TRIBUNJOGJA.COM - Banyak orang tak sabar menantikan datangnya hari Sabtu dan Minggu.
Setelah lima hari bekerja atau belajar, weekend menjadi waktu untuk beristirahat, berkumpul bersama keluarga, hingga jalan-jalan bersama teman atau orang terkasih.
Namun, pernahkah terpikir mengapa akhir pekan justru jatuh pada hari Sabtu dan Minggu?
Mengapa bukan Senin supaya kita memulai minggu baru dengan hari libur?
Ternyata, penetapan weekend bukanlah sesuatu yang terjadi secara sederhana.
Ada sejarah panjang yang melibatkan agama, hak pekerja, hingga perkembangan dunia industri.
Dilansir dari BBC, konsep akhir pekan yang kita kenal sekarang lahir melalui proses yang berlangsung selama ratusan tahun.
Pada masa lalu, sebagian besar pekerja hanya memiliki satu hari libur dalam seminggu, bahkan ada yang bekerja tujuh hari tanpa henti.
Di berbagai negara Barat, hari Minggu lebih dulu dijadikan hari libur karena berkaitan dengan tradisi ibadah umat Kristen yaitu pergi ke gereja.
Sementara itu, pekerja Yahudi memiliki hari Sabat yang jatuh pada Sabtu.
Agar kebutuhan keagamaan para pekerja tetap terpenuhi tanpa mengurangi produktivitas, beberapa perusahaan mulai menetapkan libur pada hari Sabtu dan Minggu.
Dari sinilah konsep dua hari libur berturut-turut mulai berkembang dan kemudian diikuti oleh banyak negara di dunia.
Dilansir dari BBC, perubahan ini juga dipengaruhi oleh perjuangan buruh yang menuntut waktu istirahat yang lebih manusiawi.
Seiring berkembangnya industri pada abad ke-20, semakin banyak perusahaan yang menerapkan sistem kerja lima hari.
Akhirnya, Sabtu dan Minggu resmi menjadi akhir pekan di berbagai negara karena dianggap mampu memberikan waktu istirahat yang cukup sekaligus menjaga produktivitas pekerja saat kembali bekerja pada hari Senin.
Meski begitu, tidak semua negara memiliki akhir pekan yang sama.
Sebagai contoh, beberapa negara di Timur Tengah menjadikan Jumat dan Sabtu sebagai hari libur utama karena menyesuaikan dengan tradisi keagamaan.
Baca juga: Tahukah Kamu? Awalnya Tahun Baru Tidak Dimulai pada Januari
Saat ini, weekend tidak hanya hadir sebagai waktu beristirahat, tetapi juga sebagai momen yang menggerakkan roda perekonomian.
Banyak orang memanfaatkan Sabtu dan Minggu untuk berbelanja, makan di restoran, menonton film, berwisata, hingga menghadiri konser atau berbagai acara komunitas.
Tak heran jika pusat perbelanjaan, tempat wisata, hotel, kafe, hingga pelaku UMKM sering mengalami lonjakan pengunjung pada akhir pekan.
Banyak bisnis bahkan sengaja mengadakan promo khusus weekend untuk menarik lebih banyak pelanggan.
Kondisi ini membuat perputaran uang pada akhir pekan cenderung lebih tinggi dibandingkan hari kerja biasa.
Weekend yang kini terasa begitu biasa ternyata merupakan hasil perjalanan sejarah yang panjang.
Kini, selain menjadi waktu untuk memulihkan tenaga, weekend juga berperan penting dalam mendorong aktivitas ekonomi dan industri hiburan, sehingga manfaatnya dirasakan bukan hanya oleh pekerja atau pelajar, tetapi juga oleh berbagai sektor usaha.
By the way, sudahkah Tribunners punya rencana di akhir pekan ini?
(MG Hasna Aulia Syafitri)