TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Sejumlah ruang kelas di SMP Negeri 3 Ngawen, Kabupaten Blora, kini semakin nyaman digunakan untuk aktivitas belajar mengajar.
Hal itu usai, ada sejumlah ruang yang direhab dengan bantuan program revitalisasi senilai sekitar Rp1,3 miliar pada 2025 lalu.
Bantuan tersebut dimanfaatkan untuk merehabilitasi tiga ruang kelas, membangun ruang UKS dan gedung administrasi baru, serta memperbaiki musala sekolah.
Kepala SMP Negeri 3 Ngawen, Dwi Suryono Putro, mengatakan sebelum direvitalisasi, kondisi tiga ruang kelas yang direhabilitasi mengalami kerusakan berat sehingga tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
"Revitalisasi tahun kemarin nilainya sekitar Rp1,3 miliar. Kegiatannya meliputi rehab tiga ruang kelas, pembangunan ruang UKS baru, pembangunan gedung administrasi, dan rehab tempat ibadah atau musala," terangnya, Sabtu (11/7/2026).
Pihaknya menjelaskan, kerusakan pada tiga ruang kelas itu sebelum dibangun cukup parah. Atap bangunan sudah ambrol, rangka kayu penyangga atap lapuk, dinding mengalami banyak retakan, hingga lantai pecah di sejumlah titik.
Baca juga: Resmi Turun, Daftar Harga Bahan Bakar Minyak BBM Terbaru Sabtu 11 Juli 2026, Kini Jadi Rp19.300
"Untuk kelas memang rusak berat. Atap sudah ambrol, kayu-kayu atap sudah rapuh, dinding banyak yang retak, kemudian lantainya juga banyak yang pecah sehingga tidak layak digunakan," katanya.
Menurut Dwi, sebelum direhabilitasi, ketiga ruang kelas tersebut sama sekali tidak difungsikan karena membahayakan keselamatan siswa dan guru.
"Yang direhab itu tiga ruang kelas dan sebelumnya memang tidak digunakan sama sekali. Setelah direhab, alhamdulillah sekarang sudah bisa digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar," jelasnya.
Selain ruang kelas, SMP N 3 Ngawen juga kini memiliki ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang sebelumnya belum dimiliki.
"UKS kami memang bangunan baru karena sebelumnya sekolah belum memiliki ruang UKS. Gedung administrasi juga merupakan bangunan baru dan sekarang sudah bisa digunakan," jelasnya.
Sementara itu, untuk musala sekolah, revitalisasi baru mencakup perbaikan bagian atap. Dwi mengatakan masih diperlukan perbaikan lanjutan, terutama pada bagian lantai.
"Untuk musala kemarin yang direhab hanya atapnya. Lantainya belum tersentuh dalam program revitalisasi kemarin, sehingga masih menjadi kebutuhan ke depan," katanya.
Meski demikian, Dwi merasa bersyukur sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi tersebut. Menurutnya, program itu sangat membantu meningkatkan kenyamanan dan keamanan fasilitas belajar di SMP Negeri 3 Ngawen.
"Alhamdulillah sekolah kami mendapat bantuan revitalisasi sehingga fasilitas yang sebelumnya rusak kini sudah bisa dimanfaatkan kembali," paparnya.(Iqs)