TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -Pengelola TPA Sarimukti menambah alat berat untuk meningkatkan efektifitas penataan sampah.
Pasalnya, gas metana di tumpukan sampah mudah naik dampak cuaca panas di musim kemarau hingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
"Kita sudah sediakan anggaran tahun ini untuk penutupan sampah, alat berat kita tambah untuk menata timbunan," kata Kepala UPTD Pengelolaan Sampah TPA/TPST Regional pada DLH Jawa Barat, Arief Perdana, Jumat (10/7/2026).
Selain manambah alat berat, pengelola telah menyiapkan hidran hingga perlengkapan pemadam kebakaran.
"Kemudian juga sudah ada alta pemadam api, baik yang berat maupun ringan," ungkapnya.
Koordinasi dengan pihak pemadam kebaran Pemkab Bandung Barat telah ditingkatkan hingga menggelar simulasi pemadaman api.
Baca juga: TPA Sarimukti Batasi Kuota, Kota Bandung Targetkan Pengurangan Sampah 250 Ton per Hari
Seiring dengan itu, langkah antisipasi juga dilakukan dengan meningkatkan imbauan menyalakan api hingga rokok khususnya di Zona 5 TPA Sarimukti.
"Sama damkar kita lakukan simulasi dan sosialisasi, supayan masyarakat lebih berhati-hati, pengemudi truk dan penyuluhan kepada pemulung juga sudah dilakukan," tuturnya.
Kandungan gas metana di Zona 5 TPA Sarimukti belum diketahui secara detail.
Arief mengkonfirmasi jika cuaca panah akan meningkatkan gas metana hingga bisa memicu terjadinya kebakaran.
"Intinya kalau ada tumpukan sampah khsususnya oranik, pasti akan bereaksi. Ada pecahan kaca kena sinar matahari itu bisa jadi pemantik (api). kalau kodisinya kering bisa memicu kebakaran. Karena itu yang penting adalah sampah ditutup tanah, bisa mengurangi risiko," tandasnya.(*)