TRIBUNJATENG.COM, PADANG - Kontingen UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto kembali menampilkan kreativitas mahasiswa di panggung internasional. Kali ini dari karya seni kaligrafi berjudul "Harmony of Divine Revelation and Indonesian Cultural Heritage," karya Lisna Nur'Aini, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) semester 2.
Karya tersebut dipamerkan dalam Cabang Lomba Kaligrafi SeIBa International Festival (SIF) IV Tahun 2026 di Lobi Gedung J Lantai 2 UIN Imam Bonjol Padang, Sumatera Barat.
Karya kaligrafi karya Lisna Nur'Aini tersebut dipamerkan sejak Selasa hingga Sabtu (7-11/7/2026).
Pameran tersebut menjadi salah satu ruang apresiasi bagi karya seni Islam dari berbagai perguruan tinggi yang mengikuti SeIBa International Festival. Melalui karya kaligrafinya, Lisna menghadirkan perpaduan antara pesan Al-Qur'an dan kekayaan budaya Nusantara dalam satu komposisi visual yang sarat makna.
Selain menjadi bagian dari kompetisi, seluruh karya kaligrafi yang dipamerkan selama festival menjadi koleksi panitia penyelenggara dan tidak dikembalikan kepada peserta setelah kegiatan berakhir.
Karya "Harmony of Divine Revelation and Indonesian Cultural Heritage" mengangkat kandungan Surah Ar-Rum ayat 58-60 yang memuat pesan tentang kebenaran wahyu Allah, keteguhan iman, serta ajakan untuk bersabar karena janji Allah merupakan suatu kepastian.
Melalui seni kaligrafi, Lisna berusaha menyampaikan bahwa nilai-nilai Al-Qur'an tetap relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern. Pesan kesabaran yang terkandung dalam ayat tersebut dipadukan dengan simbol-simbol budaya Indonesia untuk menunjukkan bahwa dakwah Islam dapat tumbuh harmonis bersama tradisi lokal tanpa mengurangi kemurnian ajaran tauhid.
Dalam konsep visualnya, karya ini memadukan kaligrafi Arab dengan beragam ornamen khas Nusantara. Kaligrafi berwarna putih ditempatkan sebagai pusat komposisi untuk melambangkan Al-Qur'an sebagai sumber petunjuk hidup yang suci dan menjadi pedoman utama umat manusia.
Susunan kaligrafi berada dalam bentuk mihrab, yang melambangkan arah kehidupan manusia yang senantiasa berorientasi kepada Allah SWT, sekaligus menjadi simbol perlindungan dan kedekatan spiritual kepada Sang Pencipta.
Sementara itu, gradasi warna merah menuju hitam menggambarkan perjalanan manusia menghadapi berbagai ujian kehidupan. Warna merah melambangkan semangat perjuangan, sedangkan hitam merepresentasikan tantangan dan cobaan zaman yang hanya dapat diterangi oleh cahaya wahyu Al-Qur'an.
Salah satu elemen yang paling menarik perhatian dalam karya tersebut adalah ilustrasi burung merak yang ditempatkan pada bagian atas komposisi. Burung merak dimaknai sebagai simbol kemuliaan, kebijaksanaan, serta penyebaran cahaya petunjuk Al-Qur'an kepada seluruh umat manusia.
Di bagian bawah karya, Lisna menghadirkan perpaduan ornamen floral dan motif batik Nusantara yang terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia, termasuk corak Jepara, Melayu, dan batik tradisional. Motif-motif tersebut menjadi representasi bahwa Islam berkembang di Indonesia dengan menghargai budaya lokal sebagai media dakwah yang memperindah syiar agama tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Pilihan warna dalam karya kaligrafi juga memiliki makna filosofis yang mendalam. Warna biru melambangkan ketenangan, kebijaksanaan, dan kedamaian batin. Warna hijau menjadi simbol harapan, kehidupan, serta keberkahan yang identik dengan nilai-nilai Islam. Sementara itu, warna ungu merepresentasikan kemuliaan spiritual dan kedewasaan dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Komposisi simetris dengan bingkai berlapis menggambarkan keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah) dan hubungan antarsesama manusia (hablum minannas), sekaligus melambangkan proses bertahap dalam perjalanan spiritual setiap insan.
Melalui karya ini, Lisna ingin menunjukkan bahwa keberagaman budaya Indonesia dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai Islam. Perpaduan unsur kaligrafi dan ornamen Nusantara menjadi pesan bahwa identitas budaya lokal bukanlah penghalang bagi perkembangan syiar Islam, melainkan dapat menjadi bagian yang memperkaya ekspresi seni Islami.
Pesan tersebut sejalan dengan semangat SeIBa International Festival yang mengangkat kolaborasi lintas budaya sebagai salah satu fondasi membangun harmoni global. Keikutsertaan Lisna Nur'Aini pada cabang kaligrafi menjadi bagian dari kontribusi kontingen UIN Saizu Purwokerto dalam memperkenalkan karya seni Islami kepada masyarakat internasional.
Selain mengikuti kompetisi akademik dan seni pertunjukan, mahasiswa UIN Saizu juga memanfaatkan ajang SeIBa International Festival 2026 sebagai ruang untuk memperlihatkan kreativitas dalam seni rupa Islam yang berpadu dengan kekayaan budaya Indonesia.
Melalui karya "Harmony of Divine Revelation and Indonesian Cultural Heritage", UIN Saizu kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan karya seni yang mengandung nilai spiritual, budaya, dan kemanusiaan di tingkat internasional. (***)