Jadwal MPLS Sekolah Rakyat Kota Blitar Diundur karena Pembangunan belum Rampung
Dwi Prastika July 11, 2026 11:36 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Samsul Hadi

TRIBUNMADURA.COM, BLITAR - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Kota Blitar, Jawa Timur, diundur menjadi 31 Juli 2026, karena pembangunan fasilitas sekolah belum rampung sepenuhnya.

Semula, kegiatan MPLS dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026, bertepatan dengan awal tahun ajaran baru 2026/2027.

Kepala Sekolah Rakyat Kota Blitar, Johan Argono, mengatakan, penundaan dilakukan demi menjamin keselamatan calon siswa karena proses pembangunan masih berlangsung.

Sebelum mengikuti MPLS, seluruh calon siswa juga akan menjalani tes kesehatan dan tes psikologi sebagai bagian dari persiapan masuk sekolah berasrama.

"Kaitannya dengan tempat, ternyata masih membahayakan untuk anak-anak, karena masih proses pembangunan. Kami usulkan kegiatan MPLS mundur pada 31 Juli 2026," kata Johan saat ditemui Tribun Madura Network pada Sabtu (11/7/2026) pukul 10.30 WIB.

Dikatakannya, sebelum mengikuti MPLS, para calon siswa Sekolah Rakyat akan menjalani tes kesehatan dan tes psikologi. 

Tes kesehatan dilakukan untuk mengetahui para calon siswa Sekolah Rakyat memiliki penyakit menular apa tidak. 

Baca juga: Pembangunan Sekolah Rakyat Sumenep Telan Rp250 Miliar, Pemkab Diminta Lengkapi Sejumlah Persyaratan

"Kalau ada calon siswa yang punya penyakit menular, akan diselesaikan dulu. Tapi, Mudah-mudahan tidak ada. Karena, mereka akan tinggal di asrama," ujarnya. 

Sedangkan tes psikologi dilakukan untuk mengetahui minat dan bakat para calon siswa di Sekolah Rakyat.

"Sehingga minat dan bakat anak-anak bisa kami kembangkan. Misal, ada yang bakat sepak bola, di luar sudah ikut SSB. Mereka tetap bisa melanjutkan ikut SSB dan kami biayai," katanya.

Tak hanya itu, kebutuhan melekat semua siswa Sekolah Rakyat, mulai seragam, alat mandi, makan, dan asrama juga didipenuhi oleh negara. 

"Semua biaya siswa ditanggung oleh negara. Mereka tinggal masuk di Sekolah Rakyat," ujarnya. 

Baca juga: Minat Masuk Sekolah Rakyat di Sumenep Masih Rendah, Pendaftar SD Baru 4 Siswa

Jumlah Siswa Masih Berkembang 

Johan menyampaikan, sampai sekarang, jumlah siswa di Sekolah Rakyat Kota Blitar masih terus berkembang. 

Data terakhir per Jumat (10/7/2026) malam, jumlah siswa Sekolah Rakyat yang diterima dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar ada 81 anak. 

Rinciannya, siswa SD ada 14 anak, siswa SMP ada 28 anak, dan siswa SMA ada 39 anak.

"Jumlah siswa masih berkembang, semalam data yang kami terima ada 81 anak mulai tingkat SD, SMP, dan SMA. Hari ini mungkin jumlah bertambah lagi," katanya. 

Menurutnya, untuk tahap awal ini, kuota siswa di Sekolah Rakyat sebanyak 270 anak.

Baca juga: Orang Tua Masih Berat Melepas Anak, Kuota SD Sekolah Rakyat Sampang belum Terisi Penuh

Para calon siswa Sekolah Rakyat diutamakan dari keluarga yang masuk desil 1 dan desil 2. 

Ia melanjutkan, para siswa Sekolah Rakyat akan tinggal di asrama.

Di awal-awal ini, orang tua bebas menjenguk anaknya di Sekolah Rakyat seminggu sekali di hari Minggu.

"Kalau liburan mereka pulang ke rumah masing-masing. Ke depan mungkin lebih dinamis lagi, bisa saja mereka minta kegiatan saat liburan sekolah, kami tetap memfasilitasi," ujarnya. 

Dikatakannya, di awal operasional ini, Sekolah Rakyat mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Blitar dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Blitar untuk tenaga pendidik. 

Dinas Pendidikan Kota Blitar dan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Blitar akan mengirimkan bantuan guru tamu untuk Sekolah Rakyat. 

Sedangkan guru tetap untuk Sekolah Rakyat masih menunggu proses rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Baca juga: Progres Baru 73 Persen, Proyek Sekolah Rakyat Sampang Terancam Molor, Seribu Pekerja Dikerahkan

"Dua bulan ini kami dapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Cabang Dinas Pendidikan yang mendatangkan guru tamu. September nanti baru ada pengumuman PPPK dari Kemensos untuk Sekolah Rakyat," jelasnya. 

Untuk kebutuhan guru, kata Johan, tiap mata pelajaran satu guru.

Untuk tingkat SMA butuh 17 guru, tingkat SMP butuh 11 guru, dan tingkat SD butuh 9 guru. 

Sekadar diketahui, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Blitar saat ini sudah mencapai lebih 85 persen. 

Gedung sekolah untuk tingkat SD, SMP, dan SMA di Sekolah Rakyat sudah rampung. 

Selain ruang kelas, fasilitas Sekolah Rakyat juga dilengkapi, antara lain, asrama, dapur, aula, sarana olahraga, dan kantin. 

Sekolah Rakyat di Kota Blitar dibangun di lahan seluas lebih kurang 5,5 hektare.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.