TRIBUNJATIMTIMUR.COM, SURABAYA- Banyak penyakit pada perempuan sebenarnya dapat dideteksi sejak dini sebelum menimbulkan gejala.
Sayangnya, tidak sedikit perempuan yang baru memeriksakan diri setelah muncul keluhan, sehingga peluang pencegahan maupun penanganan optimal menjadi lebih kecil.
Hal tersebut menjadi pembahasan Seminar Nasional Awam "She Thrives: A Road to Better Health" yang diselenggarakan Prodia di Excotel Hotel Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, (11/7/2026).
Bahwa paradigma menjaga kesehatan perempuan kini mulai bergeser dari sekadar mengobati penyakit menjadi mencegahnya sejak dini.
Baca juga: Kontes Robot di Universitas Jember, 28 Tim dari Berbagai Kampus Berebut Tiket Robocon ke Hong Kong
Melalui skrining kesehatan, pemeriksaan laboratorium, dan penerapan gaya hidup sehat, berbagai faktor risiko dapat diketahui lebih awal sebelum berkembang menjadi penyakit.
Antonius Erbano selaku Area Head Central and East Java Batara Prodia menjelaskan bahwa, seminar nasional ini rutin digelar setiap tahun di 10 kota besar Indonesia. Pada penyelenggaraan ke enam di Surabaya, Prodia membahas pentingnya kesehatan perempuan untuk menunjang kesehatan dirinya maupun seluruh anggota keluarga.
“Kami ingin mengajak para wanita sadar menjaga kesehatan diri, rutin melakukan skrining kesehatan dengan medical checkup sehingga diketahui status kesehatannya dan faktor risiko penyakit. Harapan kami, ini memberikan manfaat dan informasi positif dari peserta untuk orang terdekatnya,” ungkap Antonius Erbano pada Seminar Nasional Awam "She Thrives: A Road to Better Health" yang diselenggarakan Prodia di Excotel Hotel Surabaya, Jawa Timur, Sabtu, (11/7/2026).
Dirancang khusus bagi masyarakat, khususnya perempuan, seminar edukasi kesehatan membahas mengenai pencegahan penyakit, skrining kesehatan, serta peran pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan perempuan secara berkelanjutan.
Komitmen peduli akan kesehatan perempuan itu juga diwujudkan melalui kehadiran Prodia Women's Health di Surabaya, sebuah pusat layanan yang didedikasikan khusus untuk kesehatan perempuan.
Mengusung konsep layanan yang lebih personal dan terintegrasi, Prodia Women's Health Center menghadirkan berbagai layanan skrining kesehatan, pemeriksaan laboratorium, serta edukasi kesehatan perempuan dalam suasana yang nyaman dan privat.
Sementara dalam seminar nasional kali ini, Prodia menghadirkan narasumber terkemuka, Dr. dr. Brahmana Askandar T., Sp.OG., Subsp. Onk. yang membahas pentingnya kesehatan perempuan dengan pendekatan yang terintegrasi, dimulai dari upaya pencegahan, identifikasi faktor risiko, hingga skrining kesehatan secara berkala.
Menurutnya, berbagai penyakit, termasuk yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sering kali berkembang tanpa gejala pada tahap awal sehingga deteksi melalui skrining menjadi langkah penting untuk membantu memperoleh penanganan yang lebih tepat.
Salah satu yang disoroti adalah kanker leher rahim (serviks) yang menjadi dua tertinggi dari lima kanker terbanyak di Indonesia.
“Kanker serviks tidak boleh terjadi pada perempuan karena penyakit ini virus HPV bisa dicegah, ada vaksinasinya. Yang kedua, perjalanannya panjang dari normal sampai jadi kanker Itu makan waktu kira-kira lebih dari 10 tahun. Sehingga ada masa untuk mendeteksi,” sebut dr. Brahmana.
Deteksi dini kanker serviks dapat dilakukan melalui pemeriksaan yang relatif sederhana, seperti pap smear dan tes HPV. Dokter mengimbau perempuan untuk tidak menunggu munculnya gejala, melainkan rutin menjalani skrining sebagai langkah pencegahan.
“Untuk kanker, skrining yang diperlukan adalah kanker payudara dengan melakukan mamografi pada setiap perempuan usia 45 tahun ada kewajiban mamografi. Kedua, tes HPV (Human Papillomavirus) atau papsmear pada perempuan yang sudah seksual aktif. Kalau sudah melakukan itu, mencegah dua kanker pada perempuan,” tutup dr. Brahmana.
Sementara itu, Nur Ainsyah Oktavia, S.Si., M.M. melalui materi "Protect, Screen, Nourish: The Pillars of Women's Health" menyoroti pentingnya pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan perempuan secara menyeluruh.
la menjelaskan bahwa pemeriksaan laboratorium tidak hanya membantu mendeteksi berbagai kondisi kesehatan sejak dini, tetapi juga memberikan gambaran objektif mengenai kondisi tubuh sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pencegahan maupun pemantauan kesehatan secara berkala.
"Masih banyak perempuan belum mengerti pemeriksaan kesehatan, apakah harus rutin, maka dari itu kegiatan ini untuk mengedukasi dan sharing. Harapannya kita lebih mengedukasi pentingnya kesadaran kesehatan kewanitaan, skrining dan vaksinasi,” ungkap Nur Ainsyah Oktavia.
Ia menyebut menjaga kesehatan perempuan perlu dimulai sebelum muncul keluhan. Melalui kombinasi gaya hidup sehat, pemenuhan nutrisi yang baik, serta skrining kesehatan yang dilakukan secara rutin, berbagai faktor risiko dapat dikenali lebih dini sehingga perempuan memiliki kesempatan untuk mengambil langkah pencegahan yang lebih tepat.
“Pemeriksaan laboratorium juga kini semakin mudah diakses, termasuk pilihan skrining HPV DNA yang dapat dilakukan baik dengan bantuan tenaga kesehatan di cabang Prodia maupun melalui pengambilan sampel mandiri dari rumah sesuai kebutuhan pasien. Supaya tidak berkembang ke arah kanker," ujar Nur Ainsyah Oktavia.
Melalui kegiatan ini, Prodia berharap semakin banyak perempuan yang terdorong untuk lebih proaktif menjaga kesehatannya, tidak hanya ketika sakit, tetapi melalui kebiasaan melakukan skrining kesehatan secara berkala, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta menerapkan gaya hidup sehat.
Dengan begitu, setiap perempuan dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat, produktif, dan berkualitas di setiap tahap kehidupannya.
Pentingnya kesehatan pada wanita, salah satunya terlait kanker serviks harapannya edukasi lebih mengarah pentingnya mengarah pada deteksi dini.
“Di sesi seminar ini kami juga membahas terkait infeksi menular seksual dan pemanfaatan pemeriksaan, serta pentingnya nutrisi untuk mendukung kesehatan para wanita,” tutup Nur Ainsyah Oktavia.
(Nurika Anisa/TribunJatimTimur.com)