Laporan jurnalis TribunPapuaBarat.com, Matius Pilamo Siep
TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Angin kencang yang melanda Manokwari, Papua Barat, Jumat (10/7/2026), menyebabkan sejumlah pohon dan ranting berguguran di beberapa lokasi.
Salah satu pohon bahkan dilaporkan tumbang di kawasan Kampus Universitas Papua (Unipa).
Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG Manokwari, kecepatan angin mencapai sekitar 29 kilometer per jam.
Kondisi tersebut terjadi sekitar pukul 14.20 hingga 16.00 WIT.
Baca juga: Idolakan Kylian Mbappe, Warga Kampung Mandoni Fakfak Dukung Prancis Juara Piala Dunia
Pantauan TribunPapuaBarat.com di lapangan, angin kencang membuat dedaunan berhamburan di sejumlah ruas jalan.
Sebuah pohon di lingkungan Kampus Unipa juga tumbang akibat tiupan angin.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Namun, pohon yang tumbang sempat mengganggu arus lalu lintas sehingga sejumlah pengendara memilih menggunakan jalur alternatif untuk menghindari lokasi kejadian.
Selain menyebabkan pohon tumbang, angin kencang juga menerbangkan debu dan dedaunan kering di berbagai ruas jalan di Kota Manokwari.
Baca juga: Kanwil Kemenkum Papua Barat Harmonisasikan Lima Ranperda Strategis Fakfak
Kondisi tersebut mengurangi jarak pandang dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.
Salah seorang warga yang ditemui TribunPapuaBarat.com mengaku matanya mengalami iritasi setelah terkena debu yang beterbangan saat melintas di jalan.
"Debunya cukup banyak, sampai masuk ke mata dan membuat mata terasa perih serta merah," ujarnya.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika melintasi kawasan yang dipenuhi pepohonan rindang maupun saat berkendara di tengah angin kencang.
Pengendara juga disarankan mengurangi kecepatan, menggunakan pelindung mata atau helm dengan visor tertutup bagi pengendara sepeda motor, serta menghindari berteduh di bawah pohon besar saat angin kencang masih berlangsung demi mengantisipasi risiko pohon atau dahan tumbang.