TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dalam rangka mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat, tim peneliti dosen Politeknik STIA LAN Bandung melaksanakan kegiatan penelitian lapangan di sejumlah wilayah di Kabupaten Sumedang yang memiliki potensi wisata alam, budaya, maupun desa wisata.
Kegiatan penelitian dilakukan melalui observasi lapangan serta wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperoleh gambaran komprehensif mengenai kondisi eksisting, tantangan, peluang, serta strategi yang diperlukan dalam pengembangan sektor pariwisata daerah.
Pada kesempatan tersebut, tim peneliti yang terdiri dari para dosen yaitu Dra. Laksmi Fitriani, M.M, Drs. Ramdani Priatna, M.Si. dan Iwan Kurniawan, S.Pd., M.Si., Ati Rahmawati, S.IP, ME, melakukan diskusi dan wawancara dengan jajaran Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumedang, di antaranya Sekretaris Dra.Hj. Yayah Rokayah, M.Si., Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Adi Dimas Nurdinar, S.KM., M.M., Kepala Bidang Pariwisata Egi Powi Proyegi, S.T., M.Si, dan Camat Conggeang Cecep Erwin Sudaryat, S.Sos.
Selain itu, tim peneliti juga melakukan wawancara dengan R. Lucky Djohari Soemawilaga selaku tokoh dan pengelola Museum Prabu Geusan Ulun Sumedang untuk menggali perspektif mengenai pengembangan pariwisata berbasis sejarah dan budaya.
Ketua tim peneliti menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata memerlukan kolaborasi berbagai pihak melalui pendekatan pentahelix yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, dan masyarakat.
Melalui sinergi tersebut, pengembangan destinasi wisata diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat sekitar.
Dalam proses wawancara, tim peneliti menggali berbagai aspek, di antaranya potensi unggulan destinasi wisata, kesiapan infrastruktur, promosi digital, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya lokal, hingga penguatan kelembagaan pengelola wisata.
Berbagai masukan dari para narasumber diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi kebijakan dan strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.
Melalui kegiatan ini, tim peneliti berharap hasil penelitian dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan dalam merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Beragam potensi wisata alam, budaya, sejarah, dan ekonomi kreatif yang dimiliki Kabupaten Sumedang menjadi modal penting dalam mewujudkan daerah sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat regional maupun nasional.