TRIBUNMATARAMAN.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menerima aduan terkait kerusakan jalan, dampak penutupan Jembatan Gondang 1 yang diperbaiki.
Kerusakan paling parah terjadi di Kecamatan Bandung-Desa Sodo Kecamatan Pakel, dan di Kecamatan Gondang.
Dinas PUPR juga telah menganggarkan untuk perbaikan jalan, dampak dilewati kendaraan bertonase besar.
“Kami menerima 10 aduan dan sudah kami tanggapi. Yang paling banyak di Kecamatan Bandang dan seputar Cabe (Kecamatan Gondang),” jelas Analis Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Tulungagung, Fika Pamungkas.
Baca juga: Mobil Daihatsu Taruna Terbakar di SPBU Sukomoro Nganjuk, 2 Penumpang Luka Bakar
Fika mengungkapkan, Muatan Sumbu Terberat (MST) yang bisa ditanggung jalan alternatif milik Kabupaten Tulungagung adalah 8 ton.
Sementara jalan nasional yang saat terganggu karena perbaikan Jembatan Gondang 1, MST maksimal 10 ton.
Jika kendaraan barang itu terus lewat jalan alternatif, maka jalan yang digunakan akan rusak.
“Di Gondang misalnya, kerusakan jalan sampai merusak saluran air. Pemasangan portal jalan salah satu alternatif untuk membatasi kendaraan,” ujarnya.
Kerusakan jalan tersebar di jalur alternatif yang disiapkan Pemkab Tulungagung.
Jalan ke arah Trenggalek rusak di lajur kiri, diidentifikasi karena truk pasir.
Sedangkan di jalur Kecamatan Bandang sampai Desa Sodo, Kecamatan Pakel, kerusakan di lajur kiri dari arah Trenggalek ke Tulungagung.
“Yang dari Trenggalek ke Tulungagung, kerusakan diidentifikasi karena truk tanah,” ungkap Fika.
Dinas PUPR terus memantau titik kerusakan jalan agar bisa diperbaiki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas PUPR yang mengampu.
Perbaikan diupayakan dilakukan Bulan Juli ini, karena sudah dianggarkan di UPT.
Saat ini tinggal proses identifikasi sebelum dilaksanakan penambalan pada titik-titik yang rusak.
“Khususnya pada titik yang materialnya terangkat, itu disegerakan karena kendaraan pendek pasti nyangkut,” ucap Fika.
Baca juga: Hindari Mobil di Depannya, Pelajar Tulungagung Meninggal Ditabrak Avanza dari Arah Berlawanan
Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 2 miliar, untuk tahap awal dialokasikan Rp 1,5 miliar.
Masalah lalu lintas dan kerusakan jalan ini dampak perbaikan Jembatan Gondang 1 yang dilakukan sampai Desember 2026.
Kendaraan angkutan barang banyak melewati jalur pedesaan hingga memicu kerusakan.
Para sopir angkutan barang enggan melewati jalur yang sudah disiapkan, dengan alasan jaraknya lebih jauh.
(David Yohanes/TribunMataraman.com)