Performa Tak Biasa Haaland saat Norwegia Dikalahkan Inggris, Mandul hingga Ditarik Keluar
Muhammad Nursina Rasyidin July 12, 2026 11:27 AM

TRIBUNNEWS.COM - Erling Haaland memperlihatkan penampilan yang tidak biasa ketika memperkuat Norwegia menghadapi Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2026, Minggu (12/7/2026).

Bertempat di Stadion Hard Rock, Miami, Florida, Amerika Serikat, pertandingan berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Inggris.

Du gol Inggris dicetak oleh Jude Bellingham pada menit ke-45+2 dan 93.

Sedangkan satu-satunya gol Norwegia dicetak oleh Andreas Schjelderup pada menit ke-36.

Kemenangan membawa Inggris lolos ke babak semifinal Piala Dunia 2026, sedangkan Norwegia harus tersingkir.

Selain hasil akhir, yang menjadi sorotan dari laga tersebut adalah soal penampilan Haaland yang hanya melakukan empat sentuhan bola.

Penyerang utama Norwegia itu gagal mencatatkan namanya di papan skor dan harus meninggalkan lapangan saat timnya masih berusaha mengejar gol penyeimbang.

Haaland ditarik keluar pada menit ke-106 digantikan oleh Jorgen Strand Larsen.

Baca juga: Usai 7x Gagal dari 10 Penampilan, Inggris Akhirnya Putus Kutukan Perempat Final di Piala Dunia 2026

Dua wanita menggunakan stiker bendera Norwegia dan Inggris di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (16/6/2026).
PIALA DUNIA 2026 - Dua wanita menggunakan stiker bendera Norwegia dan Inggris di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (16/6/2026). Haaland tampil tidak biasa saat Norwegia dikalahkan Inggris, ia gagal mencetak gol dan hanya membuat empat sentuhan sebelum ditarik keluar. (Tribunnews.com/Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib)

Kekalahan dari Inggris sekaligus mengakhiri tren apik Haaland bersama Norwegia di Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, striker berusia 25 tahun itu telah mencetak total 7 gol terpaut satu angka dari Kylian Mbappe (Prancis) dan Lionel Messi (Argentina).

Padahal sebelum menghadapi Inggris, perjalanan Norwegia di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu cerita mengejutkan. 

Konten kreator sepak bola sekaligus analis Kampung Sebelah, Hamid Anwar, mengungkapkan bahwa Norwegia sempat dipandang sebelah mata oleh sejumlah pengamat sebelum turnamen dimulai.

"Norwegia salah satu negara yang mungkin tidak diprediksi atau mungkin sebagai apa ya namanya hadir di Piala Dunia mungkin sebagai pelengkap banyak pengamat seperti itu ya," kata Hamid dalam podcast Super Taktik berjudul "Prediksi 8 Besar Piala Dunia 2026, Menghapus Label Favorit & Kejutan," yang direkam di Gedung Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Rona Bahagia Afrika Selatan Berakhir Duka, Jayden Adams Meninggal usai Tampil di Piala Dunia 2026

Gary Neville Ikut Bingung 

Keputusan Stale Solbakken selaku pelatih Norwegia mengganti Haaland menuai banyak perhatian. 

Sejumlah pihak terkejut, termasuk komentator ITV, Gary Neville, yang mempertanyakan keputusan tersebut.

Gary Neville merupakan mantan bek kanan legendaris Manchester United dan Timnas Inggris.

Sebagaimana dikutip dari The Sun, Gary Neville yang bertugas sebagai komentator ITV menunjukkan keterkejutannya saat Haaland ditarik keluar.

"Oh. Oh. Oh...," kata Gary Neville.

Reaksi serupa juga muncul dari para penggemar sepak bola di media sosial.

Salah satu penggemar menulis, "Saya memiliki reaksi yang sama, keputusan yang aneh."

Penggemar lain turut mempertanyakan keputusan tersebut dengan komentar, "Apakah saya melewatkan sesuatu? Mengapa Haaland diganti???"

Komentar lainnya menyebut, "Tidak mungkin mereka mengganti Haaland. Sekali lagi, pertandingan sudah berakhir ketika mereka melakukan itu."

Sementara itu, ada pula pendukung yang menganggap keputusan tersebut sebagai kesalahan strategi. "Norwegia langsung menyerah begitu Haaland diganti. Sebuah kesalahan besar dalam kepelatihan," tulisnya.

Meski begitu, penampilan Norwegia di Piala Dunia 2026 telah berhasil menggoreskan tinta sejarah.

Untuk pertama kalinya, Norwegia berhasil menembus babak perempat final Piala Dunia.

Sebelumnya, Norwegia terhenti di fase grup edisi 1994, serta 16 besar edisi 1938 dan 1998.

(Tribunnews.com/Isnaini)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.