HUT ke 81 RI, Dwi Juliani Wakili Nunukan di Gita Bahana Nusantara 2026 akan Nyanyi di Istana Negara
Junisah July 11, 2026 08:35 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Dwi Juliani Margaret Ramelan berhasil lolos sebagai anggota Paduan Suara Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 dan akan bertugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.

Dwi Juliani Margaret Ramelan menjadi satu-satunya perwakilan Kabupaten Nunukan yang lolos ke tingkat nasional. Ia merupakan satu dari empat peserta yang terpilih mewakili Provinsi Kalimantan Utara setelah melalui seleksi di tingkat provinsi.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Nunukan, H Surai.

H Surai mengatakan, tidak semua daerah memiliki kesempatan mengirimkan wakil hingga ke tingkat nasional.

Baca juga: Kisah Bima, Anak Prajurit TNI AL Nunukan Lolos Cadangan Paskibraka Nasional Menuju Istana Negara

"Alhamdulillah Kabupaten Nunukan memiliki perwakilan yang lolos ke tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Nunukan karena anak kita bisa membawa nama daerah sampai ke Istana Negara," ujar Sura'i melalui sambungan telepon kepada TribunKaltara.com, Sabtu (11/7/2026).

Menurutnya, keberhasilan Dwi Juliani tidak diraih secara instan. Sebelum mengikuti seleksi tingkat provinsi di Tarakan, peserta asal Nunukan telah menjalani training center selama kurang lebih dua pekan.

Setelah dinyatakan lolos, Dwi Juliani akan kembali mengikuti pemusatan latihan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sebelum bergabung bersama peserta dari seluruh Indonesia di Jakarta.

H Surai berpesan agar Dwi Juliani Margaret Ramelan menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalani seluruh tahapan pembinaan.

"Yang paling penting sekarang menjaga kesehatan. Nanti akan ada pemusatan latihan bersama peserta dari kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Utara. Fisik dan mental harus benar-benar dipersiapkan," katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua serta para pelatih yang telah mendampingi proses pembinaan hingga akhirnya Nunukan kembali memiliki wakil di ajang nasional.

Menurut H Surai, meski pembinaan selanjutnya menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Pemerintah Kabupaten Nunukan tetap akan memberikan dukungan moral kepada peserta.

"Kami juga mengajak seluruh masyarakat Nunukan untuk mendoakan agar anak kita selalu sehat dan bisa menjalankan tugas dengan baik saat tampil di Istana Negara nanti," ucapnya.

Baca juga: Istana Negara di Ibu Kota Nusantara Kini Bersertifikat Hak Pakai, Diserahkan AHY kepada Pratikno

Target Tambah Wakil Tahun Depan

H Surai optimistis Kabupaten Nunukan dapat mengirim lebih banyak peserta pada seleksi Gita Bahana Nusantara tahun berikutnya.

Ia menjelaskan, setiap daerah sebenarnya berpeluang meloloskan lebih dari satu peserta karena seleksi dilakukan berdasarkan empat kategori suara, yakni sopran, alto, tenor dan bas.

"Tahun ini tiga peserta kita sebenarnya berada di posisi kedua. Artinya peluang itu sangat terbuka. Mudah-mudahan tahun depan bisa dua atau bahkan tiga orang yang lolos," ujarnya.

Ia mengatakan salah satu evaluasi tahun ini adalah durasi pembinaan yang masih relatif singkat, yakni sekitar dua pekan.

Ke depan, Disbudporapar berencana mengalokasikan waktu latihan lebih panjang apabila dukungan anggaran memungkinkan.

"Kalau memungkinkan, latihan bisa satu sampai dua bulan sebelum seleksi sehingga hasilnya lebih maksimal," katanya.

Selain peserta, Sura'i juga memberikan apresiasi kepada empat pelatih yang mendampingi proses pembinaan.

Ia menyebut salah seorang pelatih bahkan pernah menjadi anggota Gita Bahana Nusantara saat Kalimantan Utara masih bergabung dengan Kalimantan Timur.

"Ilmu yang dimiliki para pelatih itu diturunkan kepada anak-anak kita. Karena itu kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi mereka," tuturnya.

Seleksi Dimulai dari Tingkat Kabupaten

Kabid Kebudayaan dan Pembinaan Kesenian Disbudporapar Nunukan, Warda, menjelaskan Gita Bahana Nusantara merupakan program Kementerian Kebudayaan yang setiap tahun menjaring putra-putri terbaik dari seluruh Indonesia untuk menjadi paduan suara pada Upacara HUT RI di Istana Negara.

Menurutnya, proses seleksi diawali dari tingkat kabupaten.

Disbudporapar Nunukan menggelar audisi untuk memilih empat peserta terbaik berdasarkan kategori suara sopran, alto, tenor, dan bas. Empat peserta tersebut kemudian dikirim mengikuti seleksi tingkat Provinsi Kalimantan Utara.

"Dari seluruh kabupaten dan kota nanti dipilih empat orang berdasarkan kategori suara. Tim jurinya juga berasal dari Jakarta," jelas Warda.

Dwi Juliani di Nunukan 11072026
PRESTASI NUNUKAN - proses seleksi peserta Gita Bahana Nusantara (GBN) 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Utara. Perwakilan Kabupaten Nunukan, Dwi Juliani Margaret Ramelan, berhasil lolos sebagai anggota GBN 2026 dan akan bertugas pada Upacara Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.

Pada seleksi tahun ini, Dwi Juliani Margaret Ramelan berhasil lolos pada kategori suara alto perempuan.
Sementara tiga wakil Kalimantan Utara lainnya berasal dari kabupaten dan kota lain di provinsi tersebut.

Warda mengatakan keberhasilan Dwi menjadi catatan membanggakan karena merupakan kali kedua Kabupaten Nunukan berhasil mengirimkan wakil ke Gita Bahana Nusantara.

Meski demikian, ia mengakui pembinaan masih menghadapi keterbatasan anggaran.

Pasalnya, program tersebut belum menjadi kegiatan rutin dalam program daerah sehingga pelaksanaannya harus menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.

"Program ini berasal dari kementerian sehingga belum masuk dalam program kegiatan kami. Namun pimpinan tetap mengambil kebijakan agar seleksi tingkat kabupaten bisa dilaksanakan sehingga anak-anak Nunukan tetap memiliki kesempatan mengikuti Gita Bahana Nusantara," katanya.

Ia berharap ke depan dukungan anggaran dapat ditingkatkan sehingga pembinaan vokal bagi generasi muda Nunukan bisa dilakukan secara berkelanjutan dan menghasilkan lebih banyak wakil di tingkat nasional.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.