PERUBAHAN Harga BBM Sabtu 11 Juli 2026, Harga Pertamax Naik, Ibu Muda di Sukoharjo Ini Gak Kuat Beli
Agung Budi Santoso July 11, 2026 06:44 PM

Perubahan harga BBM Sabtu 11 Juli 2026, sejak harga Pertamax naik, ibu muda di Sukoharjo Jawa Tengah ini gak kuat beli

TRIBUNSTYLE.COM, SUKOHARJO - Karena harga Pertamax sudah melambung tinggi tak terjangkau, Mama Dafa (35), ibu rumah tangga asal Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, memilih tak berpaling dari BBM Pertalite karena jauh lebih murah.

"Kini pakai Pertalite, biar irit pengeluaran. Kalau Pertamax, duh berat di dompet, " ujarnya ke TribunStyle.com pada Kamis (9/7/2026). 

"Dulu selalu pakai Pertamax, kini beralih ke Pertalite sejak Pertamax naik Rp 4.000, " ujarnya ke TribunStyle.com.

ANTRIAN PERTALITE MASIH PANJANG - Antrian BBM Pertalite, khususnya sepeda motor, masih tampak panjang di SPBU Klodran Colomadu Karanganyar Jawa Tengah, Senin sore 6 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Panjangnya antrean Pertalite terjadi sebagai imbas kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per 10 Juni 2026 lalu, berakibat migrasi penggunaan Pertamax ke Pertalite.
ANTRIAN PERTALITE MASIH PANJANG - Antrian BBM Pertalite, khususnya sepeda motor, masih tampak panjang di SPBU Klodran Colomadu Karanganyar Jawa Tengah, Senin sore 6 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Panjangnya antrean Pertalite terjadi sebagai imbas kenaikan harga Pertamax menjadi Rp 16.250 per 10 Juni 2026 lalu, berakibat migrasi penggunaan Pertamax ke Pertalite. (TribunStyle.com/ Agung Budi Santoso)

"Ya mau gimana lagi, harga Pertalite kini cuma Rp10.000, sedangkan Pertamax bisa Rp16.250, mending uangnya bisa buat belanja lainnya," imbuh si ibu muda ini .

Panjangnya antrean kendaraan untuk membeli Pertalite di SPBU Sukoharjo Jawa Tengah memang sudah menguji kesabaran. Tidak hanya pagi hari saja, bahkan untuk malam pun, antrean bisa mengular di berbagai SPBU kawasan Sukoharjo seperti Puri Gading, Solo Baru, dan Baki.

Mengingat, sejak 10 Juni 2026, harga Pertamax yang semula di angka Rp12.300 per liter melonjak naik menjadi Rp16.250 per liter. 

Lonjakan yang hampir menyentuh angka Rp4.000 per liter ini tak pelak memicu migrasi konsumen.

Sejumlah pengguna kendaran mulai menghitung ulang pengeluaran setelah BBM naik, karena tidak hanya BBM saja, bahkan bahan pokok lainnya juga ikut naik.

Pantauan TribunStyle.com, meski di SPBU masih banyak yang rela mengantre panjang, namun dipinggir-pinggir jalan kampung terutama, banyak yang menjual di Pertamini.

Yanti (35), ibu rumah tangga sekaligus pekerja di SPPG Danyung asal Munyung, Grogol, Sukoharjo, mengaku masih setia untuk menggunakan Pertalite hingga saat ini.\

Terpantau Rabu 1 Juli 20206, salah satu SPBU di Klodran, Colomadu, masih sesak dengan pengendara yang mengantre BBM.
Terpantau Rabu 1 Juli 20206, salah satu SPBU di Klodran, Colomadu, masih sesak dengan pengendara yang mengantre BBM. (TribunStyle/Putri Asti)

Baca juga: Harga BBM Kamis 9 Juli 2026, Pertalite di SPBU Klodran Karanganyar Diserbu, Petugas Kewalahan

"Masih pakai Pertalite, biar irit pengeluaran" ujarnya ke TribunStyle.com pada Kamis (9/7/2026).

Ia mengakali untuk menghindari antrean panjang, ia lebih memilih beli dipinggir jalan atau Pertamini.

"Wah kalau beli di pom bensin kayake nggak dulu, antreannya panjang banget, mending beli di Pertamini" tambahnya.

Baginya, dengan membeli dipinggir jalan, bisa menghemat waktu daripada antre panjang di pom bensin.

"Pilih di Pertamini karena menghemat waktu, dan tentunya tidak antre panjang, apalagi bisa sewaktu-waktu beli," tutupnya.

