TRIBUNNEWS.COM - Timnas Spanyol memastikan langkah ke semifinal Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Belgia dengan skor 2-1 dalam laga perempat final di Los Angeles Stadium, Sabtu (11/7/2026).
Fabian Ruiz membawa La Roja unggul pada menit ke-30 sebelum Charles De Ketelaere menyamakan kedudukan bagi Belgia menjelang turun minum.
Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, pemain pengganti Mikel Merino muncul sebagai pahlawan lewat gol pada menit ke-88 yang memastikan kemenangan Spanyol.
Secara statistik, kemenangan tersebut memang layak diraih tim asuhan Luis de la Fuente.
La Roja mendominasi pertandingan dengan 68 persen penguasaan bola, melepaskan 17 tembakan, mencatat expected goals (xG) sebesar 2,04 berbanding 0,36 milik Belgia yang hanya mencatatkan lima tembakan.
Pengamat sepak bola sekaligus konten kreator sepak bola Hamid Anwar dari akun Instagram @analiskampungsebelah sebelumnya sudah memprediksi dominasi Spanyol dari sisi permainan.
"Secara statistik, Spanyol itu unggul dalam penguasaan bola, akurasi umpan, organisasi permainan. Spanyol berada di atas tim-tim yang berada di babak delapan besar," ujar Hamid Anwar dalam program Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar.
Baca juga: Spanyol Tantang Prancis di Semifinal Piala Dunia 2026, De la Fuente: Kami Bisa Kalahkan Les Bleus
Meski begitu, Hamid mengingatkan Belgia tetap berbahaya berkat efektivitas serangan mereka.
"Sementara Belgia menunjukkan efektivitas yang tinggi di lini depan dengan produktivitasnya, jadi laga ini berpotensi ditentukan efektivitas kedua tim," kata dia.
Prediksi laga yang memperebutkan tiket semifinal tersebut terbukti di lapangan.
Spanyol menguasai jalannya pertandingan, sedangkan Belgia mengandalkan efektivitas serangan balik.
Namun pada akhirnya, kualitas permainan kolektif La Roja menjadi pembeda.
Keberhasilan menembus semifinal pun diiringi sederet rekor yang semakin menegaskan status Spanyol sebagai salah satu favorit juara.
Pelatih Luis de la Fuente kembali membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pelatih tersukses yang dimiliki Spanyol.
Kemenangan atas Belgia membuatnya belum pernah menelan kekalahan dalam 13 pertandingan di ajang Piala Dunia dan Piala Eropa.
Rinciannya adalah 12 kemenangan dan satu hasil imbang.
Catatan tersebut menjadi rekor terbaik yang pernah dicapai seorang pelatih dalam sejarah dua turnamen besar tersebut.
Tak hanya itu, Spanyol kini mencatat 36 pertandingan beruntun tanpa kekalahan, dengan rincian 27 kemenangan dan sembilan hasil imbang sejak takluk 0-1 dari Kolombia pada Maret 2024.
Rekor tersebut menyamai pencapaian Argentina pada periode 2019-2022 yang dipimpin Lionel Messi.
Kini La Roja hanya berjarak satu pertandingan lagi untuk menyamai rekor dunia Italia yang mencatat 37 laga tak terkalahkan pada periode 2018 hingga 2021.
Kelolosan ke semifinal juga menghadirkan pertanda positif bagi Spanyol.
Ini merupakan baru kedua kalinya La Roja mencapai semifinal Piala Dunia sejak edisi 2010.
Menariknya, pada kesempatan sebelumnya di Afrika Selatan, Spanyol sukses melaju hingga menjadi juara dunia untuk pertama kalinya.
Selain itu, Spanyol juga menjadi juara bertahan Piala Eropa pertama yang mampu kembali mencapai semifinal Piala Dunia sejak mereka sendiri melakukannya pada 2010.
Fakta tersebut semakin memperkuat keyakinan bahwa skuad asuhan De la Fuente berpeluang mengulang kisah manis generasi emas Spanyol.
Baca juga: Hasil Piala Dunia 2026: Dejavu Magis Merino, Spanyol Resmi Tantang Prancis di Semifinal
Nama Mikel Merino kembali mencuri perhatian. Golnya ke gawang Belgia bukan sekadar memastikan kemenangan Spanyol.
Merino juga mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang dua kali mencetak gol kemenangan bagi Spanyol di fase gugur Piala Dunia setelah masuk sebagai pemain pengganti.
Sebelumnya, Merino juga menjadi pahlawan ketika mencetak gol penentu kemenangan atas Portugal pada babak 16 besar.
Jika ditarik lebih luas hingga Piala Dunia dan Piala Eropa, gelandang Arsenal tersebut kini telah mencetak tiga gol yang semuanya menjadi gol kemenangan.
Ia melakukannya saat menghadapi Jerman di perempat final Euro, Portugal pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, dan kini Belgia di perempat final.
Bintang muda Spanyol, Lamine Yamal, juga kembali menorehkan catatan istimewa. Ia dinobatkan sebagai player of the match dalam kemenangan Spanyol ini.
Penampilan melawan Belgia menjadi laga keenamnya di Piala Dunia saat masih berusia 18 tahun.
Ia menjadi pemain pertama dalam sejarah yang mampu mencatat lebih dari lima penampilan di Piala Dunia sebelum menginjak usia 19 tahun.
Selain itu, Yamal kini telah sukses melakukan 21 dribel sukses sepanjang turnamen.
Jumlah tersebut hanya kalah dari rekor Kylian Mbappe yang membukukan 22 dribel sukses saat membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018.
Dengan dominasi permainan, rentetan rekor yang terus tercipta, serta konsistensi luar biasa di bawah Luis de la Fuente, Spanyol kini melangkah ke semifinal dengan modal yang sangat meyakinkan.
Tantangan berikutnya pun sudah menanti. La Roja akan menghadapi Prancis dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan terbesar di Piala Dunia 2026.
(Tribunnews.com/Tio)