Harga Naik dan Daya Beli Lesu, Penjualan Seragam Sekolah di Pasar Ciputat Tangsel Anjlok
Wawan Perdana July 11, 2026 09:07 PM

Laporan wartawan TribunBanten.com Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL–Sejumlah pedagang seragam sekolah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, mengeluhkan penurunan omzet yang cukup drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Padahal, kegiatan belajar mengajar di sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA di Kota Tangerang Selatan dijadwalkan mulai berlangsung pada Senin (13/7/2026).

Berdasarkan pantauan TribunBanten.com di salah satu pusat penjual seragam sekolah di Pasar Ciputat, Tangsel, pada Sabtu (11/7/2026), aktivitas pembeli mulai terlihat ramai sejak siang hari. 

Sejumlah orang tua tampak datang bersama anak-anak mereka untuk membeli seragam sekolah. 

Di dalam area toko, beberapa pegawai terlihat sibuk melayani pembeli yang silih berganti datang, sementara tumpukan seragam berwarna putih memenuhi meja kasir dan rak-rak di sepanjang dinding dipenuhi berbagai jenis seragam yang telah dikemas berdasarkan ukuran.

Meski demikian, keramaian itu disebut-sebut tidak seramai tahun-tahun sebelumnya. 

Baca juga: Bus Sekolah Gratis Tangsel Beroperasi Saat Hari Pertama Masuk Sekolah, Seluruh Armada Sudah Diservis

Pembeli masih datang secara bergelombang dan belum sampai menyebabkan antrean panjang di dalam toko.

Beberapa orang tua terlihat mencocokkan ukuran seragam anaknya, sedangkan pegawai toko bolak-balik mengambil stok seragam dari rak penyimpanan untuk memenuhi permintaan pelanggan.

Salah seorang karyawan, Aziah Putri mengatakan, penjualan seragam sekolah tahun ini mengalami penurunan hingga sekitar 60 persen.

"Tahun ini sangat jauh menurun. Biasanya tiga minggu sebelum masuk sekolah para orang tua sudah ramai berbelanja seragam anak-anaknya," katanya.

"Namun tahun ini, toko baru mulai agak ramai dalam satu minggu terakhir menjelang masuk sekolah. Kalau dibandingkan tahun lalu, penurunannya sekitar 60 persen," tambah Aziah.

Penurunan Daya Beli dan Belanja Online

Menurut Aziah, kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, diduga turut mempengaruhi melemahnya daya beli masyarakat. 

Akibatnya, banyak orang tua menunda pembelian seragam sekolah atau hanya membeli seperlunya.

Selain itu, tren masyarakat yang mulai beralih berbelanja secara daring juga dinilai turut memengaruhi penjualan di toko fisik.

"Sekarang mungkin karena kondisi ekonomi sedang sulit. Ditambah lagi banyak yang memilih belanja online, jadi pembeli yang datang langsung ke toko jauh berkurang," katanya.

"Ditambah juga kan sekarang orang banyak yang beralih ke belanja online, jadi nya kita yang jualan offline di toko juga berkurang," jelasnya.

Ia mengungkapkan, jika pada tahun-tahun sebelumnya toko sudah dipadati pembeli sejak tiga pekan sebelum hari pertama masuk sekolah. 

Namun tahun ini, peningkatan jumlah pelanggan baru terasa dalam sepekan terakhir menjelang dimulainya tahun ajaran baru.

Meski demikian, para pedagang masih berharap penjualan akan meningkat hingga hari pertama masuk sekolah pada Senin mendatang. 

Mereka juga berharap, daya beli masyarakat segera membaik sehingga penjualan seragam sekolah kembali bergairah dan memberikan dampak positif bagi seluruh pelaku usaha, termasuk para penjahit yang selama ini menggantungkan penghasilan dari pesanan seragam sekolah.

"Karena kalau kondisi seperti ini terus, kasihan juga ke penjahig yang bergantung hidup dari pesanan seragam," ucap Aziah.

Sementara itu, seorang pembeli, Yuyu menyatakan, harga jual seragam saat ini yang lebih mahal dibandingkan tahun sebelumnya diduga turut mempengaruhi penurunan tersebut.

Ia menyebut, kenaikan harga tersebut berada di angka Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per stel.

"Sekarang harganya per stel untuk seragam putih itu Rp 170 ribu, sedangkan pramuka Rp 180 ribu," ucapnya.

Meski naik, dirinya tetap membeli seragam sekolah bagi anaknya karena sangat membutuhkan.

"Karena anak saya cuma satu yang mau masuk SMA, dan ga dapat seragam dari sekolahnya. Jadi mau ga mau harus beli," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.