TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Langkah dua wakil Sumatera Utara pada putaran nasional Piala Presiden Grassroots 2026 harus terhenti sebelum mencapai babak semifinal. SSB Turangga Ceta di kategori U-10 menembus babak delapan besar, sedangkan SSB Agas Jaya pada kategori U-12 harus puas melangkah hingga babak 16 besar.
Turnamen nasional tersebut berlangsung di Yogyakarta pada 6–11 Juli 2026 dan mempertemukan sekolah sepak bola terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Di kategori U-10, Turangga Ceta tampil impresif sejak fase awal kompetisi. Tim asal Sumatera Utara itu membuka perjuangan dengan kemenangan 3-0 atas wakil Pekalongan, sebelum kembali meraih hasil meyakinkan 5-1 atas wakil Pinrang, Sulawesi Selatan.
Performa positif berlanjut setelah Turangga Ceta menaklukkan Afrilia Hafiz Bengkulu dengan skor 2-1 dan kemudian berpesta gol usai mengalahkan Gelora Muda Yogyakarta 8-0.
Namun, langkah mereka akhirnya terhenti di babak delapan besar setelah takluk 1-4 dari Soccer Academy Jawa Tengah. Sementara itu, Agas Jaya yang mewakili Sumatera Utara di kategori U-12 juga menunjukkan perjuangan yang tidak kalah baik. Mereka mengawali turnamen dengan kemenangan telak 4-0 atas Persela Lamongan.
Pada laga berikutnya, Agas Jaya harus mengakui keunggulan Persebi Boyolali dengan skor tipis 1-2. Meski demikian, mereka mampu bangkit dengan mengalahkan wakil Papua, Mimika, 3-0.
Perjalanan Agas Jaya akhirnya terhenti di babak 16 besar setelah kalah 0-1 dari Ashiop Jakarta.
Baca juga: SPOBDA Sumatra Utara Kukuhkan 30 Atlet Baru
Direktur Teknik PSSI Sumatera Utara, Ridwan Saragih, mengaku tetap bersyukur atas pencapaian kedua wakil Sumut tersebut. Menurutnya, hasil itu menjadi pengalaman berharga bagi para pemain usia dini sekaligus bahan evaluasi untuk pembinaan sepak bola di masa mendatang.
"Kita wajib bersyukur. Di kategori U-10 kita bisa sampai babak delapan besar, kemudian di U-12 kita bisa mencapai babak 16 besar. Artinya, kita mendapatkan pengalaman yang sangat berharga untuk pembinaan ke depan," ujar Ridwan kepada Tribun Medan.
Mantan pelatih PSMS Medan itu menilai kompetisi nasional seperti Piala Presiden Grassroots menjadi wadah penting bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus meningkatkan jam terbang mereka. "Kita harus terus memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk bermain sepak bola. Mereka perlu diberikan motivasi dan pemahaman mengenai fundamental permainan agar bisa berkembang. Anak-anak ini adalah aset dan potensi Sumatera Utara di masa depan," katanya.
Ridwan juga berpesan kepada para pelatih sekolah sepak bola di Sumatera Utara agar lebih menitikberatkan pembinaan sesuai tahapan usia. Menurutnya, proses pembelajaran teknik dasar dan pemahaman bermain harus menjadi prioritas dibanding sekadar mengejar kemenangan.
"Saya berharap para pelatih benar-benar menjalankan pembinaan sesuai fasenya. Berikan kesempatan kepada anak-anak untuk bermain dan berkembang. Pada usia grassroots, mereka harus belajar membangun permainan dari bawah, ke tengah, hingga ke depan. Bukan hanya mengejar gol, tetapi memahami proses bermain sehingga mereka mendapat pengalaman di setiap posisi," pungkasnya. (cr29/tribun-medan.com)