TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU – Bupati Mamuju, Sutinah Suhardi, menanggapi data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat yang mencatat Kabupaten Mamuju sebagai daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di Sulawesi Barat pada Juni 2026.
Berdasarkan rilis BPS Sulbar, inflasi tahunan (year on year) Provinsi Sulawesi Barat pada Juni 2026 tercatat sebesar 2,29 persen.
Dari dua daerah penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sulbar, Kabupaten Mamuju mencatat inflasi tertinggi sebesar 3,24 persen, lebih tinggi dibanding Kabupaten Majene.
Baca juga: Kunci Jawaban Bahasa Inggris Kelas 5 SD Halaman 17, Panduan Belajar Materi Look and Answer
Baca juga: Bantaran Sungai di Sikente Pasangkayu Longsor 5 Meter dalam 2 Bulan
Data tersebut disampaikan Kepala BPS Sulbar, Suri Handayani, dalam rilis resmi BPS pada 1 Juli 2026.
Menanggapi hal itu, Sutinah menilai kondisi inflasi di Kabupaten Mamuju masih berada dalam batas yang aman. Menurutnya, meski Mamuju menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Sulbar, secara nasional Provinsi Sulawesi Barat masih menjadi salah satu daerah dengan tingkat inflasi terendah.
"Kan yang dinilai hanya dua kabupaten, Mamuju dan Majene. Walaupun kita penyumbang inflasi terbesar di Sulbar, tapi kita masih terendah di Indonesia. Jadi masih amanlah," kata Sutinah kepada Tribun-Sulbar.com, Jumat (10/7/2026) malam.
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Mamuju akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas harga dan mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika harga sejumlah komoditas.
Pemerintah daerah juga akan terus menjalankan berbagai upaya pengendalian inflasi, di antaranya pemantauan stok pangan, pelaksanaan operasi pasar, penguatan distribusi komoditas strategis, hingga menggelar Gerakan Pangan Murah sebagai langkah menjaga inflasi tetap terkendali.(*)