Lima Bendungan Diresmikan Presiden, AHY: Perkuat Swasembada Pangan, Energi, dan Air
Idham Khalid July 11, 2026 08:22 AM

 

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Robby Firmansyah 

TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, peresmian lima bendungan oleh Presiden menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, energi, dan air di Indonesia.

Hal itu disampaikan AHY usai menghadiri peresmian Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB), bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran pemerintah pusat maupun daerah, Jumat (10/7/2026).

"Kita sama-sama baru saja mengikuti peresmian Bendungan Meninting. Hari ini kita bahagia, Bapak Presiden beserta jajaran pemerintahan, ditingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten, bukan hanya di NTB karena sebetulnya yang diresmikan ada lima bendungan," kata AHY.

Ia menjelaskan, selain Bendungan Meninting di NTB, pemerintah juga meresmikan Bendungan Sidan di Bali, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta dua bendungan di Aceh, yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh.

Baca juga: AHY Tegaskan Pembangunan di Mandalika Tak Boleh Korbankan Lingkungan

Menurut AHY, kelima bendungan tersebut diharapkan menjadi penguat strategi pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan, swasembada energi, dan swasembada air.

"Bendungan punya berbagai fungsi atau multifungsi. Selain penyedia air baku, bendungan juga bisa mengairi irigasi yang meningkatkan produktivitas pertanian. Sawah-sawah yang sebelumnya hanya bisa satu kali panen bisa menjadi tiga kali panen karena pengairannya lebih baik," ujarnya.

Selain mendukung sektor pertanian, AHY mengatakan bendungan juga memiliki fungsi penting sebagai pengendali banjir di berbagai wilayah yang masih menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.

"Bendungan modern yang dikelola dengan baik dapat mengatur debit air sehingga membantu mengendalikan banjir di sejumlah kawasan di Indonesia," katanya.

AHY juga menyoroti potensi bendungan sebagai sumber energi baru dan terbarukan. Menurutnya, kawasan bendungan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit listrik tenaga air maupun pemasangan panel surya terapung (floating solar panel).

"Ini sudah dilakukan di sejumlah bendungan utama dan menjadi masa depan kita karena energi juga harus semakin ramah lingkungan. Energi baru dan terbarukan yang lebih bersih tentu baik untuk lingkungan," ucapnya.

Tak hanya itu, Mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini menilai bendungan juga memiliki nilai tambah sebagai destinasi wisata.

"Biasanya bendungan berada di lokasi yang indah, seperti Bendungan Meninting ini. Dikelilingi pegunungan, pemandangannya bagus, udaranya segar. Ini bisa menjadi destinasi wisata yang menjanjikan, bahkan bisa dimanfaatkan untuk olahraga air," tuturnya.

Dalam kesempatan itu, AHY menyebut pembangunan bendungan sejalan dengan harapan masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih, mendukung pertanian, hingga kebutuhan sektor industri.

"Tadi kita juga menghadirkan para petani dan masyarakat yang sangat menantikan sumber air bersih yang mencukupi kebutuhan rumah tangga, pertanian, maupun industri. Harapannya, kawasan ini juga mampu meningkatkan produksi pertanian," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum beserta seluruh pemerintah daerah yang terlibat dalam pembangunan dan pengelolaan bendungan.

"Saya berterima kasih kepada jajaran Kementerian Pekerjaan Umum yang berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, bekerja sama dengan gubernur, bupati, dan wali kota agar bendungan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Ia mengungkapkan pembangunan lima bendungan tersebut menelan anggaran sekitar Rp9,7 triliun dan merupakan proyek jangka panjang yang berlangsung selama lima hingga lebih dari tujuh tahun.

"Artinya, ini merupakan keberlanjutan program pemerintah sebelumnya. Apresiasi perlu diberikan kepada siapa pun pemerintahan terdahulu, baik di tingkat pusat maupun daerah, yang telah merancang, menyelesaikan persoalan lahan dan tata ruang, membangun hingga akhirnya bendungan ini dapat dioperasikan dan memberikan manfaat kepada masyarakat," kata AHY.

Putra sulung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini berharap investasi besar yang telah dikeluarkan pemerintah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Mudah-mudahan setiap rupiah yang dikeluarkan, yang merupakan uang rakyat, harus kembali kepada rakyat lagi dan mampu membawa kesejahteraan yang lebih baik ke depan," pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.