Pratinjau Pertandingan: Norwegia vs Inggris
Dewi Rahayu July 11, 2026 06:42 AM

Penyerang Manchester City itu kini berada di posisi kedua dalam perburuan sepatu emas dengan torehan tujuh gol, termasuk dua gol yang menyingkirkan Brasil.

Dua gol tersebut menunjukkan bahwa menghentikannya tidak semudah yang dibayangkan. Gol pertamanya memperdaya salah satu bek tengah terbaik dunia, Gabriel, sementara gol keduanya lahir dari akurasi dan kekuatan luar biasa. Keduanya merupakan tipe gol yang berbeda dan, yang lebih mengkhawatirkan, bukan jenis gol yang biasanya dicetak oleh Erling Haaland.

Biasanya, Haaland dikenal dengan gaya bermainnya yang agresif—berlari langsung ke arah gawang atau mencetak gol dari jarak dekat di dalam kotak enam yard. Namun kali ini, ia mencetak gol lewat sundulan keras dan tendangan jarak 20 yard yang spektakuler.

Bagi Inggris, ini menjadi kabar buruk karena mereka sedang berhadapan dengan Haaland dalam performa terbaiknya di Piala Dunia ini: tenang, mematikan, dan dikelilingi oleh rekan setim yang memahami cara memaksimalkan potensinya.

Ada sisi predator dalam dirinya, seperti karakter ular hipnotis Kaa dari karya Rudyard Kipling dalam The Jungle Book—tenang dan menawan hingga saat ia mengunci pandangan, lalu mematikan. Korbannya bahkan tidak sadar sebelum semuanya terlambat.

Keuntungan bagi Inggris mungkin terletak pada fakta bahwa tiga bek mereka bermain bersama Haaland di Manchester City. Marc Guéhi, Nico O’Reilly, dan John Stones tentu sangat mengenalnya.

Selain itu, Inggris memiliki satu-satunya bek Liga Premier yang terbukti mampu menghentikannya. Dan Burn dari Newcastle, yang tampil gemilang saat melawan Meksiko di babak 16 besar, memiliki catatan impresif menghadapi Haaland—dan bisa jadi kembali dibutuhkan pada Sabtu nanti.

Inggris kini tengah dilanda kekhawatiran akibat cedera dan penyakit. Declan Rice (sakit) dan Marc Guéhi (cedera hamstring) belum berlatih sejak laga epik melawan Meksiko pada hari Minggu.

Jarell Quansah mendapat larangan bermain dua pertandingan setelah kartu merahnya melawan Meksiko, meski Asosiasi Sepak Bola Inggris telah mengajukan banding terkait keputusan wasit yang hanya meninjau tayangan lambat dan gambar diam dari VAR. Seperti yang diketahui, tayangan lambat sering membuat tekel terlihat lebih keras, meski keputusan kartu merah tetap sulit dibantah. Namun hukuman satu pertandingan terasa lebih proporsional. Sayangnya bagi Inggris, mereka tidak memiliki Donald Trump untuk menekan FIFA agar Quansah bisa bermain.

Thomas Tuchel kembali menghadapi masalah di posisi bek kanan, dengan harapan besar bahwa Reece James bisa pulih setelah absen di tiga pertandingan terakhir.

Meski begitu, Inggris tetap menjadi favorit. Harry Kane (enam gol, satu assist) dan Jude Bellingham (empat gol, satu assist) sedang dalam performa luar biasa. Winger Anthony Gordon tampil terbaiknya dalam seragam Inggris melawan Meksiko, kiper Jordan Pickford juga kembali ke performa terbaik setelah periode sulit, dan kemenangan besar itu telah meningkatkan kepercayaan diri seluruh tim.

Pickford akan mencatatkan rekor sebagai pemain Inggris dengan penampilan terbanyak di putaran final Piala Dunia, dengan 18 pertandingan, melampaui rekor Peter Shilton.

Menjelang pertandingan, Norwegia mencoba menambah tekanan terhadap lawan mereka.

“Ada beberapa tim favorit di luar sana, dan Inggris adalah salah satunya, jadi kalian semua seharusnya memberikan tekanan penuh kepada para pemain Inggris,” ujar Haaland kepada para jurnalis.

Norwegia terus menjadi salah satu kejutan menyenangkan di Piala Dunia yang sejauh ini berlangsung fantastis. Mereka bukan sekadar kuda hitam seperti yang diperkirakan banyak orang, tapi tampil jauh lebih baik dan bisa menjadi ancaman serius bagi Inggris.

Bermain dengan gaya langsung dan terkontrol, Norwegia tampil disiplin di seluruh lini. Mereka belum pernah melaju sejauh ini di Piala Dunia, dan catatan 12 gol setelah kampanye kualifikasi yang impresif menunjukkan kepercayaan diri tinggi serta kestabilan tim.

Rumor tentang wabah penyakit di kamp mereka dibantah oleh dokter tim, Ola Sand, setelah pelatih Ståle Solbakken menyuarakan kekhawatiran tentang kondisi kesehatan beberapa pemain usai kemenangan atas Brasil.

Sand menegaskan bahwa seluruh skuad dalam kondisi sehat dan menyebut spekulasi media mengenai wabah penyakit hanya sebagai rumor semata.

Inggris unggul dalam rekor pertemuan dengan tujuh kemenangan dari 12 laga sebelumnya melawan Norwegia, namun ini akan menjadi pertemuan pertama mereka di turnamen besar.

Kedua tim sama-sama memiliki striker kelas dunia, namun pertahanan mereka bisa menjadi titik lemah. Pertarungan di lini tengah akan sangat menentukan, sementara Inggris memiliki lebih banyak ancaman gol dari berbagai posisi. Tuchel kemungkinan akan mengandalkan pemain sayapnya untuk menekan pertahanan Norwegia yang dianggap sebagai titik paling lemah dan jalur terbaik menuju gol. Hal yang sama bisa dikatakan tentang Inggris.

Haaland telah mencetak gol dalam 14 pertandingan internasional berturut-turut, sehingga tugas Inggris jelas: hentikan dia mencetak gol ke-15, dan peluang menuju semifinal akan terbuka lebar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.