Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MALTENG, TRIBUNAMBON.COM - Kemenangan Tim Nasional (Timnas) Spanyol atas Belgia dengan skor 2-1 di babak seperempat final Piala Dunia 2026 disambut gembira oleh pendukung La Furia Roja di Kota Masohi, Maluku Tengah.
Laga Spanyol versus Belgia yang disiarkan pada Sabtu (11/7/2026) dini hari berhasil menyedot perhatian ratusan pendukung.
Alhasil, usai pertandingan para pendukung Timnas Spanyol konvoi memecahkan sepinya jalanan utama di Kota Masohi pada pagi hari.
Pendukung menggunakan kendaraan roda dua hingga roda empat konvoi mengitari Kota Masohi.
Bendera Spanyol berbagai ukuran turut meramaikan konvoi. Bunyi klakson kendaraan tak terhindari sepanjang jalan.
Walau berlangsung kurang dari satu jam, personil kepolisian nampak sigap menjaga tertibnya lalu lintas di Kota Masohi.
Kemenangan Timnas Spanyol ini sebagai langkah pasti La Furia Roja mengamankan posisi di laga semi final FIFA World Cup 2026.
Baca juga: Beda Level, Kalian Pulang Kami Semifinal! Poster Satir Suporter Spanyol saat Konvoi di JMP Ambon
Baca juga: PLN Komitmen Dukung Keandalan Listrik Ground Breaking Blok Masela
Hal itu juga telah diprediksi oleh pendukung La Furia Roja, Yosi, ia optimis dan memastikan kemenangan berada di pihak Timnas Spanyol.
"Besok pagi jang lupa liput Spanyol pawai ee," ujar Yosi dengan optimis memastikan kemenangan Spanyol.
Menurutnya, permainan Spanyol berbeda dengan lainnya, dimana akan menang di waktu normal tanpa extra time.
"Besok ini jam 6 selesai (menang), tanpa tambahan waktu," tukasnya.
Ekspresi kemenangan oleh para pendukung menandai sportifitas yang tinggi dan kecintaan masyarakat Maluku Tengah khususnya di Kota Masohi terhadap dunia sepak bola.
Bahkan, suasana konvoi kemenangan sering menjadi ajang silaturahmi sekaligus menyatukan masyarakat dari yang tidak kenal menjadi saling kenal.
Hal itu terlihat dari para pendukung yang heterogen, laki-laki, perempuan, anak muda, orang tua, pegawai pemerintah, pegawai swasta dan lainnya.
Euforia Piala Dunia seakan menjadi lebaran per empat tahun bagi masyarakat. Mereka bahkan tak tanggung-tanggung merogoh kocek untuk membeli atribut Timnas kecintaan mereka. (*)