Lahir di Leeds dan berkembang pesat di Inggris, perjalanan karier Erling Haaland sebenarnya bisa membawa kisah yang sangat berbeda bagi tim nasional Inggris, The Three Lions.
Inggris akan berhadapan dengan Erling Haaland dan tim nasional Norwegia untuk memperebutkan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 akhir pekan ini.
Haaland tampil luar biasa dalam debutnya di Piala Dunia dan saat ini hanya terpaut satu gol dari Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas.
Bagi Inggris, menghentikan penyerang Manchester City tersebut akan menjadi tantangan berat, dan menjaga Haaland agar tidak mencetak gol akan menjadi kunci kesuksesan mereka di Miami.
Namun, kisahnya bisa saja berjalan sangat berbeda bagi Haaland dan The Three Lions.
Haaland lahir di Leeds ketika ayahnya, Alf-Inge Haaland, bermain di Liga Premier. Secara teori, ia sebenarnya bisa memilih untuk memperkuat tim nasional Inggris.
Namun, ketika berusia tiga tahun, keluarganya pindah ke Norwegia. Masa kecil dan pembentukan karier sepak bolanya dihabiskan di tanah kelahiran orang tuanya sebelum ia bergabung dengan klub Austria, RB Salzburg, pada usia 18 tahun.
Perjalanan karier Haaland yang melesat cepat dari Salzburg ke Borussia Dortmund hingga akhirnya ke Manchester City, selalu diiringi dengan penampilannya di berbagai level kelompok umur tim nasional Norwegia.
“Kau tidak pernah tahu bagaimana jadinya jika ayahku bermain lebih lama di Inggris ... mungkin aku akan menjadi orang Inggris,” ujar Haaland suatu kali.
Pemain berusia 25 tahun itu sempat mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan untuk Norwegia melawan Honduras pada ajang Piala Dunia U-20 FIFA, dan ia pernah mengungkapkan dalam wawancara bahwa keputusan untuk membela Norwegia adalah hal yang alami baginya.
“Sangat alami bagi saya untuk memilih Norwegia,” katanya kepada GOAL pada tahun 2023.
“Kau tak akan pernah tahu bagaimana jadinya jika ayah saya bermain lebih lama di Inggris atau hal lain. Mungkin saya akan menjadi orang Inggris, saya tidak tahu. Tapi ya, saya orang Norwegia, dan saya bangga akan hal itu.”
Meskipun para bek Inggris akan menghadapi tugas berat untuk menghentikan Haaland pada Sabtu ini, tim asuhan Thomas Tuchel tampaknya tidak terlalu menyesal bahwa mesin gol berusia 25 tahun itu tidak menjadi bagian dari mereka.
Kapten Inggris, Harry Kane, juga sedang berada dalam performa terbaiknya dan hanya tertinggal satu gol di belakang Haaland dalam perebutan Sepatu Emas.
Dengan keduanya akan saling berhadapan di Miami, para pendukung Inggris mungkin akan merasakan penyesalan jika Haaland kembali tampil gemilang seperti saat melawan Brasil di babak 16 besar.