Profil Farhan Wali Kota Bandung yang Mendadak Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Terima Tamu
Putra Dewangga Candra Seta July 12, 2026 10:32 AM

 

SURYA.co.id – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendadak dilarikan ke rumah sakit pada Jumat (10/7/2026) sore setelah kondisi kesehatannya menurun saat menjalankan tugas di Balai Kota Bandung.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik karena terjadi ketika Farhan tengah menjalani rangkaian agenda pemerintahan yang padat menjelang pelaksanaan Asia Africa Festival 2026.

Farhan sebelumnya diketahui masih aktif menerima tamu di Balai Kota Bandung.

Namun, di tengah agenda tersebut, ia mulai merasakan kondisi tubuhnya tidak sehat hingga akhirnya harus dievakuasi menggunakan ambulans.

Saat dibawa menuju ambulans, Farhan tampak mengenakan pakaian serba putih.

Ia berada di atas brankar dengan infus yang telah terpasang sebelum kemudian dibawa menuju rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Henryco Arie Sapiie, membenarkan peristiwa tersebut.

"Sedang menerima tamu benar. Jadi Pak Wali sedang menerima tamu, beliau baru mulai kerasa tidak sehat kayaknya begitu," ujarnya saat dihubungi, Jumat, dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com.

Tetap Menjalankan Tugas hingga Kondisi Menurun

BELI SAHAM PERSIB - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia Mengaku Siap Beli Saham Persib Pakai Uang Pribadi.
BELI SAHAM PERSIB - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia Mengaku Siap Beli Saham Persib Pakai Uang Pribadi. (instagram)

Insiden tersebut menggambarkan padatnya aktivitas Muhammad Farhan sebagai orang nomor satu di Kota Bandung. Berdasarkan agenda resmi Pemerintah Kota Bandung, setelah menerima tamu, Farhan dijadwalkan menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Bandung.

Agenda tersebut membahas penyampaian jawaban wali kota atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kota Bandung mengenai Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Namun, kondisi kesehatan yang terus menurun membuat Farhan tidak dapat menghadiri agenda tersebut.

"Jadi beliau tidak hadir di rapat paripurna yang pertama. Beliau tadinya mau hadir di rapat paripurna yang kedua, tapi ternyata ya beliau sakit sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit," kata Henryco.

Selain rapat paripurna DPRD, Muhammad Farhan juga dijadwalkan menghadiri Gala Dinner Asia Africa Festival 2026 yang berlangsung di Plaza Balai Kota Bandung pada Jumat pukul 18.00 WIB.

Dalam acara tersebut, Farhan direncanakan memberikan sambutan sebagai Wali Kota Bandung. Namun, seluruh agenda yang seharusnya dihadiri langsung akhirnya harus dialihkan kepada perangkat daerah.

"Untuk kegiatan selanjutnya itu akan didelegasikan kepada perangkat daerah terkait, begitu saja," ujar Henryco.

Keputusan tersebut diambil agar roda pemerintahan tetap berjalan meskipun wali kota sedang menjalani pemeriksaan kesehatan.

Kondisi Muhammad Farhan Masih Menjalani Pemeriksaan Dokter

Hingga Jumat malam, Pemerintah Kota Bandung belum dapat memastikan penyakit yang dialami Muhammad Farhan.

Henryco menjelaskan bahwa Farhan masih menjalani pemeriksaan oleh tim dokter di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Ia juga meminta agar lokasi rumah sakit tempat Farhan dirawat tidak dipublikasikan demi menjaga kenyamanan proses pemulihan.

"Belum (diketahui sakit apa). Sampai saat ini pun masih dalam pemeriksaan tim dokter, masih di IGD tapi tolong ya jangan sebutkan rumah sakitnya, khawatir malah beliau tidak bisa istirahat," ujarnya.

Pemerintah Kota Bandung juga belum dapat memastikan apakah Farhan akan menjalani rawat inap ataupun diperbolehkan beristirahat di rumah.

"Kemungkinan ya saya tidak mau mendahului keputusan dokter, apakah beliau rawat inap, apakah beliau bisa istirahat di rumah atau bagaimana, itu menjadi keputusan dari dokter," katanya.

Gejala Sakit Belum Diketahui

Hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai gejala yang dialami Muhammad Farhan sebelum dibawa ke rumah sakit.

Henryco mengaku belum mengetahui secara rinci kondisi yang dialami karena tidak sempat bertemu langsung dengan Farhan setelah dibawa ke IGD.

"Enggak tahu gejalanya, saya tahu kondisinya sedang tidak sehat. Saya lagi di jalan dan tidak bisa bertemu langsung dengan beliau, kan beliau di IGD butuh istirahat," ujarnya.

Pemerintah Kota Bandung memastikan perkembangan kondisi kesehatan Muhammad Farhan akan disampaikan setelah ada hasil pemeriksaan dari tim medis.

Peristiwa yang dialami Muhammad Farhan menunjukkan tingginya intensitas aktivitas seorang kepala daerah, terutama menjelang pelaksanaan agenda besar seperti Asia Africa Festival 2026.

Meski belum dapat disimpulkan apakah padatnya jadwal berkaitan dengan kondisi kesehatannya, kejadian ini mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran di tengah tuntutan pekerjaan. Hingga saat ini, penyebab Farhan harus menjalani perawatan masih menunggu hasil pemeriksaan dokter sehingga publik diharapkan menunggu informasi resmi dari Pemerintah Kota Bandung.

Rekam Jejak Farhan

Muhammad Farhan, lahir di Bogor, Jawa Barat, pada 25 Februari 1970.

Farhan tumbuh besar dan menempuh pendidikan di Bandung. Ia meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Padjadjaran (Unpad) pada 1995, sebelum melanjutkan studi ke Harvard Business School dan MIT Sloan School of Management dalam program fellowship.

Sebelum terjun ke dunia politik, Farhan memiliki karier panjang di industri media sebagai penyiar radio, presenter televisi, serta eksekutif olahraga.

Salah satu posisi penting yang pernah diembannya adalah sebagai Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (2009–2016).

Berbekal pengalaman di bidang komunikasi, Farhan memiliki keunggulan dalam membangun hubungan yang efektif serta berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Di dunia politik, Farhan pernah menjabat sebagai anggota DPR RI 2019-2024 dari Partai NasDem.

Farhan bertugas di Komisi I yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi dan informatika.

Selama masa jabatannya di parlemen, Farhan aktif dalam penyusunan kebijakan strategis dan legislasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

Harta Kekayaan Muhammad Farhan

A. TANAH DAN BANGUNAN Rp. 8.446.325.000

1. Tanah dan Bangunan Seluas 257 m2/615 m2 di KAB / KOTA KOTA BOGOR , HASIL SENDIRI Rp.1.836.092.000

2. Tanah dan Bangunan Seluas 400 m2/1400 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp.3.222.108.000

3. Tanah dan Bangunan Seluas 600 m2/975 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp. 3.388.125.000

B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp. 200.000.000

1. MOBIL, BMW 320 D Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp. 200.000.000

C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp. 79.800.000

D. SURAT BERHARGA Rp. ----

E. KAS DAN SETARA KAS Rp. 249.452.955

F. HARTA LAINNYA Rp. ----

Sub Total Rp. 8.975.577.955

III. HUTANG Rp. ----

IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN (II-III) Rp. 8.975.577.955

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.