Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menargetkan sekitar 46 persen penduduk provinsi itu atau sebanyak 7,3 juta jiwa memperoleh layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun ini.
"Pada 2025, sebanyak 22,56 persen masyarakat telah memanfaatkan layanan CKG. Tahun ini, target cakupan ditingkatkan menjadi 46 persen," ucap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumut Hery Valona Bonatua Ambarita dalam temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat.
Pemprov Sumut terus mempercepat pelaksanaan layanan program Cek Kesehatan Gratis dengan tujuan mendeteksi dini berbagai penyakit sebelum menjadi parah.
Salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) ini menargetkan seluruh warga Indonesia agar bisa mengakses layanan skrining kesehatan secara rutin setidaknya satu kali dalam setahun.
Program CKG ini secara nasional mulai berjalan sejak Februari 2025, dan menunjukkan capaian yang terus meningkat, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
"Pada tahun 2025, capaian Sumut terbaik keempat tingkat nasional, dan kita berhasil memenuhi capaian sekitar 22,56 persen," katanya.
Hingga Juni 2026, lanjut Hery, Dinas Kesehatan Provinsi Sumut mencatat sebanyak 3,2 juta jiwa telah mendapatkan layanan Cek Kesehatan Gratis.
Pelayanan ini telah tersedia di 619 Puskesmas yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Sumatera Utara.
"Dengan capaian ini, kami di Dinas Kesehatan Sumut optimistis target 46 persen dapat direalisasikan hingga akhir tahun ini," tutur dia.
Untuk mempercepat realisasi program itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution memberikan perhatian agar pemerintah kabupaten/kota se- Sumatera Utara mengoptimalkan layanan CKG di wilayah masing-masing.
Program CKG ini mendeteksi dini untuk memetakan kondisi kesehatan masyarakat, sehingga potensi penyakit diketahui dan ditangani lebih awal sebelum berkembang menjadi lebih serius.
"Kita berharap masyarakat memanfaatkan program ini, untuk deteksi dini kondisi kesehatan kita," sebut Hery.





