TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Di balik kobaran api yang berhasil dipadamkan, tersimpan kisah pengabdian terakhir seorang petugas pemadam kebakaran yang mengabdikan hidupnya untuk menyelamatkan orang lain.
Kepala Bagian Penyelamatan dan Evakuasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pasangkayu, Nur Salam, menghembuskan napas terakhir pada Jumat pagi (10/7/2026), setelah sempat menjalankan tugas terakhirnya memadamkan kebakaran gedung pencucian mobil di Jalan Ir Soekarno, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Rabu (8/7/2026).
Saat kebakaran terjadi, Nur Salam masih terlihat memimpin proses pemadaman bersama rekan-rekannya.
Baca juga: Sekda Sulbar Jelaskan Proses Pengisian Kursi Wakil Gubernur yang Masih Kosong
Baca juga: Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan Jampidsus, Jaksa Agung Terima Pengunduran Diri
Di tengah kepulan asap tebal dan panasnya kobaran api, ia tampak mondar-mandir mengatur strategi, memastikan api tidak merembet ke bangunan di sekitarnya.
Dengan selang di tangan dan perlengkapan lengkap yang melekat di tubuhnya, ia menjadi salah satu petugas yang paling sibuk berjibaku melawan si jago merah.
Tak ada yang menyangka, momen itu menjadi pengabdian terakhirnya di lapangan.
Salah seorang kerabat almarhum yang dikonfirmasi Tribun-Sulbar.com, Sabtu (11/7/2026), mengatakan usai menjalankan tugas pemadaman kebakaran, kondisi kesehatan Nur Salam mulai menurun.
"Malam setelah pulang dari pemadaman, beliau muntah darah lagi," ujarnya.
Menurutnya, almarhum memang telah lama mengeluhkan kondisi kesehatannya. Bahkan beberapa kali menjalani pemeriksaan dan perawatan di RSUD Pasangkayu karena keluhan serupa.
Meski demikian, setiap kali kondisinya membaik, Nur Salam tetap memilih kembali bertugas.
Baginya, panggilan tugas sebagai petugas pemadam kebakaran selalu menjadi prioritas.
Namun, kondisi kesehatannya kali ini tak lagi mampu bertahan.
Pada Jumat pagi, Nur Salam mengembuskan napas terakhir dan meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan kerja, serta masyarakat yang mengenalnya sebagai sosok sederhana, ramah, dan penuh dedikasi.
Almarhum telah dipulangkan ke tempat peristirahatan terakhir pada Jumat (10/7/2026).
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Pasangkayu.
Rekan-rekannya mengenang Nur Salam sebagai sosok yang tidak pernah ragu berada di garis depan setiap kali sirene kebakaran berbunyi.
Ia dikenal selalu mendahulukan keselamatan warga dibanding dirinya sendiri.
Aksi pemadaman kebakaran di Jalan Ir Soekarno yang sempat diabadikan dalam foto dan video kini menjadi kenangan terakhir pengabdiannya.
Di balik seragam merah yang dikenakannya, tersimpan semangat pengabdian yang tak pernah padam hingga akhir hayat.
Nur Salam telah menyelesaikan tugas terakhirnya sebagai petugas pemadam kebakaran. Ia pergi setelah mengabdikan tenaga dan waktunya untuk melindungi masyarakat dari bahaya kebakaran.
Kepergiannya meninggalkan jejak pengorbanan yang akan selalu dikenang oleh keluarga besar Damkar Pasangkayu dan masyarakat yang pernah merasakan manfaat dari pengabdiannya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan