TRIBUNMANADO.CO.ID – Menjadi seorang psikolog merupakan cita-cita yang ingin diwujudkan oleh Purnama Indah.
Baginya, profesi tersebut bukan sekadar pekerjaan, tetapi sebuah panggilan untuk membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan melalui pendekatan yang ilmiah.
Bahkan menjadi seorang psikolog adalah cita-cita sejak masih duduk di bangku SMA.
Membuktikan keseriusan itu, ia saat ini sedang menuntut ilmu sebagai mahasiswa Profesi Psikolog di UNTAG Surabaya.
Cewek kelahiran Manado, 1995 mengatakan ketertarikannya pada dunia psikologi muncul karena ia ingin memahami cara kerja pikiran dan perilaku manusia secara lebih mendalam.
Menurutnya, setiap individu memiliki latar belakang, pengalaman, dan cara pandang yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan yang tepat dalam menghadapi berbagai persoalan.
“Melalui ilmu psikologi, saya ingin membantu orang-orang menyelesaikan masalah pribadi, hubungan dengan orang lain, persoalan di tempat kerja, maupun tantangan yang dihadapi dalam kehidupan bermasyarakat. Prosesnya tidak pernah monoton karena setiap orang memiliki cerita yang berbeda,” ujar perempuan yang hobi fotografi dan traveling ini.
Ia menilai berbagai persoalan seperti stres, konflik, gangguan kesehatan mental, hingga kesulitan belajar tidak cukup diselesaikan hanya dengan nasihat umum.
Menurutnya, masalah tersebut memerlukan penanganan yang didasarkan pada ilmu pengetahuan agar solusi yang diberikan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sehingga masyarakat membutuhkan psikolog alasannya kesehatan mental makin diakui sebagai bagian penting dari kesejahteraan hidup, tapi masih banyak stigma dan kurangnya akses layanan psikologi yang tepat.
Psikolog menjembatani antara ilmu perilaku manusia dengan penerapan praktis di kehidupan sehari-hari, sehingga penanganannya tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” ungkapnya.
Purnama juga bercita-cita membuka layanan psikologi yang dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental.
Di sisi lain, ia berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi agar mampu memberikan pelayanan yang profesional.
Menurutnya, kebutuhan akan profesi psikolog saat ini semakin besar. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan mental terus meningkat, namun masih banyak orang yang menghadapi stigma serta kesulitan memperoleh layanan psikologi yang memadai.
“Kehadiran psikolog diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh penanganan yang tepat, mencegah masalah berkembang menjadi lebih serius, sekaligus meningkatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental,” katanya.
Ke depan, Purnama berharap dapat menjadi psikolog yang kompeten, dipercaya, dan benar-benar hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia ingin tidak hanya memiliki kemampuan akademis yang baik, tetapi juga mampu menghadirkan layanan psikologi yang mudah diakses serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Harapannya saya bisa menjadi psikolog yang kompeten, dipercaya dan benar-benar hadir untuk membantu masyarakat. Tidak hanya secara akademis, tapi juga mampu memberi dampak nyata lewat layanan yang mudah diakses dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.