TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Jember - Universitas Jember (Unej) menjadi tuan rumah Final Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2026, yang mempertemukan 28 tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Kompetisi yang berlangsung di Auditorium Universitas Jember ini menentukan wakil Indonesia pada ABU Asia-Pacific Robot Contest (ABU Robocon) 2026 di Hong Kong.
Rangkaian final KRAI 2026 telah dimulai sejak Kamis (9/7/2026), sedangkan pertandingan utama digelar, Minggu (12/7/2026). Sebanyak 28 tim berhasil lolos ke babak final setelah menyisihkan 40 tim peserta pada tahap penyisihan.
Tahun ini KRAI mengusung tema "Kung Fu Quest", yang menguji kemampuan mahasiswa dalam merancang sistem robot otonom, menyusun strategi, berkoordinasi, serta mengembangkan kemampuan otomasi.
Pejabat Penanggung Jawab Pengembangan Karakter dan Kesejahteraan Mahasiswa Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Yulita Priyoningsih, mengatakan peserta final berasal dari perguruan tinggi di Pulau Sumatra, Jawa, dan Sulawesi.
"Di penyisihan ada 40 tim dari seluruh Indonesia, kemudian masuk ke tahap final ini ada 28 tim, ada Sumatra, Jawa, dan Sulawesi. KRAI ini merupakan komitmen kami untuk mendukung talenta-talenta mahasiswa. Dan secara kelembagaan ini juga menambah indikator KPI bagi perguruan tinggi," ujar Yulita dalam konferensi pers, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, tim yang berhasil menjadi juara nasional akan mendapat kesempatan mewakili Indonesia pada ABU Robocon 2026 di Hong Kong.
Baca juga: Masa Panen, Harga Kopi Jember Turun Dibanding Tahun Lalu, Berkisar Rp 55.000 - Rp 65.000 per Kg
Ketua Dewan Juri KRAI 2026, Prof. Benyamin Kusumo Putro, mengatakan KRAI yang telah diselenggarakan sejak 2003 tidak hanya menguji kemampuan teknis peserta, tetapi juga menjadi sarana pembentukan soft skill.
Menurut Benyamin, peserta dituntut mampu bekerja sama, berkoordinasi, mengelola proyek, menyelesaikan persoalan, hingga menunjukkan kemampuan pemrograman robot.
"Bagaimana mereka kerja sama, koordinasi, juga memanajemen dan memecahkan persoalan, juga keunggulan dalam hal programming," ujarnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sportivitas selama kompetisi.
"Kami mengajak seluruh peserta menjaga marwah kontes melalui prinsip fairness dan fair play. Dewan juri akan menjalankan penilaian secara objektif dan berbasis data, sementara peserta diharapkan menjunjung sportivitas selama kompetisi," imbuhnya.
Baca juga: Pemkab Lumajang Gelar Kompetisi Robot Tingkat SD
Pantauan di Auditorium Universitas Jember pada Sabtu (11/7/2026), seluruh tim menjalani sesi uji lapangan dan running test sebagai simulasi pertandingan.
Hasil simulasi tersebut menjadi dasar penentuan pembagian delapan grup yang akan bertanding pada babak penyisihan Minggu (12/7/2026).
Salah satu peserta, Timothy, perwakilan Tim Roobie dari Universitas Telkom, mengatakan timnya menargetkan gelar juara setelah melakukan persiapan selama sekitar delapan hingga sembilan bulan.
Sebanyak 28 tim finalis berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, di antaranya Lahbako-San (Universitas Jember), Al-Jazari (Politeknik Negeri Jember), Eira (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya), Richie (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), Garudago (Institut Teknologi Bandung), Nanopa (Universitas Tadulako), Euro Nino (Universitas Sam Ratulangi), Heroes (Universitas Gadjah Mada), serta Siola (Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya).
KRAI telah diselenggarakan secara rutin sejak 2003. Tahun ini kali pertama Universitas Jember dipercaya menjadi tuan rumah ajang nasional tersebut.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Jember, Fendi Setyawan, menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan tersebut.
"Tentu saja kami bangga karena menjadi tuan rumah KRAI 2026, dan tidak ada hambatan selama persiapan. Semoga pelaksanaan berjalan lancar hingga selesai. Kami menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung acara ini," ujar Fendi.
Selain menjadi ajang kompetisi teknologi, Fendi menilai penyelenggaraan KRAI juga memberikan dampak ekonomi bagi Kabupaten Jember, terutama bagi pelaku UMKM, hotel, dan sektor kuliner.
"Semoga event ini juga bisa membantu pelaku UMKM, karena memang di sekitar acara juga kami sediakan stand untuk pelaku usaha. Belum lagi tentu juga berdampak kepada hotel atau tempat menginap," katanya.