Dua Bendungan Nindya Karya Resmi Beroperasi, Dukung Ketahanan Air dan Pangan
Seno Tri Sulistiyono July 11, 2026 11:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM, LOMBOK BARAT- PT Nindya Karya (Persero) memperkuat kontribusinya dalam mendukung agenda strategis nasional pemerintah di bidang pengairan dan ketahanan pangan. 

Langkah nyata ini dibuktikan melalui penyelesaian konstruksi dua bendungan penting yang masuk dalam rangkaian 5 peresmian bendungan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Jumat 10 Juli 2026. 

Kelima bendungan yang diresmikan antara lain Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat; Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali; Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Aceh; serta Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh. 

Baca juga: Resmikan Bendungan, Prabowo: Meski Saya Berkali-kali Kalah, Warga NTB Selalu Setia kepada Saya

Acara peresmian tersebut diselenggarakan terpusat di Bendungan Meninting. Dari total lima bendungan yang diresmikan oleh Presiden, dua di antaranya merupakan proyek yang dikerjakan oleh Nindya Karya. Meliputi Bendungan Meninting yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat serta Bendungan Rukoh yang berlokasi di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.  

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pembangunan lima bendungan baru merupakan investasi strategis negara yang dirancang untuk memperkuat fondasi ketahanan air, pangan, dan energi nasional. 

"Lima bendungan yang diresmikan hari ini adalah investasi negara yang dapat meningkatkan ekonomi Indonesia, terutama dalam mewujudkan ketahanan air, pangan, dan energi," ungkap Presiden.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo  menjelaskan fungsi strategis dari infrastruktur tersebut. Menteri Dody menegaskan bahwa bendungan memiliki peran multifungsi untuk mendukung hajat hidup masyarakat luas dalam jangka panjang. 

"Bendungan merupakan infrastruktur multifungsi yang dibangun untuk memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Selain memperkuat layanan irigasi sebagai penopang swasembada pangan, bendungan juga menyediakan air baku, mendukung pengembangan energi baru terbarukan, serta mengurangi risiko banjir di berbagai wilayah," ujar Menteri Dody. 

Secara teknis, Bendungan Meninting yang digarap Nindya Karya memiliki kapasitas tampung sebesar 9,91 juta m⊃3;. Infrastruktur ini dirancang untuk melayani irigasi seluas 1.559 ha, menyuplai air baku 0,15 m⊃3;/detik, mereduksi risiko banjir pada area seluas 59 ha, serta berpotensi menghasilkan energi ramah lingkungan lewat PLTA 0,80 MW dan  PLTS terapung 9,23 MW.

Sementara itu, Bendungan Rukoh di Aceh juga hadir membawa kapasitas tampung masif yang diandalkan untuk memperkuat sistem pengairan pertanian daerah.

Sementara itu, Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero) Firmansyah, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh keberhasilan program-program prioritas pembangunan nasional, khususnya dalam memperkuat fondasi ketahanan air, pangan, dan energi yang dicanangkan oleh pemerintah.  

"Nindya Karya berkomitmen untuk terus mendukung dan mensukseskan program pemerintah, terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan di tanah air," ujar, Firmansyah. 

Turut hadir dalam peresmian tersebut, Direktur Utama Nindya Karya Firmansyah, Direktur Operasi 1 Nindya Karya Fatchurrohman, Corporate Secretary M. Maududy Ary, Senior Vice President Divisi Infrastruktur 1 Alfriady Zuliansyah, Senior Vice President Divisi QHSE Dedikasi Firansyah, Vice President Produksi 1 Divisi Infrastruktur 1 Edden Umaga Dinata serta Project Manager Bendungan Meninting Safero Indriagatha Naskar. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.