Industri F&B dan Hospitality Didorong Beradaptasi di Tengah Pasar yang Terus Tumbuh
Seno Tri Sulistiyono July 11, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Industri makanan, minuman (F&B), dan hospitality di Indonesia terus bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi masyarakat, pulihnya pariwisata, serta berkembangnya layanan digital. Di sisi lain, pelaku usaha dituntut meningkatkan daya saing melalui inovasi, kolaborasi, dan penerapan praktik bisnis yang berkelanjutan.

Laporan Food Service – Hotel, Restaurant and Institutional (HRI) Annual 2025 mencatat nilai pasar foodservice Indonesia mencapai 29 miliar dolar AS pada 2024, terbesar di Asia Tenggara dan telah melampaui level sebelum pandemi. Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi hotel dan restoran, meningkatnya permintaan specialty coffee dan premium bakery, serta pesatnya layanan pesan-antar makanan berbasis digital.

Meski prospeknya positif, industri juga menghadapi tantangan berupa meningkatnya permintaan produk premium, perluasan kewajiban sertifikasi halal, dan persaingan regional yang semakin ketat. Kondisi itu mendorong perlunya ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku usaha, pemasok, distributor, hingga regulator.

Baca juga: Sumbang 7,31 Persen PDB Nasional, Industri Mamin Menjaga Pertumbuhan di Tengah Tekanan Biaya

Salah satu forum yang kembali digelar untuk menjawab kebutuhan tersebut adalah Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran. Memasuki penyelenggaraan ke-20, pameran bisnis B2B itu menghadirkan lebih dari 500 perusahaan dari 32 negara dengan beragam inovasi dan solusi bagi industri F&B serta hospitality.

Portfolio Director FHI 2026 Meysia Stephanie mengatakan pertumbuhan industri tidak hanya bergantung pada besarnya pasar, tetapi juga kemampuan pelaku usaha beradaptasi terhadap perubahan tren dan teknologi.

"Pertumbuhan industri tidak hanya ditentukan oleh besarnya pasar, tetapi juga oleh kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi, beradaptasi terhadap perubahan tren, serta memanfaatkan inovasi dan teknologi. FHI hadir sebagai platform yang mempertemukan seluruh ekosistem industri dalam satu forum bisnis," kata Meysia dalam keterangannya, Jumat (10/7/2026).

Selain pameran dagang, FHI 2026 terintegrasi dengan Hotelex Indonesia, Fine Furniture & Deco Asia (FFDA), Hotel & Shop Design and Supply Asia (HSDSA), serta PROPAK Indonesia untuk memperluas jejaring bisnis lintas sektor. Berbagai produk, teknologi, dan solusi operasional bagi hotel, restoran, serta industri makanan dan minuman akan ditampilkan.

Meysia optimistis prospek industri tetap menjanjikan seiring pertumbuhan ekonomi dan investasi di sektor pariwisata yang diperkirakan terus mendorong permintaan layanan kuliner dan hospitality dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, Marketing Communication Manager PT Pamerindo Indonesia Leonarita Hutama mengatakan transformasi industri juga harus diiringi penerapan praktik bisnis berkelanjutan, seperti efisiensi energi, pengurangan limbah, penggunaan kemasan ramah lingkungan, dan pemanfaatan bahan baku yang lebih berkelanjutan.

FHI 2026 juga menghadirkan berbagai kompetisi dan program pengembangan SDM, seperti Indonesia Barista Championship, World Fashion Drinks Competition, Tea Master Cup Indonesia, Masterclass Workshop, Wine Masterclass, serta seminar mengenai sertifikasi halal dan ketahanan pangan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.