Argentina telah menempuh jalur yang relatif mudah menuju semifinal Piala Dunia 2026, namun perjalanan itu tampak jauh lebih sulit dari yang seharusnya.
Laga antara Argentina dan Swiss akan menentukan siapa yang melangkah ke empat besar dan menghadapi Inggris atau Norwegia di babak semifinal Piala Dunia 2026.
Tak ada yang akan menyangka bahwa sang juara dunia 2022 akan dipaksa bertarung hingga akhir oleh Tanjung Verde dan Mesir — dua negara hebat yang memenangkan hati banyak orang — namun itulah yang terjadi.
Jika dibandingkan dengan jalur yang ditempuh Spanyol, Prancis, dan Inggris, rute Argentina ke semifinal memang terlihat lebih mudah dari perkiraan banyak pihak, namun apakah mereka bisa melangkah lebih nyaman saat menghadapi Swiss?
Lionel Messi tampil luar biasa sepanjang turnamen ini, tetapi apakah rangkaian pertandingan melawan Aljazair, Austria, Yordania, Tanjung Verde, dan Mesir cukup untuk menilai performanya?
Messi kini dibayangi oleh Kylian Mbappe — pemain terbaik dalam sejarah Piala Dunia — dalam perebutan Sepatu Emas. Swiss, lalu kemungkinan Norwegia atau Inggris, menjadi rintangan berikutnya menuju kemungkinan final lain melawan Prancis.
Tidak ada alasan bagi Messi untuk tidak tampil maksimal dalam laga ini, begitu pula tidak ada pembenaran jika Argentina gagal menang dengan mudah.
Swiss memiliki skuad yang disiplin dan terlatih menghadapi tekanan, tetapi mereka tidak memiliki bintang bertaraf dunia seperti yang dimiliki tim Amerika Selatan tersebut, juga tidak dibebani ekspektasi besar.
Jika ada sesuatu yang bisa mendorong Swiss meraih kemenangan, itu adalah rendahnya ekspektasi terhadap mereka. Namun di sisi lain, Argentina sangat membutuhkan kemenangan yang meyakinkan sebagai pernyataan kekuatan.
Fakta bahwa mereka sempat kesulitan melawan Tanjung Verde dan Mesir bukan hanya tampak buruk, tapi juga menjadi pertanda tak baik jika mereka nantinya berhadapan dengan tim-tim besar di turnamen ini, apabila mereka berhasil melaju.
Argentina terlalu bergantung pada Messi, menjadikannya pusat permainan utama, yang justru membuat mereka bermain dengan keraguan di sepanjang turnamen ini.
Dengan selalu berusaha melibatkan Messi di setiap momen dan membiarkan performa tim ditentukan oleh dirinya semata, Argentina kehilangan keseimbangan dan sering kali nyaris tumbang saat menghadapi tim-tim kecil.
Argentina sejauh ini belum tampil meyakinkan, dan Swiss berpeluang memanfaatkan situasi tersebut.
Namun sayangnya bagi Swiss, para juara dunia jarang membiarkan performa buruk mereka berlanjut terlalu lama, dan kemungkinan besar merekalah yang akan menjadi korban kebangkitan Argentina.
Swiss akan berjuang dengan penuh semangat, tetapi laga ini tampaknya akan menjadi pertandingan sistem gugur pertama yang dimenangkan Argentina tanpa kontroversi atau kesulitan berarti.
Dan tentu saja, sosok yang akan memimpin kebangkitan itu adalah Messi, yang akan menyiapkan panggung semifinal melawan Inggris atau Norwegia — kesempatan baginya untuk membuktikan bahwa ia masih bisa bersaing dengan yang terbaik.
Prediksi: Argentina 2-0 Swiss