TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Seorang istri di Putussibau Selatan, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dilaporkan suaminya sendiri sebagai orang hilang.
Laporan itu dibuat pada Jumat 10 Juli 2026.
Seorang suaminya tersebut bernama Sopian dan istrinya adalah Juliana berusia 35 tahun.
Pasangan suami istri ini beralamat di Gang Sawit, Jalan Kalimantan, Kelurahan Kedamin Hulu, Kecamatan Putussibau Selatan.
Peristiwa mengejutkan dialami seorang pria bernama Sopian, warga Kecamatan Putussibau Selatan.
Ia baru saja kembali dari tempat kerjanya di Kecamatan Boyan Tanjung pada Rabu 8 Juli 2026, setelah hampir tiga minggu tidak pulang karena lokasi kerja yang minim jaringan komunikasi.
• Razia Tempat Hiburan Malam, Satpol PP Kapuas Hulu Temukan Cafe Tak Taat Aturan
Namun setibanya di rumah, Sopian mendapati kondisi rumah berantakan.
Lebih mengejutkan lagi, sang istri Juliana tidak ada di tempat.
Pakaian layak milik istrinya pun hilang, hanya tersisa pakaian lusuh.
Sopian kemudian berusaha mencari informasi dengan bertanya kepada keluarga, tetangga, hingga warga sekitar.
Sayangnya, tidak seorang pun mengetahui keberadaan Juliana.
Diketahui, Juliana sebelumnya pernah meninggalkan rumah tanpa kabar, tetapi saat itu tidak membawa pakaian maupun barang pribadi.
Kapolsek Putussibau Selatan, Iptu Ismail Sinuraya, membenarkan laporan tersebut.
Pihak kepolisian kini sudah berkoordinasi dengan keluarga untuk melakukan pencarian bersama.
“Kami berharap Juliana segera pulang ke rumah. Jika ada masalah, sebaiknya diselesaikan dengan baik-baik bersama keluarga,” ungkap Iptu Ismail.
• Buron Kasus Curas di Kapuas Hulu Ditangkap di Pontianak, Kini Jalani Pemeriksaan Intensif
Tinggi/Berat Badan: 150 cm / 50 kg
Bentuk Badan: Agak gemuk
Rambut: Hitam kecoklatan (kepirangan), lurus, panjang hingga dada
Mata: Bulat berwarna hitam
Warna Kulit: Kuning langsat
Tanda Istimewa: Tidak terdapat tanda khusus yang menonjol
Bentuk Wajah: Bulat
Sepanjang 2026, Kalimantan Barat mencatat sejumlah kasus orang hilang, mulai dari tenggelam di sungai besar hingga hilangnya helikopter di pedalaman Sekadau.
Kasus-kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan korban dari berbagai usia dan latar belakang.
Berikut daftarnya yang telah TribunPontianak.co.id rangkum:
• Buron Kasus Curas di Kapuas Hulu Ditangkap di Pontianak, Kini Jalani Pemeriksaan Intensif
1. Kasus Tenggelam di Sungai Kapuas
-30 Mei 2026, Kubu Raya: Yahdi Arriansyah (20) jatuh dari KM Sulawesi di Sungai Kapuas, ditemukan meninggal setelah 3 hari pencarian.
-28 Mei 2026, Pontianak: Fatur (8) tenggelam di Sungai Kapuas, jasad ditemukan 200 meter dari lokasi hilang.
2. Kasus Tenggelam di Sungai Landak
-27 Mei 2026, Landak: Khairul Umam (35) jatuh dari kapal kelotok akibat riwayat penyakit ayan, ditemukan meninggal setelah 4 jam pencarian.
3. Kasus Tenggelam di Sungai Melawi
-12 Februari 2026, Sintang: Tiga pelajar (ANG, DR, FN) tenggelam saat bermain di Sungai Melawi, seluruh korban ditemukan meninggal dunia.
4. Kasus Hilangnya Helikopter PK-CFX
-16 April 2026, Sekadau: Helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air hilang kontak di Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman.
-Jumlah korban: 8 orang (2 kru, 6 penumpang).
-Identitas kru: Captain Marindra W (pilot), Harun Arasyid (EOB).
-Identitas penumpang: Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, Sugito.
-Tim SAR gabungan TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat melakukan pencarian besar-besaran dengan helikopter Super Puma dari Lanud Supadio.
(*)