Plot Twist Jumpa Pers Perkara Korupsi di Polda Metro Jaya
Willem Jonata July 11, 2026 02:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Konferensi pers yang digadang-gadang akan mengungkap perkembangan besar kasus dugaan korupsi di tiga perusahaan BUMN, antara lain PLN berkait pasokan batu bara untuk PLTU, PT Asabri, hingga Krakatau Steel, justru berujung antiklimaks.

Sejak Jumat (10/7/2026) pukul 03.00 WIB, puluhan personel Brimob Polri bersenjata lengkap telah bersiaga di depan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. 

Pengamanan ketat dilakukan untuk mengawal pemindahan barang bukti perkara dugaan mega korupsi ke Gedung Promoter Polda Metro Jaya.

Baca juga: Penggeledahan 13 Lokasi Terkait 3 Kasus Korupsi, Penegakan Hukum Harus Objektif Tanpa Pandang Bulu

Rangkaian persiapan berlangsung intens.

Tepat pukul 15.31 WIB, penyidik gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya mulai mengangkut barang bukti hasil penggeledahan di 12 lokasi. 

Sejumlah kontainer dan koper dibawa menuju lokasi konferensi pers, lalu ditata rapi bersama papan nama pejabat yang dijadwalkan hadir.

Barang bukti hasil sitaan penggeledahan terbilang cukup fantastis yakni tumpukan berbagai macam mata uang setara ratusan miliar dan 74 emas batangan.

Di atas meja konferensi, telah disiapkan papan nama Kabareskrim Polri, Kakortas Tipidkor Polri, Kadiv Humas Polri, jajaran Polda Metro Jaya, hingga perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ada dua perakilan KPK yang direncanakan awal akan hadir yakni Deputi Bidang Penindakan KPK Irjen Asep Guntur dan Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK Ely Kusumastuti. 

Susunan nama itu memunculkan ekspektasi bahwa Polri akan menyampaikan perkembangan penting dalam penanganan perkara tersebut.

Namun, skenario yang diharapkan tak sesuai ekspektasi.

Konferensi pers yang semula dijadwalkan pukul 16.30 WIB diundur menjadi pukul 19.00 WIB. 

Wartawan yang telah menunggu selama berjam-jam kembali harus bersabar karena agenda tak kunjung dimulai.

Baru pada pukul 21.41 WIB, konferensi pers akhirnya digelar.

Sejumlah nama yang sebelumnya tercantum di meja acara ternyata tidak hadir. 

Kakortas Tipidkor Polri Irjen Totok Suharyanto absen, begitu pula perwakilan KPK yang semula tertera pada papan nama meja tak nampak.

Konferensi pers akhirnya dipimpin Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto bersama Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor D. Mackbon, Dirtindak Kortas Tipidkor Polri Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo, dan Wadir Tipideksus Bareskrim Polri Kombes Andri Ananta Yudhistira.

Meski pengamanan dilakukan secara ketat dan barang bukti dalam jumlah besar telah dipamerkan. Ditambah lagi konferensi pers tersebut tidak diakhiri dengan pengumuman nama tersangka. 

Polisi hanya memaparkan perkembangan penyidikan dan memastikan penyidik masih bekerja melakukan pendalaman termasuk memeriksa sebanyak 15 saksi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penetapan tersangka akan disampaikan di tahap berikutnya atau dalam waktu dekat.

Di samping itu pemeriksaan terhadap saksi dalam rangka kepentingan penyidikan.

"Untuk saksi kafe de'Clan itu ada dua orang. Yang 4 orang moneny changer dengan inisial DH, HH, ER dan RP. Satu saksi lagi di rumah yang di Gandaria, atas nama DR," kata Budi Hermanto dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat (10/7/2026).

Kemudian, Budi Hermanto menyebut pemeriksaan juga dilakukan terhadap sopir dan seorang saksi yang berada di kawasan Jakarta Selatan.

Lalu, saksi yang diperiksa juga dari rumah di Sentul, Bogor, Jawa Barat yang belakangan diakui milik Jampidsus, Febrie Adriansyah.

"Tadi yang ditanyakan di Pacific Place TK. Termasuk ada satu saksi T drivernya DR, serta saksi dari NH. Yang tadi malam dilakukan penggeledahan itu saksi atas nama MIL. Dua saksi lagi sekuriti Sentul atas nama R dan A," tuturnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.