Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang pendaki, wisatawan maupun masyarakat sekitar Gunung Ile Lewotolok, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah gunung api itu.
PVMBG mengingatkan bahwa kawasan yang tidak boleh didekati itu merupakan zona terlarang. Aktivitas vulkanik Gunung Lewotolok juga masih meningkat.
Potensi ancaman bahaya guguran/longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Lewotolok.
Di tengah tingkat aktivitas Gunung Lewotolok yang berada pada Level Waspada (II), beredar video sejumlah pendaki beraktivitas di zona terlarang yang ditetapkan PVMBG.
Baca juga: Gunung Lewotolok 175 Kali Erupsi 69 Gempa Hembusan 24 Jam Terakhir
Video yang beredar di media sosial itu memperlihatkan aktivitas mendaki saat gunung mengalami erupsi disertai lontaran lava pijar dari kawah.
Menanggapi kejadian tersebut, Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Yeremias Kristanto Pugel, meminta para pendaki menaati rekomendasi PVMBG.
"Badan Geologi telah menetapkan zona bahaya Gunung Ile Lewotolok saat ini 2 kilometer dari pusat aktivitas dan merekomendasikan agar tidak ada aktivitas di dalamnya," kata Yeremias, Sabtu (11/7/2026).
Menurut dia, aktivitas pendakian yang masih dilakukan di kawasan tersebut sangat berisiko karena sewaktu-waktu dapat terjadi erupsi yang disertai lontaran material pijar.
"Keselamatan harus menjadi prioritas. Karena itu kami tidak bosan-bosannya mengingatkan agar masyarakat mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan," ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Erupsi Gunung Ili Lewotolok, Status Tetap Level II
Saat ini Gunung Ile Lewotolok berstatus Level II (Waspada). PVMBG merekomendasikan masyarakat, pendaki, maupun wisatawan tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.
Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai potensi guguran atau longsoran lava serta awan panas yang berpotensi mengarah ke sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut Gunung Ile Lewotolok.
Warga di sekitar gunung juga diimbau menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik.
Masyarakat juga diminta menutup tempat penampungan air bersih guna menghindari kontaminasi abu dan mengurangi risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). (awk)