SURYA.CO.ID, SURABAYA – Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara menggandeng pelaku ekonomi digital dan afiliator untuk memperluas pemasaran produk unggulan kawasan transmigrasi. Langkah itu dinilai menjadi strategi baru memperkuat daya saing produk lokal melalui transformasi digital.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai membuka peluang besar bagi kawasan transmigrasi yang selama ini menyimpan beragam potensi ekonomi.
Tidak hanya hasil pertanian, kawasan tersebut juga memiliki komoditas perkebunan, pertambangan, minyak dan gas, hingga destinasi wisata yang membutuhkan akses pasar lebih luas.
Kehadiran kreator digital diharapkan mampu menjembatani produk-produk lokal dengan konsumen di berbagai daerah bahkan mancanegara.
Hal tersebut disampaikan Iftitah saat menghadiri FYC Fest 2026 Festival Ekosistem Digital di Convention Center Tunjungan Plaza 3, Surabaya, Sabtu (11/7/2026).
Baca juga: Rahasia Video Transisi Viral: Kreator Surabaya Ungkap Tren 2026 Is The New 2016
"Kami membutuhkan bantuan bahwa nanti para transmigran itu kami latih digitalisasi sehingga mereka bisa mendapatkan pasar yang lebih luas. Banyak sekali produk-produk di kawasan transmigrasi, tidak hanya pertanian, tidak hanya padi, tidak hanya sawit dan perkebunan," kata Iftitah.
Menurutnya, kawasan transmigrasi memiliki potensi ekonomi yang jauh lebih luas dibanding sekadar sektor pertanian. Potensi tersebut perlu didorong melalui digitalisasi agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai perkembangan teknologi digital harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas daerah, bukan sekadar menjadikan masyarakat sebagai konsumen.
"Jatim yang memiliki nilai perekonomian lebih dari Rp3.000 triliun per tahun memiliki peluang besar menjadi penghubung antara daerah asal dan tujuan transmigrasi melalui penguatan jejaring usaha dan pemanfaatan teknologi digital. Kalau kita menjadi pasar tapi tidak menjadi produsen, maka digitalisasi itu akan lebih banyak menyebabkan kita menyerap barang dari luar ketimbang mendorong peningkatan produktivitas di Jatim," tambah Emil.
Baca juga: Wamen Viva Sebut Kawasan Transmigrasi Akan Dikembangkan Jadi Basis Hilirisasi Industri Nasional
Keduanya pun mendukung penyelenggaraan FYC Fest Surabaya 2026 yang digelar pada 10-12 Juli 2026 di Convention Centre Tunjungan Plaza 3 sebagai festival ekosistem digital pertama di Indonesia.
Direktur FYC, Kenneth Symour, mengatakan kehadiran pemerintah dalam peresmian FYC Fest menjadi bukti dukungan terhadap pengembangan ekosistem digital nasional.
"Sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membuka peluang baru melalui transformasi digital, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan transmigrasi digital," ungkap Kenneth.
Ia menjelaskan, FYC Group merupakan ekosistem digital yang menghubungkan dunia digital dengan pengalaman nyata melalui kolaborasi kreator, pelaku usaha, komunitas, hingga destinasi.
"Kami percaya bahwa ekonomi kreator tidak lagi terbatas di dalam layar. Konten memiliki kekuatan untuk menginspirasi masyarakat dalam menemukan tempat baru, membangun komunitas, serta menciptakan dampak ekonomi yang nyata," lanjut Kenneth.
Melalui FYC Agency, FYC Go, FYC Entertainment, FYC Digital, FYC News, FYC Pictures, dan FYC Fest, FYC Group membangun ekosistem yang mempertemukan kreator, brand, bisnis, destinasi, dan komunitas untuk berkembang bersama.
Perwakilan FYC Fest Surabaya, Fabienne Nicole, mengatakan visi FYC Group adalah menjadi ekosistem kreator, media, gaya hidup, dan hiburan terdepan di Asia Tenggara.
"Visi FYC Group adalah menjadi ekosistem kreator, media, lifestyle, dan entertainment terdepan di Asia Tenggara," tambah Fabienne.
FYC Fest Surabaya 2026 menghadirkan beragam program, mulai FYCreator Academy yang berisi pelatihan pembuatan konten, FYC Agency Binding Ceremony, FYC Concert yang menghadirkan Rizky Febian, FYC for UMKM sebagai ruang promosi produk lokal, hingga FYC Live Battle yang mempertemukan kreator dalam kompetisi live selling.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, FYC Group berkomitmen memperkuat kolaborasi antara kreator, UMKM, komunitas, brand, dan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.
"Surabaya menjadi kota pertama dalam perjalanan FYC Fest sebagai awal dari langkah besar FYC Group untuk menghadirkan festival ekosistem digital ke berbagai kota di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara," pungkas Fabienne.