HUT Dekranas ke-46 di Makassar, Dekranasda Kalsel Pamerkan Sasirangan hingga Kerajinan Kayu Ulin
Kiki Content Writer July 11, 2026 08:07 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR — Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menghadirkan beragam produk kerajinan unggulan pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang digelar di Atrium Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (10/7/2026).

Ajang berskala nasional tersebut menjadi kesempatan bagi Dekranasda Kalsel untuk memperkenalkan kekayaan kriya dan wastra khas Banua kepada masyarakat, sekaligus memperluas peluang produk unggulan daerah menembus pasar nasional hingga internasional.

Kehadiran delegasi Kalimantan Selatan dipimpin langsung Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin.

Ia berharap momentum HUT ke-46 Dekranas dapat menjadi penyemangat bagi para perajin untuk terus berinovasi dan meningkatkan daya saing produk kerajinan khas Banua.

Bersama pengurus Dekranasda dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan, ia menghadiri prosesi syukuran dan meninjau langsung stan pameran yang menjadi representasi wajah kreativitas para pengrajin lokal.

Sistem Kurasi Ketat

Berbeda dengan partisipasi pada pameran biasa, produk-produk yang diboyong Dekranasda Kalsel ke Makassar tahun ini harus melewati fase seleksi yang sangat ketat.

Langkah ini diambil demi menjaga kualitas serta memastikan daya saing yang tinggi di hadapan para kolektor dan penikmat seni kriya se-Indonesia.

Pembina Dekranasda Kalsel, Ridwan, menjelaskan bahwa manajemen standardisasi produk kini menjadi fokus utama instansinya.

Langkah kurasi melibatkan tim ahli untuk menyaring karya-karya terbaik dari tingkat daerah.

"Kami dari pusat ada yang namanya proses kurasi. Jadi, kami memilih produk-produk mana saja yang berkualitas, terbaru, dan memiliki sentuhan inovasi untuk bisa kami tampilkan pada ajang kali ini. Kami tentunya tidak asal-asalan dalam memilih produk yang dipamerkan," tegas Ridwan di sela-sela aktivitas pameran di TSM Makassar.

Melalui standardisasi ini, produk yang dipajang di etalase pameran tidak hanya menonjolkan aspek estetika tradisional, tetapi juga fungsionalitas modern yang relevan dengan tren pasar global saat ini.

Menurutnya, proses tersebut menjadi langkah penting untuk memastikan produk kerajinan Kalimantan Selatan mampu bersaing sekaligus menarik perhatian pasar yang lebih luas.

Beberapa produk unggulan yang dipamerkan antara lain kain Sasirangan, kain tradisional khas Suku Banjar yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda.

Kain tersebut dibuat menggunakan teknik jahitan tangan dan ikatan rintang sebelum melalui proses pencelupan sehingga menghasilkan motif khas yang berbeda pada setiap lembar kain.

Selain itu, Dekranasda Kalsel juga menghadirkan tas berbahan purun tikus, tanaman rawa yang menjadi salah satu material khas daerah tersebut.

Tak hanya wastra dan anyaman, berbagai kerajinan berbahan kayu ulin atau yang dikenal sebagai kayu besi juga dipamerkan. Kayu ini dikenal memiliki daya tahan tinggi dan menjadi salah satu identitas kerajinan Kalimantan Selatan.

Ridwan menambahkan, pihaknya juga membawa berbagai produk berbahan ramah lingkungan yang diolah dari material berkelanjutan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri kreatif yang berwawasan lingkungan.

Selain mempromosikan produk unggulan, Dekranasda Kalimantan Selatan terus memperkuat pembinaan UMKM melalui pelatihan dan pendampingan.

"Kami rutin mengadakan pelatihan, kemudian turun ke kabupaten dan kota untuk melakukan kunjungan serta pembinaan kepada para pelaku UMKM agar kualitas produknya terus meningkat," ujarnya.

Ia berharap dukungan terhadap para perajin terus diperkuat agar UMKM di Kalimantan Selatan semakin berkembang dan mampu naik kelas.

"Harapannya Dekranas semakin maju, UMKM terus mendapatkan fasilitas pembinaan sehingga Dekranasda Kalimantan Selatan juga semakin berkembang dan mampu naik kelas," tuturnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.