BOLASPORT.COM - Atlet panjat tebing Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan saat berlaga pada World Climbing Series 2026 yang dihelat di Chamonix, Prancis.
Dua atlet Indonesia sukses mengawinkan medali emas pada nomor speed kategori putra dan putri melalui Veddriq Leonardo dan Desak Made Rita Kusuma Dewi.
Desak Made menjadi penguasa kategori individual speed dalam dua seri berturut-turut setelah pekan lalu juga memenangkan medali emas pada seri Krakow, Polandia.
Desak menjadi yang pertama dalam perlombaan individual speed putri di Place du Mont-Blanc, Prancis, Sabtu (11/7/2026).
Dia mencatatkan waktu tercepat dalam laga final dengan 6,22 detik.
Desak mengalahkan atlet asal Italia, Guilia Randi, yang mencatatkan waktu 6,51 detik.
Adapun peraih medali perunggu adalah atlet asal Prancis, Capucine Viglione dengan 6,41 detik.
"Saya sangat senang. Malam ini saya menampilkan performa terbaik dan benar-benar menikmati momen ini," kata Desak Made, dikutip BolaSport.com dari World Climbing.
"Saya senang bisa meraih medali emas ini untuk negara dan tim saya. Dalam hati, saya selalu berkata, 'Ayo lakukan dan tunjukkan performa terbaik.'"
Kemenangan turut membuat Desak Made merasa lebih nyaman di daerah pegunungan di Prancis ini.
"Awalnya saya tidak terlalu menyukai tempat ini karena teriknya matahari di siang hari dan saya kurang tidur."
"Akan tetapi, malam ini semuanya berubah dan sekarang saya sangat menyukai Chamonix," ujar atlet asal Pulau Dewata itu.
Adapun all Indonesian final tercipta pada kategori individual putra lewat duel Veddriq Leonardo dan Robby Al Hilmi Antasyafi.
Veddriq mencatatkan kecepatan 4,89 detik untuk emas, sementara Robby harus puas dengan perak setelah finis dengan waktu 5,11 detik.
Bagi Veddriq, hasil tersebut menjadi kemenangan perdananya pada World Climbing Series 2026 dan bahkan sejak keberhasilannya di Olimpiade Paris 2024.
Veddriq menjadi atlet non-bulu tangkis pertama dari Indonesia yang mampu meraih medali emas di Olimpiade
"Saya merasa luar biasa. Saya merasa bersyukur. Ini medali emas pertama saya setelah Olimpiade dan butuh waktu lama untuk mendapatkannya," kata Veddriq.
"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, ini sangat berarti bagi saya."
Veddriq juga berbicara mengenai masalah cedera yang dialaminya.
"Saya belum bisa memanjat dengan baik karena belum berlatih dengan cukup baik."
"Saya sudah berusaha sebaik mungkin dan menurut saya ini adalah pencapaian yang sesungguhnya."
"Saya belum benar-benar berlatih di dinding panjat, lalu langsung bertanding di Madrid dan Krakow, dan saya hanya merasa bersyukur atas pencapaian ini," ujarnya.