TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Kondisi PRPP Jawa Tengah yang hingga kini dinilai belum memberikan kontribusi optimal terhadap pendapatan daerah kembali menjadi sorotan DPRD Jawa Tengah.
Selain mendorong revitalisasi fisik kawasan, DPRD juga meminta manajemen segera menggandeng investor agar aset milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut dapat berkembang tanpa bergantung sepenuhnya pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Anggota Komisi C DPRD Jawa Tengah, Dwi Yasmanto, mengatakan hingga saat ini perkembangan PRPP belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Bahkan, dengan besarnya aset yang dimiliki, biaya operasional dan pemeliharaan kawasan masih jauh lebih besar dibandingkan pendapatan yang dihasilkan.
"PRPP memang belum ada perkembangan yang signifikan, belum menghasilkan sesuatu yang bagus. Bisa dikatakan masih merugi karena asetnya luar biasa besar, sementara biaya operasional dan maintenance juga sangat besar," ujar Dwi, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan mengandalkan penyertaan modal dari pemerintah daerah. Besarnya kebutuhan anggaran membuat revitalisasi secara menyeluruh sulit diwujudkan hanya dalam satu tahun anggaran.
Karena itu, Komisi C DPRD Jateng sejak awal telah meminta jajaran direksi PRPP untuk membuka peluang kerja sama dengan investor swasta.
"Kami sudah menghimbau direksi agar segera mencari investor. Kalau hanya mengandalkan penyertaan modal dari APBD tentu bisa, tetapi jumlahnya sangat besar dan tidak mungkin selesai dalam satu tahun anggaran," katanya.
Dwi optimistis PRPP memiliki daya tarik tinggi bagi investor karena berada di lokasi yang sangat strategis.
Baca juga: Fakta Baru Kasus Buang Bayi di KA Sancaka, Polisi Ungkap Hubungan Gelap di Balik Penelantaran
Kawasan tersebut berada di jalur utama Kota Semarang, dekat Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, serta memiliki luas lahan yang dinilai sangat potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan bisnis, rekreasi maupun pusat kegiatan masyarakat.
Menurutnya, yang menjadi tantangan saat ini bukan terletak pada aset, melainkan bagaimana pengelolaan kawasan dilakukan secara profesional sehingga mampu menghasilkan nilai ekonomi.
"Kami yakin banyak investor yang tertarik karena lokasinya strategis, dekat bandara, berada di tengah kota, dan lahannya sangat luas. Tinggal bagaimana manajerialnya ditata lebih baik," ujarnya.
Dwi mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diterima DPRD, saat ini sudah ada beberapa calon investor yang mulai menjajaki pemanfaatan aset PRPP.
Ia berharap proses tersebut dapat berjalan lancar sehingga mampu menggerakkan perekonomian Jawa Tengah sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Mudah-mudahan berjalan lancar. Harapannya tentu bisa menggerakkan ekonomi Jawa Tengah sekaligus mendongkrak PAD," katanya.
Selain membuka peluang investasi, DPRD menilai revitalisasi fisik menjadi pekerjaan rumah yang tidak kalah penting.
Dwi menilai tampilan kawasan PRPP saat ini belum mampu menarik minat masyarakat maupun investor. Menurutnya, kondisi bangunan dari luar masih terlihat kurang terawat sehingga meninggalkan kesan kumuh.
"Kalau dilihat dari luar kurang menarik, kurang eye catching. Bahkan kesannya sudah kusam dan tidak sedap dipandang. Tampilan kawasan perlu dibenahi agar lebih representatif," katanya.
Ia juga menyoroti persoalan genangan air yang masih terjadi saat musim hujan. Menurutnya, perbaikan infrastruktur tersebut membutuhkan biaya yang sangat besar sehingga harus dilakukan secara bertahap.
"Persoalan banjir atau genangan juga harus menjadi perhatian. Kalau harus menguruk kawasan seluas itu tentu biayanya luar biasa, sehingga harus dilakukan secara bertahap," jelasnya.
- Tata Kelola dan Keamanan Ikut Jadi Sorotan
Tidak hanya soal bangunan, DPRD juga meminta manajemen memperbaiki pelayanan kepada pengunjung.
Belakangan muncul sejumlah keluhan masyarakat terkait keamanan di area PRPP, mulai dari kasus kehilangan helm hingga aturan yang dinilai kurang berpihak kepada pengunjung saat penyelenggaraan berbagai acara.
Menurut Dwi, persoalan-persoalan tersebut harus segera diselesaikan agar masyarakat merasa aman dan nyaman ketika berkunjung.
"Kalau masyarakat datang menonton pertunjukan tapi harus khawatir helm hilang atau membawa-bawa helm ke dalam arena karena takut dicuri, tentu itu membuat pengunjung tidak nyaman," katanya.
Ia juga menyoroti adanya keluhan pengunjung yang tidak diperbolehkan membawa makanan dari luar, padahal makanan tersebut dibeli di area PRPP sendiri.
"Hal-hal seperti ini menunjukkan tata kelola masih perlu diperbaiki. Pengunjung harus dibuat nyaman, bukan justru dipersulit," ujarnya.
Menurut Dwi, jajaran direksi yang baru menjabat sekitar satu tahun memiliki kesempatan untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik melalui pembenahan manajemen, peningkatan pelayanan, hingga percepatan kerja sama investasi.
"Direksi masih relatif baru. Ini saatnya menunjukkan performa yang lebih baik agar PRPP benar-benar menjadi aset yang produktif bagi Jawa Tengah," imbuhnya. (bud)