Iran Lumat Ratusan Fasilitas Vital AS di 18 Lokasi di 7 Negara Berbeda, Citra Satelit Bukti Nyata
Hadiyya QurrataAyyuun July 11, 2026 02:42 PM

- Iran bak melumat ratusan vital Amerika Serikat (AS) di total 18 lokasi di tujuh negara berbeda.

Investigasi ungkap bahwa citra satelit menjadi bukti nyatanya.

Mengutip Al Mayadeen pada (11/7), hal ini menurut laporan dari sumber utama "Wall Street Journal".

Lebih tepatnya, dilaporkan bahwa investigasi independen yang membandingkan citra satelit Iran dengan sumber Barat berhasil membongkar sebuah fakta.

Di mana, bahwa serangan Teheran telah melumat habis sekitar 18 lokasi militer Amerika Serikat yang tersebar di tujuh negara.

Laporan Wall Street Journal yang mengutip pejabat AS mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara Washington dan sekutunya gagal total mencegat gelombang serangan Iran.

Akibat kegagalan tersebut, rangkaian serangan udara Teheran berhasil melumat instalasi militer penting di Kuwait hingga Bahrain.

Meskipun awalnya Washington dan pemerintah negara tuan rumah mencoba meminimalkan skala kerusakan dengan mengklaim tidak ada korban jiwa.

Namun, citra satelit komersial justru mengungkap kehancuran yang sangat kontras di lapangan.

Media internasional seperti New York Times, ABC News, dan BBC Verify mendokumentasikan kawah-kawah besar akibat benturan rudal.

Serta kerusakan infrastruktur parah di fasilitas strategis Teluk, termasuk markas Armada Kelima di Bahrain dan pelabuhan Jebel Ali di Uni Emirat Arab.

Tak berhenti di situ, IRGC meluncurkan fase kedua dengan menembakkan 10 rudal balistik.

Di mana, yang diklaimnya sukses menghancurkan pusat komando kendali AS di Asia Barat serta Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.

Serangan rudal yang melintasi Yordania ini sempat memicu sirene bahaya di seluruh negeri.

Bahkan, memaksa Kedutaan Besar AS di Amman mendesak warga Amerika untuk segera berlindung.

Meskipun Washington dan pemerintah sekutu awalnya berupaya meminimalkan skala kerusakan.

Namun, bukti foto satelit komersial tidak dapat dibantah dan mematahkan klaim bahwa rilis Teheran adalah propaganda.

Akhirnya, IRGC memperingatkan bahwa setiap pengulangan agresi oleh Amerika Serikat di masa depan akan memicu respons militer yang jauh lebih luas dan memastikan tidak ada pangkalan AS di kawasan tersebut yang aman.

Sehingga, temuan konkret dari kehancuran di 18 lokasi yang tersebar di tujuh negara ini sekaligus mematahkan narasi Barat.

Sekaligus, membuktikan bahwa klaim serta dokumentasi kemenangan militer yang dirilis oleh Teheran bukanlah sekadar propaganda belaka.

Sebatas informasi tambahan saja, melalui serangan balasan yang masif dan terukur ini, Iran sukses membuktikan bahwa dominasi militer AS di kawasan tersebut tidak lagi tak tersentuh.

Kini, dunia menanti apakah Washington akan memilih jalan de-eskalasi atau justru memicu perang terbuka yang jauh lebih besar di Asia Barat. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.