Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang
TRIBUNNEWS.COM, TOKYO – Seorang warga negara Indonesia (WNI) berusia 24 tahun meninggal dunia setelah tenggelam di kolam air terjun (takitsubo) di Prefektur Aichi, Jepang, Sabtu (11/7/2026).
"Pada hari yang sama, kecelakaan air juga terjadi di Prefektur Gifu yang menewaskan seorang pemancing berusia 65 tahun," ungkap sumber Tribunnews.com di kepolisian Jepang.
Menurut pihak pemadam kebakaran, sekitar pukul 12.30 siang diterima laporan darurat 119 dari seorang pria yang berada di lokasi, menyatakan bahwa "seorang pria yang masuk ke kolam air terjun tidak muncul ke permukaan selama lebih dari lima menit."
Kecelakaan terjadi di Air Terjun Ushi no Taki, yang berada di Sungai Sakai, Kota Toyokawa, Prefektur Aichi.
Polisi mengidentifikasi korban sebagai Naufal Angga Munajat (24), warga negara Indonesia yang tinggal di Kota Mizuho, Prefektur Gifu.
Korban segera dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit, namun sekitar dua jam kemudian atau sekitar 14.30 dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: WNI Tewas Tenggelam di Danau Gaisalp Jerman, Kemlu Pastikan Tak Ada Tindak Pidana
Datang bersama empat orang
Menurut hasil penyelidikan awal, korban datang ke lokasi wisata sungai bersama empat orang, terdiri dari pria dan wanita.
Polisi menduga Naufal melompat sendirian ke kolam di bawah air terjun, kemudian tenggelam.
Hingga kini, polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Pemancing juga tewas di Gifu
Pada hari yang sama sekitar pukul 14.15, kecelakaan air lainnya terjadi di Sungai Hida, wilayah Mihara, Kota Gero, Prefektur Gifu.
Seorang pria berusia 65 tahun asal Kota Nakatsugawa, Prefektur Gifu, yang sedang memancing dilaporkan berenang untuk mengambil sebagian peralatan pancingnya yang hanyut terbawa arus.
Pria tersebut kemudian tenggelam. Meski berhasil dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia sekitar dua jam kemudian.
Dua kecelakaan yang terjadi pada hari yang sama ini kembali menjadi pengingat akan bahaya bermain air maupun berenang di sungai dan air terjun, terutama pada musim panas ketika banyak orang mengunjungi lokasi wisata alam di Jepang.
Polisi dan otoritas setempat mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati dan tidak meremehkan arus maupun kedalaman air di sungai dan air terjun.
Diskusi beasiswa dan loker di Jepang dilakukan Pencinta Jepang gratis bergabung. Kirimkan nama alamat dan nomor whatsapp ke email: tkyjepang@gmail.com