Grid.ID - Aktor sekaligus komedian Aming kembali menunjukkan sisi berbeda dalam perjalanan kariernya lewat film original Netflix berjudul Aku Sebelum Aku. Dalam film tersebut, Aming mendapat tantangan yang tidak biasa, yakni memerankan dua karakter kembar dengan kepribadian yang sangat berbeda. Baginya, kesempatan tersebut bukan sekadar pekerjaan, melainkan proyek yang memiliki nilai dan pesan yang relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini.
Saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2026), Aming mengungkapkan bahwa setiap kali menerima tawaran bermain film maupun serial, hal pertama yang ia pertimbangkan bukanlah nominal bayaran. Ia lebih dahulu melihat nilai yang ingin disampaikan sebuah karya kepada penonton.
"Ah, jujur ya, biasanya setiap kali saya melakukan suatu projek film atau series, saya selalu melihat value-nya apa. It's not about money at first, tapi ada apa sih, apa yang saya lakukan bisa memberikan manfaat, bisa menjadi berkah dari apa yang kita lakukan kan," ujar Aming di kawasan Senayan, Jakarta Pusat pada Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, sebuah proyek akan terasa lebih bermakna apabila mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Karena itu, ketika pertama kali membaca naskah Aku Sebelum Aku, ia langsung merasa bahwa film tersebut memiliki pesan yang sangat penting untuk disampaikan.
Aming mengaku langsung terpikat dengan cerita yang ditawarkan. Ia menilai film tersebut mengangkat isu yang dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama mengenai semakin memudarnya nilai-nilai kekeluargaan di tengah masyarakat modern.
"Jadi ketika saya baca skripnya, "Wow, ini film yang saya anggap penting sekali." Saya ulangi, saya denger dari sutradaranya bahwasanya kita hidup di situasi di mana nilai-nilai kekeluargaan kan semakin berkurang ya," ungkapnya.

Tak hanya menawarkan cerita yang kuat, Aku Sebelum Aku juga menghadirkan tantangan akting yang belum pernah benar-benar ia rasakan sebelumnya. Aming dipercaya memerankan dua karakter kembar yang memiliki sifat dan pembawaan berbeda. Tantangan tersebut menjadi pengalaman baru dalam perjalanan kariernya sebagai aktor.
Selama ini, Aming lebih dikenal lewat karakter-karakter yang enerjik, jenaka, nyentrik, dan penuh spontanitas. Namun kali ini ia dituntut keluar dari zona nyaman dengan memerankan sosok yang jauh lebih tenang, dewasa, dan penuh penerimaan terhadap kehidupan.
"Dan dilihat lagi value-nya apa ketika "Wah, saya dikasih challenge untuk memerankan dua karakter, karakter kembar." Jarang sekali sih, di mana saya yang biasanya petakilan, pecicilan, atau dengan peran-peran yang if you know what I mean gitu kan, tiba-tiba harus memerankan yang itu bener-bener harus tipe guru yang bener-bener udah accept, udah ikhlas, udah acceptance terhadap life gitu harus bener-bener kelihatan dan bener-bener yang harus hati-hati untuk bisa present ke audiens," kata Aming.
Aming mengatakan bahwa memerankan karakter tersebut membutuhkan proses yang tidak mudah. Ia harus benar-benar memahami kondisi psikologis masing-masing tokoh agar penonton dapat merasakan perbedaan karakter tanpa terlihat dibuat-buat. Menurutnya, membangun gestur, ekspresi, cara berbicara, hingga emosi dari dua sosok yang berbeda menjadi pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Ia juga merasa memiliki tanggung jawab besar untuk menghadirkan karakter yang autentik. Terlebih, salah satu tokohnya digambarkan sebagai sosok yang telah mencapai fase penerimaan diri dan menjalani hidup dengan penuh keikhlasan. Karakter seperti itu, menurut Aming, tidak cukup dimainkan lewat dialog semata, tetapi juga harus tercermin dari bahasa tubuh dan ekspresi yang konsisten sepanjang film.
Meski mengaku mengalami berbagai kesulitan selama proses pendalaman karakter, Aming justru menikmati tantangan tersebut. Baginya, kesempatan memainkan dua karakter sekaligus merupakan pengalaman berharga yang memperkaya kemampuannya sebagai seorang aktor.
"Dan jujur, itu kesulitan yang saya alami tapi selain itu merupakan sebuah tantangan yang sangat menarik. Dan alhamdulillah ketika emang dapet respon yang baik dari para penonton, seneng banget karena tidak akan terjadi kalau misalnya kita tidak bekerja dalam sebuah environment syuting yang baik ya," tutur Aming.
Sementara itu, film karya Gina S. Noer ini juga turut dibintangi oleh Poppy Sovia, Pratiwi Dwiarti, Ringgo Agus, Widuri Puteri, Bima Sena, dan masih banyak lagi. Film ini akan tayang di platform Netflix pada 16 Juli 2026.