TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Baru sepekan setelah aksi bersih-bersih pesisir dilakukan, tumpukan sampah kembali memenuhi kawasan pantai di Kelurahan Baras, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat.
Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kelurahan Baras kembali mengajak masyarakat menggelar gotong royong membersihkan sampah yang mencemari bibir pantai, Sabtu (11/7/2026).
Sejak pagi, puluhan warga bersama aparat kelurahan telah berkumpul di sepanjang pesisir.
Mereka membawa karung, sekop, dan alat kebersihan untuk mengumpulkan sampah yang berserakan.
Baca juga: Pengabdian Terakhir Nur Salam, Petugas Damkar Pasangkayu Meninggal Sehari Usai Padamkan Kebakaran
Baca juga: Sekda Sulbar Jelaskan Proses Pengisian Kursi Wakil Gubernur yang Masih Kosong
Satu per satu warga menyusuri bibir pantai sambil memungut sampah plastik, botol minuman, gelas sekali pakai, kemasan makanan, potongan kayu, hingga limbah rumah tangga yang terbawa arus laut maupun dibuang sembarangan.
Beberapa warga tampak membungkuk memasukkan sampah ke dalam karung berukuran besar.
Di sisi lain, sejumlah pemuda membantu mengumpulkan sampah yang tersangkut di sela-sela batu dan semak di tepi pantai.
Tumpukan sampah terlihat membentang di sepanjang garis pantai. Aroma tak sedap sesekali tercium dari limbah yang telah bercampur dengan lumpur dan pasir.
Karung-karung yang telah penuh kemudian dikumpulkan di satu titik sebelum diangkut menggunakan kendaraan menuju tempat pembuangan akhir.
Meski cuaca cukup terik, semangat warga tidak surut. Mereka saling bergantian mengangkat karung berisi sampah agar kawasan pesisir kembali bersih.
Lurah Baras, Asria, mengatakan kegiatan tersebut kembali dilakukan karena sampah rumah tangga kembali menumpuk, padahal kawasan pesisir baru saja dibersihkan sekitar sepekan lalu.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.
"Baru sekitar sepekan setelah dibersihkan, sampah kembali menumpuk. Ini menjadi perhatian bersama karena pekerjaan membersihkan pantai akan terus berulang jika masih ada yang membuang sampah sembarangan," ujarnya.
Asria kembali mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan kawasan pesisir sebagai tempat pembuangan sampah.
Ia mengajak seluruh warga membuang sampah pada tempat yang telah disediakan serta mulai membiasakan memilah dan mengelola sampah rumah tangga.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, apalagi di pantai. Pantai ini milik kita bersama, sehingga kebersihannya juga menjadi tanggung jawab bersama," kata Asria.
Ia berharap masyarakat tidak hanya hadir saat kegiatan gotong royong, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan setiap hari.
Menurutnya, jika seluruh warga memiliki kepedulian yang sama, kawasan pesisir Baras akan tetap bersih, sehat, dan nyaman, sekaligus menjadi lingkungan yang layak dinikmati masyarakat maupun pengunjung.
Asria juga mengajak warga saling mengingatkan apabila melihat masih ada orang yang membuang sampah di kawasan pantai.
"Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat agar persoalan sampah ini dapat diatasi bersama. Jangan sampai setiap pekan kita harus membersihkan sampah di lokasi yang sama," tutupnya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan