KAI Daop 4 Semarang Temukan 80 Handphone Penumpang yang Tertinggal, Total Bernilai Rp 820 Juta
Rustam Aji July 12, 2026 12:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mencatat tingkat kecerobohan penumpang kereta yang meninggalkan barang bawaan masih tergolong tinggi. 

Sepanjang periode Januari hingga Juni 2026, petugas menemukan sebanyak 80 unit telepon genggam (handphone) milik pelanggan yang tertinggal, baik di dalam gerbong kereta api maupun di area lingkungan stasiun.

Secara keseluruhan, total barang bawaan yang tertinggal selama semester pertama tahun 2026 mencapai angka fantastis, yakni sebanyak 1.289 unit barang. Pihak manajemen mengestimasikan total nilai dari ribuan barang temuan tersebut menembus angka sekitar Rp820,3 juta.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengungkapkan bahwa gawai atau handphone tertinggal menjadi salah satu jenis barang berharga yang paling mendominasi laporan penemuan, tepat di bawah posisi botol minum (tumbler) dan tas.

"Begitu ada laporan kehilangan maupun barang ditemukan oleh petugas, informasi tersebut langsung dicatat dalam sistem sehingga memudahkan proses pencarian dan pengembalian kepada pemiliknya," kata Luqman Arif, Sabtu (11/7/2026).

Rincian Barang yang Paling Sering Tertinggal

Berdasarkan data statistik dari KAI Daop 4 Semarang, rincian ribuan barang yang berhasil diamankan oleh petugas meliputi 183 unit tumbler, 160 unit tas, 74 buah aksesori, hingga 25 paket makanan.

Baca juga: Nasib Korban Koperasi BMJ Telantar, Polda Jateng Janji Usut Profesional Anggota DPRD Kendal

Seluruh barang penemuan tersebut langsung diproses dan diamankan secara ketat melalui fasilitas Lost and Found KAI. Petugas akan mendata karakteristik barang secara mendetail ke dalam sistem terintegrasi, dan baru akan diserahkan kembali kepada pelanggan setelah melewati proses verifikasi kepemilikan yang sah.

Himbauan KAI: Cek Kembali Barang Sebelum Turun

Meskipun pengawasan barang bawaan sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing pelanggan, KAI menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan pelayanan pengamanan terbaik. Pihak KAI meminta para pengguna jasa transportasi kereta api untuk membangun kebiasaan memeriksa kembali seluruh barang bawaan sebelum beranjak dari kursi penumpang.

"Kami mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa kembali barang bawaannya sebelum meninggalkan stasiun maupun kereta api," tutur Luqman mengingatkan.

Bagi pelanggan yang menyadari telah mengalami barang tertinggal di kereta atau area tunggu stasiun, diharapkan untuk segera melapor kepada petugas terdekat yang sedang berdinas, seperti Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), kondektur, atau tim Customer Service agar tindakan pelacakan dapat langsung dieksekusi secara cepat. (Rad)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.