BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf mengharapkan penguatan infrastruktur Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjarbaru agar mampu melayani pesawat berbadan lebar.
Hal itu diungkapkan Gus Irfan dalam sambutannya saat meresmikan gedung baru Asrama Haji Kelas I Banjarmasin, Jumat (10/7).
Gus Irfan menyampaikan harapan agar pengembangan Asrama Haji diiringi dengan peningkatan kapasitas bandara. Ia menilai, keberadaan landasan pacu yang memadai akan membuka peluang bagi pesawat berbadan lebar untuk beroperasi sehingga penerbangan langsung menuju Arab Saudi dapat terwujud.
“Mungkin landasannya perlu diperpanjang agar pesawat-pesawat besar bisa mendarat dan melayani langsung ke Arab Saudi,” katanya, saat sambutan.
Menurut Gus Irfan, pengembangan pengembangan bandara akan mendukung rencana pemerintah menjadikan sejumlah asrama haji sebagai pusat layanan terpadu (one stop service) bagi jemaah umrah.
Dalam konsep tersebut, calon jemaah dapat menyelesaikan seluruh proses persiapan di Asrama Haji. Mulai dari menginap, mengikuti manasik, hingga pemeriksaan dokumen sebelum langsung menuju bandara.
Dan Asrama Haji Kelas I Banjarmasin disiapkan menjadi salah satu lokasi penerapan sistem one stop service tersebut.
Baca juga: Terdampak Kemarau, BPBD Banjar Pasok Air Bersih ke Delapan Desa di Lima Kecamatan
Meski demikian, Gus Irfan menjelaskan tidak semua daerah dapat langsung menerapkan konsep one stop service, karena mereka akan terlebih dahulu melihat kesiapan masing-masing daerah, baik dari sisi jumlah jemaah maupun infrastruktur pendukung, seperti bandara yang bisa didarati pesawat berbadan lebar.
Oleh sebab itu, Gus Irfan berharap dukungan semua pihak. Pasalnya, selain pengelola asrama haji, pemerintah juga akan melibatkan Direktorat Jenderal Imigrasi, penyelenggara perjalanan ibadah umrah, pemerintah daerah, hingga bandara.
Diketahui, runway Bandara Internasional Syamsudin Noor saat ini memiliki panjang 2.500 meter x 45 meter, yang secara teknis baru mampu melayani pesawat berbadan lebar tertentu seperti Airbus A330-300. Sementara untuk membuka penerbangan langsung jarak jauh, misalnya ke Jeddah, dibutuhkan runway minimal 3.000 meter agar pesawat bisa lepas landas dengan muatan penuh tanpa transit.
Perpanjangan runway sendiri telah direncanakan dalam master plan bandara (KP 2033 Tahun 2018), dengan penambahan sekitar 500 meter dan estimasi biaya mencapai Rp 356 miliar. Jika terealisasi, landasan pacu akan mampu melayani pesawat lebih besar seperti Boeing 777 hingga Airbus A380.
Runway sepanjang 3.000 meter, membuka peluang rute langsung ke Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa. Selain memangkas waktu tempuh dan biaya tiket karena tidak perlu transit di bandara besar seperti Jakarta atau Surabaya, hal ini juga berpotensi mendorong pertumbuhan sektor logistik dan ekspor daerah.
Diketahui, kedatangan Menhaj untuk meresmikan gedung baru Asrama Haji Kelas I Banjarmasin. Gedung yang dibangun menggunakan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah haji asal Kalsel dan Kalimantan Tengah.
(banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki)