Prabowo Resmikan Bendungan Keureuto dan Rukoh, Sekda Aceh Ikut Peresmian secara Virtual
Muliadi Gani July 11, 2026 10:54 AM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Presiden Prabowo Subianto meresmikan dua bendungan di Aceh pada Jumat (10/7/2026). 

Kedua bendungan itu adalah Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara dan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie. 

Peresmian kedua bendungan itu dilakukan Presiden secara bersamaan oleh dengan peresmian Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Provinsi Bali, dan Bendungan Meninting, di Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan tersebut secara langsung dari Bendungan Meninting, NTB.

Sementara empat bendungan lain termasuk dua di Aceh diresmikan secara virtual. 

“Pada siang hari ini, Jumat, 10 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto Presiden RI, dengan ini saya resmikan Bendungan Meninting NTB, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan Provinsi Bali,” kata Prabowo dikutip Prohaba dari Youtube Sekretariat Presiden.

Dalam sambutannya, Presiden menegaskan bahwa pembangunan bendungan merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan nasional, menjamin ketersediaan air baku, mengendalikan banjir, serta mendukung pengembangan energi baru terbarukan.

Lima bendungan tersebut dibangun sepanjang 2015 hingga 2025 dengan total investasi mencapai Rp9,79 triliun.

Baca juga: Menembus Medan Ekstrem, Jenderal TNI Pimpin Pembangunan Jembatan di Pedalaman Gayo Lues

Presiden menjelaskan, kelima bendungan tersebut akan menyuplai air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik, mengurangi potensi banjir di lahan seluas 932 hektare, serta mendukung pengembangan energi bersih melalui PLTA dan PLTS terapung.

Infrastruktur tersebut juga didukung jaringan irigasi sepanjang 279,98 kilometer yang akan mengairi sekitar 39.540 hektare lahan pertanian.

Adapun dua bendungan yang dibangun Aceh menelan anggaran Rp5 triliun lebih.

Bendungan Keureuto menjadi salah satu proyek dengan investasi terbesar, di mana nilai kontrak bendungan tersebut Rp2,961 triliun dengan masa konstruksi tahun 2015-2024.

Bendungan setinggi 74 meter itu memiliki kapasitas tampungan 215,94 juta m⊃3; dengan luas genangan mencapai 896,39 hektare.

Bendungan Keureuto memiliki panjang jaringan 75,94 km, yang ditargetkan mampu mengairi 14.695 hektare lahan irigasi; mereduksi banjir seluas 627 hektare; menyediakan air baku 0,65 m⊃3;/s; serta menyumbang energi sebesar 185,62 MW (PLTA: 6,34 MW dan PLTS Terapung: 179,28 MW).

Sementara, Bendungan Rukoh dibangun dengan nilai kontrak Rp2,483 triliun selama periode 2018-2024.

Bendungan ini memiliki tinggi 84 meter, kapasitas tampung 128,65 juta m⊃3;, serta area seluas 700 hektare.

Manfaat utamanya meliputi layanan irigasi untuk 12.194 hektare lahan, penyediaan air baku 0,90 m⊃3;/s, reduksi banjir 51 hektare, serta potensi energi total 141,22 MW (PLTA: 1,22 MW dan PLTS Terapung: 140 MW).

Baca juga: Gudang Komputer Toko Soraya Net di Lhokseumawe Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Ikut secara virtual Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir SIP MPA, bersama unsur Forkopimda Aceh menghadiri dan mengikuti rangkaian peresmian itu secara virtual di lokasi Bendungan Rukoh, Pidie.

Bagi Aceh, Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto menjadi infrastruktur strategis yang akan memperkuat sistem irigasi, meningkatkan produktivitas pertanian, menyediakan air baku bagi masyarakat, mengurangi risiko banjir, serta membuka peluang pengembangan energi terbarukan.

Usai mengikuti peresmian, Sekda Aceh menyampaikan bahwa rampungnya Bendungan Rukoh dan Bendungan Keureuto merupakan langkah penting dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memperkuat pembangunan sektor pertanian di Aceh.

Menurut Sekda, Pemerintah Aceh siap bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar manfaat kedua bendungan tersebut dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan daerah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya.

Turut mendampingi Sekda Aceh dalam kegiatan tersebut adalah unsur Forkopimda Aceh, jajaran Balai Wilayah Sungai Sumatra I, Pemkab Pidie, serta para pemangku kepentingan lainnya yang mengikuti agenda peresmian Presiden dari kawasan Bendungan Rukoh, Pidie.

(Rianza Alfandi/Yarmen Dinamika)

Baca juga: PN Banda Aceh Vonis DS Dua Tahun Penjara dalam Perkara Tindak Pidana terhadap Agama

Baca juga: Kapolri Segera Resmikan 300 Huntap Presisi untuk Korban Banjir Aceh Tamiang

Sumber: SerambiNews.com

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.