Baca juga: Harga BBM 9 Juli 2026 di Jateng-DIY, Mahasiswi di Karanganyar Pilih Beli Sesuai Budget di Pertamini

Potret antrean kendaraan membeli BBM di SPBU Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah Rabu (8/7/2026) malam. Terlihat jalur Pertalite mengular, pengendara rela antre lama. (TribunStyle/Putri Asti)

Warga Boyolali juga 'berpaling' dari SPBU ke Pertamini

Sementara itu Rifqah (26), seorang karyawan swasta asal Simo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mengaku selama ini setia menggunakan Pertalite. Ia tetap bertahan pakai BBM Pertalite untuk sepeda motornya, meski belakangan ini harus ekstra sabar mengantre di SPBU, efek buruk kenaikan harga Pertamax yang membuat antrean Pertalite makin menguji kesabaran dan menyita waktu.

Namun Rifqah bersiasat demi menghindar dari antrean Pertalite di SPBU. Ternyata ada cara lain beli Pertalite tanpa antre di SPBU. Yakni beli di Pertashop atau SPBU mini skala warung kaki lima. 'Pertamini' sebutan lain dari warga untuk SPBU skala warung kaki lima. 

"Aku dari dulu pakai Pertalite, lebih murah aja sih," ujar Rifqah kepada TribunStyle.com pada Selasa (7/7/2026).

"Beli (Pertalite) di pom mini karena males antre, kadang mix juga (sama Pertashop)," tutur Rifqah.

Baca juga: Resmi Turun! Harga BBM Hari Ini Senin 6 Juli 2026, Warga Karanganyar Sedih: Dompet Cepet Bocor

Terpantau Rabu 1 Juli 20206, salah satu SPBU di Klodran, Colomadu, masih sesak dengan pengendara yang mengantre BBM.
Terpantau Rabu 1 Juli 20206, salah satu SPBU di Klodran, Colomadu, masih sesak dengan pengendara yang mengantre BBM. (TribunStyle/Putri Asti)

Curhat Ibu Muda di Sukoharjo: Batal Piknik Gegara Pertamax

Lain lagi curhat sedih seorang ibu muda di Sukoharjo Jawa Tengah, yang batal piknik gegara BBM Pertamax harganya naik sejak 10 Juni 2026 dan berimbas beratnya finansial keluarga sampai batal piknik!

Mama Nakula (33), seorang ibu rumah tangga asal Danyung, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, mengaku sampai rela batal piknik bersama keluarga. Bukan tanpa alasan, ia sebagai istri sekaligus ibu dari anak-anak inginnya menghabiskan liburan sekolah anak dengan piknik yang jauh misal pantai. Namun, usai diitung-itung pengeluaran untuk BBM kendaran saja, bisa membengkak biayanya dari biasanya.

"Pinginnya piknik ke pantai atau keluar kota, karena sudah jadi agenda tahunan, tapi dananya kok membengkak sekali," ujarnya ke TribunStyle.com pada Senin 6 Juli 2026. 

Potret antrean panjang pengendara sepeda motor yang membeli pertalite di SPBU Pucangsawit, Jebres, Surakarta Senin (6/7/2026). Fenomena peralihan dari Pertamax ke Pertalite pun mulai terlihat.
Potret antrean panjang pengendara sepeda motor yang membeli pertalite di SPBU Pucangsawit, Jebres, Surakarta Senin (6/7/2026). Fenomena peralihan dari Pertamax ke Pertalite pun mulai terlihat. (TribunStyle/Putri Asti)

Mengingat, untuk liburan tidak hanya memikirkan tiket masuknya saja, namun untuk biaya makan, jajan yang tiba-tiba, belum nanti beli oleh-olehnya, sehingga itu menjadi pertimbangannya. Belum lagi, uang untuk membeli BBM saat akan berangkat, pastinya sudah dipenuhi tangki mobilnya, namun waktu akan pulang, pasti akan nambah lagi.

"Tidak hanya beli saat berangkat saja, namun pas pulang juga akan beli lagi, belum nanti antrenya yang panjang, bayanginnya aja udah capek," tambahnya. Sehingga ia memutuskan untuk liburan didekat rumahnya saja, tanpa mikir panjang dan tentunya orang tua atau anak bahagia semua.

Update Harga BBM Hari Ini Sabtu 11 Juli 2026, Kabar Gembira BBM Non Subsidi Harganya Tak Naik

Inilah update terbaru harga BBM PT Pertamina (Persero) hingga hari ini Sabtu, 11 Juli 2026. Tiga BBM nonsubsidi mengalami penurunan harga, yaitu Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara itu, harga Pertalite, Biosolar, Pertamax, dan Pertamax Green tetap.

Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, penyesuaian harga dilakukan secara berkala berdasarkan mekanisme yang berlaku, dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia, aspek fiskal, serta daya beli masyarakat.

ANTREAN PERTALITE - Konsumen BBM Pertalite masih tampak panjang di SPBU Klodran Colomadu Karanganyar Jawa Tengah Selasa 7 Juli 2026 pukul 17.00 WIB. Efek kenaikan harga Pertamax sejak 10 Juni 2026 lalu, konsumen Pertamax ganti ke Pertalite yang harganya lebih terjangkau.
ANTREAN PERTALITE - Konsumen BBM Pertalite masih tampak panjang di SPBU Klodran Colomadu Karanganyar Jawa Tengah Selasa 7 Juli 2026 pukul 17.00 WIB. Efek kenaikan harga Pertamax sejak 10 Juni 2026 lalu, konsumen Pertamax ganti ke Pertalite yang harganya lebih terjangkau. (TribunStyle.com/ Agung Budi Santoso)

Baca juga: Resmi Turun! Harga BBM Jumat 10 Juli 2026, Pegawai SPBU Karanganyar Kelelahan Ladeni Antre Pertalite

Untuk wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat Bali, dan Nusa Tenggara, harga BBM sebagai berikut:

  • Pertamax: Rp16.250 per liter (tetap)
  • Pertamax Green 95: Rp17.000 per liter (tetap)
  • Pertamax Turbo: Rp19.300 per liter (turun Rp1.450)
  • Dexlite: Rp19.700 per liter (turun Rp3.300)
  • Pertamina Dex: Rp21.150 per liter (turun Rp3.650)
Petugas SPBU Klodran, Gilang mengaku antrean Pertalite terus terjadi sejak pagi hingga malam.
Petugas SPBU Klodran, Gilang mengaku antrean Pertalite terus terjadi sejak pagi hingga malam. (TribunStyle.com/Ika Bramasti)

Sedangkan BBM subsidi tidak berubah:

  • Pertalite: Rp10.000 per liter
  • Biosolar: Rp6.800 per liter

Perbedaan harga BBM di tiap daerah dipengaruhi besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan pemerintah daerah.

Baca juga: Resmi Turun! Harga BBM Hari Ini Jumat 10 Juli 2026, Ojol Karanganyar Kurangi Orderan Gegara Antrean

Berikut adalah daftar harga BBM terbaru selengkapnya dikutip dari pertaminapatraniaga.com berlaku nasional di berbagai provinsi di Indonesia

1. Aceh
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

2. FTZ Sabang
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp15.250
Dexlite: Rp18.450

3. Sumatera Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

4. Sumatera Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550

5. Riau
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550

6. Kepulauan Riau
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550

7. FTZ Batam
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp15.500
Pertamax Turbo: Rp 18.350
Pertamina Dex: Rp20.100
Dexlite: Rp18.700

8. Jambi
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

9. Bengkulu
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

10 Sumatera Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

11. Bangka Belitung
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

12. Lampung
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

13. DKI Jakarta
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

14. Banten
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

15. Jawa Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

16. Jawa Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

17. DI Yogyakarta
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

18. Jawa Timur
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Green: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

19. Bali
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

20. Nusa Tenggara Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

21. Nusa Tenggara Timur
Pertalite: Rp10.000
Biosolar (subsidi): Rp6.800
Biosolar (nonsubsidi): Rp22.900
Pertamax: Rp16.250
Pertamax Turbo: Rp19.300
Pertamina Dex: Rp21.150
Dexlite: Rp19.700

22. Kalimantan Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

23. Kalimantan Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

24. Kalimantan Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550

25. Kalimantan Timur
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

26. Kalimantan Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp17.000
Pertamax Turbo: Rp20.150
Pertamina Dex: Rp22.100
Dexlite: Rp20.550

27. Sulawesi Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

28. Gorontalo
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

29. Sulawesi Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

30. Sulawesi Tenggara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

31. Sulawesi Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750 
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

32. Sulawesi Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

33. Maluku
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150

34. Maluku Utara
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150

35. Papua
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamax Turbo: Rp19.750
Dexlite: Rp20.150

36. Papua Barat
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

37. Papua Selatan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150

38. Papua Pegunungan
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Dexlite: Rp20.150

39. Papua Tengah
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp12.600
Dexlite: Rp20.150

40. Papua Barat Daya
Pertalite: Rp10.000
Biosolar: Rp6.800
Pertamax: Rp16.650
Pertamina Dex: Rp21.650
Dexlite: Rp20.150

Tim Konten TribunStyle.com 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.