Malioboro Segera Full Pedestrian, Skema Giratori Jalan Sekitar Tetap Berlaku
Hari Susmayanti July 11, 2026 07:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Persiapan teknis dan pemetaan rekayasa lalu lintas ditempuh Pemkot Yogyakarta, menyusul rencana penerapan skema pedestrian penuh di kawasan Malioboro. 

Langkah ini dilakukan guna memastikan pergerakan arus kendaraan di sekitar kawasan ring satu tetap berjalan optimal saat kebijakan tersebut resmi digulirkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, menyatakan, pihaknya kini fokus melakukan analisis mengenai dampak penutupan jalur utama Malioboro terhadap pemukiman dan jalan-jalan di sekitarnya. 

Dengan simulasi dan uji coba telah dilakukan beberapa kali sebelumnya, ia optimis, rencana yang disebut-sebut bakal diterapkan per akhir 2026 ini bisa bergulir lancar.

"Kita ndherek, nanti seperti apa skema dari provinsi, karena kami di ranah teknis. Makanya sekarang kita siapkan dan lakukan pemetaan. Analisisnya seandainya ditutup total seperti apa, dan apa saja yang harus diantisipasi," ungkapnya, Jumat (10/7/2026).

Baca juga: Bocah Korban Kekerasan Seksual di Sorosutan Masih Trauma Berat

Arif menegaskan, sistem satu arah atau skema giratori yang mengitari kawasan Malioboro, seperti Jalan Mataram dan Jalan Abu Bakar Ali, tetap akan dipertahankan. 

Menurut kajian teknis yang ditempuhnya, mengembalikan jalur tersebut menjadi dua arah justru berpotensi memicu kemacetan parah dan konflik lalu lintas tinggi.

Sistem giratori satu arah dinilai menjadi solusi paling logis untuk menambah kapasitas tampung jalan di sekitar ring satu Malioboro, guna menahan tingginya volume kendaraan. 

"Giratori itu kalau menjadi two-way traffic, maka banyak konflik lalu lintas. Orang menyeberang, melintas, belum lagi kapasitasnya menjadi padat-padat, demand-nya sangat tinggi. Apalagi, giratori itu kan kajian lama, bukan dari kita yang membuat. Itu analisis lama, dan menjadi syarat. Jadi, untuk menambah kapasitas ring satunya Malioboro, ya dengan skema one-way," tandas Kadishub.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai ketersediaan kantong parkir, ia pun meluruskan persepsi publik yang selama ini kadung melekat. 

Menurutnya, skema pedestrian penuh tidak akan mengubah fungsi parkir secara drastis, mengingat selama ini Malioboro memang sudah steril dari fasilitas parkir kendaraan.

"Malioboro itu ditutup atau tidak, kan memang tidak ada tempat parkir di sepanjang jalannya. Jadi masyarakat yang datang ke Malioboro selama ini kan memang parkirnya di luar kawasan, bukan di badan jalan Malioboro. Hanya saja, besok akses masuk menuju kantong parkirnya yang berubah mengikuti rekayasa lalu lintas yang baru," jelasnya. (aka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.