TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS - Ratusan kepala keluarga (KK) di Desa Kedungwuluh Lor, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, mulai mengalami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini.
Kondisi tersebut membuat BPBD Banyumas menyalurkan bantuan air bersih pada Sabtu (11/7/2026).
Di RT 5 RW 2, sekitar 60 KK terdampak akibat sumur warga yang telah lama mengering.
Warga juga tidak bisa memanfaatkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang tidak mengalir normal.
Baca juga: Ramdan Tak Takut Disunat karena Dapat Hadiah. 24 Anak Ikut Khitan Massal BRI KC Ajibarang Banyumas
Baca juga: Temuan Kasus DBD di Dawuhan Kulon Banyumas, Begini Penjelasan Dinkes
Hal itu diungkapkan oleh, Kepala Dusun 1 Desa Kedungwuluh Lor, Sidik kalau sumur warga sudah mengering sudah sekitar tiga bulan terakhir.
"Sumur sudah kering sekitar tiga bulanan. Pamsimas macet dan kering juga, sedangkan sumur sudah tidak mencukupi," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, warga memanfaatkan mata air atau belik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Namun demikian karena banyak yang butuh, air dari belik hanya cukup untuk kebutuhan terbatas, seperti mencuci.
"Bantuan dropping air ini yang pertama kali kami terima pada musim kemarau tahun ini," ujarnya.
Sementara itu, kondisi di RT 3 RW 3 lebih parah.
Sekitar 50 KK atau sekitar 200 jiwa terdampak kekeringan.
Salah seorang warga, Noviatun (29), mengatakan hanya untuk memenuhi kebutuhan mandi saja sangat terbatas.
Sementara keberadaan belik belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga.
"Belik ada, tapi kalau banyak yang pakai ya berkurang juga dan tetap kurang," ungkapnya.
Ia menjelaskan wilayah tempat tinggalnya memang berada di dataran tinggi sehingga hampir setiap musim kemarau selalu mengalami kesulitan air.
"Pamsimas ada, tapi seret. Kadang mengalir, kadang tidak. Sumur rata-rata sedalam 17 meter, tetapi airnya tinggal sedikit, paling pagi agak lumayan," ujarnya.
Untuk mengambil air dari belik, warga harus berjalan sekitar satu kilometer dan bergantian dengan warga lainnya.
Sementara itu Ketua RT 3 RW 3 Desa Kedungwuluh Lor, Tikam, mengatakan kondisi tanah lempung di wilayah tersebut membuat sumber air tanah sulit ditemukan.
"Tanahnya lempung, jadi susah keluar mata air. Menggali sumur sampai puluhan meter pun belum tentu keluar air. Pamsimas juga tidak sampai ke sini," katanya.
Menurutnya, air sumur yang masih tersisa hanya dimanfaatkan sebagai air minum, sedangkan kebutuhan mandi dan mencuci mengandalkan belik maupun bantuan air bersih dari BPBD.
"Kalau kekeringan kami memang selalu mengajukan bantuan. Tahun ini ini dropping yang pertama," katanya.
Sementara itu Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyumas, Abdul Ladjis mengatakan pada Sabtu (11/7/2026), BPBD mendistribusikan masing-masing 5.000 liter air bersih ke Desa Kedungwuluh Lor, Kecamatan Patikraja, dan Desa Karanglewas, Kecamatan Jatilawang.
"Bantuan hari ini masing-masing desa menerima 5.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak kekeringan," katanya. (jti)