (melaju jauh) Saya harap ini berhasil. Saya juga ingin berpartisipasi di Final Tur Dunia dan meningkatkan peringkat dunia saya, jadi saya pikir ini penting."
"Karena ini kompetisi di Jepang, saya mendapat kesan bahwa ada banyak dukungan."
"Ada sedikit tekanan, tetapi saya pikir lebih mudah untuk tampil karena saya bisa melakukan yang terbaik ketika ada orang-orang yang menyemangati saya."
"Ini mulai agak berisiko (untuk mempertahankan peringkat dunia saya). Saya berharap bisa mendapatkan beberapa poin," pungkas Naraoka.
(Tribunnews.com/Isnaini)