Unwira Kupang Luncurkan Program Desa Binaan dan Lepas Mahasiswa KKN di Desa Nekmese
Eflin Rote July 11, 2026 01:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang secara resmi meluncurkan Program Desa Binaan sekaligus melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Binaan Tahun Akademik 2025/2026 di Desa Nekmese, Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang. 

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Unwira menghadirkan kampus yang berdampak melalui pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan.

Acara peluncuran dan Pelepasan Mahasiswa KKN ini bertempat di Aula St. Paulus Lantai IV Unwira Kupang, Jumat 10 Juli 2026 yang dihadiri, Rektor Unwira Kupang, P. Dr. Stefanus Lio, SVD, para wakil rektor, Sekda Kabupaten Kupang, Mateldius Soleman Jilis Sanam maupun undangan lainnya.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unwira, Dr. Yulianti Paula Bria dalam laporannya menjelaskan bahwa KKN Desa Binaan dirancang sebagai program unggulan universitas yang mengintegrasikan pengabdian, penelitian, dan pembelajaran mahasiswa.

Salah satu program utama yang akan dijalankan adalah survei air bersih bekerja sama dengan Solar Chapter Indonesia.

Pada tahun pertama, kata dia mahasiswa akan melakukan pendataan kondisi air bersih di seluruh dusun di Desa Nekmese sebagai dasar penyusunan program berkelanjutan pada tahun berikutnya.

Selain itu, mahasiswa juga telah menyiapkan platform Desa Digital dan UMKM Go Online berupa website desa yang nantinya dapat dimanfaatkan pemerintah desa untuk mengelola data dan mendukung pelayanan publik serta pengembangan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Program Desa Binaan UNWIRA Perkuat Pembangunan Desa Berkelanjutan

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa juga menjalankan enam program kelompok yang disesuaikan dengan kebutuhan dan persoalan di masing-masing dusun. 

Di samping itu, setiap mahasiswa memiliki program individu sesuai bidang keilmuan yang akan dikonversi menjadi capaian pembelajaran sebesar empat SKS, terdiri atas dua SKS pelaksanaan KKN dan dua SKS konversi mata kuliah terkait.

Program Desa Binaan ini melibatkan berbagai mitra, antara lain Pemerintah Desa Nekmese, Komunitas Laku Bage NTT, Solar Chapter Indonesia, Cakrawala NTT, Afro Farm, HIPMI Kota Kupang, Polda NTT melalui Subdit Narkoba, serta sejumlah sekolah yang telah menjalin proses kerja sama.

Seluruh tahapan persiapan, mulai dari pembekalan, survei lokasi, asesmen sekolah hingga finalisasi program kerja telah diselesaikan. Mahasiswa dijadwalkan memamerkan hasil pengabdian pada 9 Agustus sebelum kembali ke Kupang pada 10 Agustus.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kupang, Mateldius Soleman Jilis Sanam, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Unwira menjadikan Desa Nekmese sebagai desa binaan. 

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah melalui program "8 Asa Kabupaten Kupang" yang menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penanggulangan kemiskinan, dan penguatan sumber daya manusia.

Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat menjadi strategi penting dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang sesuai dengan potensi lokal.

Ia juga berpesan agar mahasiswa menjaga nama baik almamater, menghormati budaya serta kearifan lokal, membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat, serta hadir sebagai mitra yang mau belajar bersama warga, bukan merasa paling mengetahui.

Rektor Unwira, Pater Dr. Stefanus Lio, SVD dalam sambutannya, mengatakan bahwa  pelaksanaan KKN Desa Binaan merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus wujud komitmen Unwira menghadirkan pendidikan tinggi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Ia menjelaskan keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur melalui prestasi akademik, tetapi juga dari kemampuan kampus menciptakan perubahan positif, memberdayakan masyarakat, dan membangun desa secara berkelanjutan.

Menurutnya, Desa Nekmese menjadi ruang belajar yang penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan realitas sosial. 

Mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan yang menghargai budaya lokal dan potensi desa.

Rektor juga mengingatkan seluruh peserta KKN agar menjaga disiplin, etika, dan nama baik universitas selama menjalankan pengabdian. 

Ia menegaskan mahasiswa diutus sebagai pembawa solusi bagi masyarakat, bukan sebaliknya menjadi sumber persoalan. (rey)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.